Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pelapor Khusus PBB: Kebijakan Detensi Migran Australia Tak Berperikemanusiaan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 November 2016 18:25 6:25 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 19 November 2016 18:25
Bagikan
Aktivis memprotes keberadaan pusat detensi imigrasi Australia di Nauru dan Pulau Manus.
Bagikan

Hidayatullah.com—Kebijakan Australia yang membuat fasilitas detensi di negara tetangganya untuk para pencari suaka telah menuai kritik dari pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Seperti diketahui, Australia mengirim para pencari suaka yang tiba dengan menggunakan perahu ke pusat-pusat detensi (tahanan) yang didirikannya di negara Nauru dan di Pulau Manus wilayah Papua New Guinea.

Francois Crepeau, pelapor khusus PBB untuk urusan HAM migran, baru saja selesai melakukan pengkajian selama 18 hari atas peraturan perundangan imigrasi Australia .

Hari Jumat (18/11/2016) di Canberra, Crepeau mengatakan bahwa kondisi detensi di Nauru “kejam, tidak berperikemanusiaan dan merendahkan martabat.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Australia pasti dengan sangat bersemangat akan memprotes jika warganya ada yang diperlakukan seperti itu oleh negara lain dan khususnya jika anak-anak Australia diperlakukan seperti ini,” kata Crepeau, seorang pengacara asal Kanada, dikutip BBC.

Crepeau, yang mengunjungi pulau mungil di kawasan Pasifik itu selama dua hari, mengatakan Australia bertanggung jawab atas bagaimana orang-orang yang dikirim ke Nauru itu diperlakukan.

Dia mengatakan bahwa sikap keras terhadap orang-orang perahu yang datang mencemari catatan HAM Austarlia.

“Sebagian kebijakan migrasi Australia semakin menggerus hak-hak asasi para migran bertentangan dengan kewajiban kemanusiaan dan HAM internasionalnya,” kata Crepeau.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jokowi Diminta Ultimatum Ahok yang Dinilai tak Hormati Presiden
Tulisan selanjutnya Dijanjikan Istigasah, Para Wanita ini Malah Dihadirkan di Parade Bhinneka Tunggal Ika

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?