Hidayatullah.com– Tujuh mantan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) menanggapi secara serius tudingan makar yang dilontarkan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan pemerintah terkait Aksi Bela Islam III, Jumat (02/12/2016) pekan depan.
Ketujuh mantan ketum salah satu organisasi mahasiswa Islam terbesar ini mengecam pernyataan tersebut. Mereka pun menyampaikan akan ikut serta pada aksi 2 Desember mendatang.
Demikian disampaikan pada konferensi pers di Kantor PP Muhammadiyah Menteng Raya 62, Rabu (23/11/2016), lansir JITU Islamic News Agency.
Sambangi MUI, Habib Rizieq Tegaskan tak Ada Makar pada Aksi Bela Islam III
“Sikap Polri dan pemerintah justru sangat provokatif dan menunjukkan kepanikan yang berlebihan menyikapi aksi demonstrasi rakyat yang menuntut ditegakkannya keadilan dan kebenaran,” kata mantan Ketum DPP IMM Tahun 2014-2016 Beni Pramula.
Menurutnya, tudingan makar terhadap rakyat yang ingin menyuarakan keadilan dan kebenaran, sebagai bagian dari pilar demokrasi Freedoom of Specch yang sudah diatur dan dilindungi UU ini, semakin memperlihatkan aparat kepolisian sangat politis dan kecenderungannya berpihak pada kelompok tertentu.
Aparat dan Pemerintah Dinilai Menakut-nakuti Rakyat
Beni Pramula yang juga menjabat Presiden Pemuda Asia Afrika menilai, ada upaya dari aparat kepolisian dan pemerintah ingin menakut-nakuti dan meredam aksi unjuk rasa rakyat yang semakin meluas.
Dimana, kata dia, aksi damai tersebut akibat dari adanya rasa ketidakpuasan terhadap penegakan hukum yang tumpul ke atas tajam ke bawah, serta ketidakadilan yang semakin menganga di republik ini.
“Pemerintah melalui aparat kepolisian berupaya mengintimidasi, menakut-nakuti, dan memunculkan rasa kekhawatiran warga negara yang ingin menyampaikan aspirasi dan tuntutannya.
Sudah semakin terlihat, sikap Pemerintahan Jokowi dan Polri sedang menunjukkan panik dan berupaya meredam rencana aksi rakyat pada 2 Desember mendatang, dengan mengeluarkan pernyataan yang melarang aksi dan menakut-nakuti rakyat,” tutur Beni.
Kunjungan Jokowi ke Markas Militer Dinilai Upaya “Menakut-nakuti” Umat Islam
Oleh karena itu, Beni menegaskan, aparat kepolisian harus komitmen dengan tugas dan fungsinya yakni memberikan rasa aman, nyaman, dan melayani rakyat sepenuhnya.
Bukan sebaliknya, memberikan pernyataan-pernyataan provokatif yang mengundang ketidaknyamanan dan intimidatif, harapnya.
“Demi keadilan, kebenaran, dan masa depan bangsa ini, kami nyatakan akan turun tanggal 2 Desember mendatang,” tegas Beni.
Ketujuh Ketum dimaksud yakni Dr. Sahril Syah (Ketum DPP IMM Tahun 1995-1997), Dr. Irwan Badillah (Ketum DPP IMM Tahun 1998), Rusli Halim Fadli (Ketum DPP IMM Tahun 2006-2008), dan Amirudin (Ketum DPP Tahun 2008-2010).
Kemudian, Ton Abdillah Has (Ketum DPP IMM Tahun 2010-2012), Djihadul Mubarok (Ketum DPP IMM Tahun 2012-2014), Beni Pramula (Ketum DPP IMM Tahun 2014-2016), dan Taufan Putra Revolusi Kerompot (Ketum DPP IMM sekarang).*