Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemimpin Revolusi Kuba Fidel Castro Wafat di Usia 90 Tahun

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 November 2016 15:37 3:37 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 November 2016 15:37
Bagikan
Fidel Castro
Bagikan

Hidayatullah.com—Fidel Castro, pemimpin revolusi Kuba dan pendiri negara komunis yang berhadap-hadapan langsung dengan wilayah Amerika Serikat, telah meninggal dunia dalam usia 90 tahun.

“Pada pukul 10.29 malam, komandan kepala revolusi Kuba, Fidel Castro Ruiz, wafat,” kata Presiden Kuba Raul Castro, yang merupakan adik dari mendiang, seperti dilaporkan Reuters Sabtu dini hari (26/11/2016).

Presiden Raul Castro tidak menyebutkan apa penyebab kematian tokoh besar Kuba itu, tetapi mengatakan bahwa jasadnya akan dikremasi seperti wasiatnya pada hari Sabtu ini, lapor BBC.

Fidel Castro dilahirkan di Provinsi Oriente bagian tenggara Kuba pada tahun 1926. Sebagai seorang pengacara berpendidikan Yesuit, dia memimpin revolusi yang menggulingkan diktator dukungan Amerika Serikat, Fulgencia Batista, pada 1 Januari 1959. Castro, yang kala itu baru berusia 32 tahun, dengan cepat mengambil alih kepemimpinan Kuba dan mengubahnya sebagai negara dengan masyarakat egalitarian.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemerintahan Fidel Castro berhasil memperbaiki kondisi kehidupan orang-orang yang sangat miskin, mencetak prestasi di bidang kesehatan publik, serta menaikkan tingkat melek huruf rakyatnya setara dengan negara-negara kaya. Tidak hanya itu, dia juga berhasil menggerus kekuasaan para mafia yang memiliki pengaruh besar di masyarakat.

Pihak-pihak yang tidak senang terhadap Fidel Castro menggambarkan sosoknya sebagai seorang diktator yang memerintah dengan kekerasan, sehingga ribuan rakyatnya bermigrasi ke luar negeri.

Banyak dari orang Kuba yang bermigrasi itu menetap di Florida dan berhasil mempengaruhi kebijakan Amerika Serikat agar negara tersebut membantu mereka mendongkel rezim Castro. Sebagian migran itu bahkan dilatih tempur oleh Amerika Serikat di rawa-rawa Florida untuk kemudian dikirim dalam invasi AS di Teluk Babi tahun 1961.

Namun, Amerika Serikat dan migran anti-Castro itu tidak mampu menggulingkan kekuasaan pemimpin Kuba itu, yang merupakan teman seperjuangan Che Guevara di masa perang revolusi.

Castro pernah mengklaim dirinya lolos dari ratusan percobaan pembunuhan, termasuk yang direncanakan oleh intelijen Amerika Serikat CIA.

Castro membuat Amerika Serikat keringat dingin dengan menerima pengerahan senjata nuklir Uni Soviet ke wilayah Kuba pada tahun 1962. Ketegangan nuklir di kawasan itu mereda setelah pemimpin Soviet Nikita Khrushchev dan Presiden AS John F. Kennedy membuat kesepakatan, yang menyebutkan Soviet akan menarik misilnya nuklirnya dengan jaminan Amerika Serikat tidak akan pernah menginvasi Kuba. Amerika Serikat juga secara rahasia setuju memindahkan rudal nuklirnya dari Turki (Beberapa tahun belakangan ini muncul laporan bahwa Amerika Serikat sekarang menempatkan sekitar 50 hulu ledak nuklirnya di pangkalan udara Incirlik, selatan Turki).

Tahun 1976, secara resmi parlemen nasional Kuba memilihnya Fidel Castro sebagai presiden, dan di tahun 2006 menyerahkan kekuasaan ke adiknya dengan alasan gangguan kesehatan, lalu dua tahun kemudian melepaskan jabatan presiden.

Selama berkuasa, Castro memperluas pengaruhnya dengan mengirim pasukan Kuba ke peperangan di seberang samudera, termasuk 350.000 tentara ke Afrika. Pasukan Kuba itu memberikan dukungan sangat penting kepada pemerintahan sayap kiri di Angola dan berkontribusi pada kemerdekaan Namibia, serta peperangan yang membantu mengakhiri apartheid di Afrika Selatan.

Pemerintahan Castro juga berhasil mendapatkan negara sahabat dengan mengirimkan puluhan ribu dokter Kuba ke luar negeri untuk mengobati orang-orang miskin dan membantu pemuda di banyak negara berkembang dalam pelatihan kedokteran.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Unggah Foto “Rush Money”, Seorang Guru Ditangkap Polisi Seusai Mengajar
Tulisan selanjutnya Guru Pengunggah Foto “Rush Money” Dituding Polri sebagai ‘Provokator 2 Desember’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?