Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Eks Presiden Cabul Israel Moshe Katsav Dibebaskan Bersyarat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Desember 2016 05:24 5:24 am
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Desember 2016 05:22
Bagikan
Moshe Katsav
Bagikan

Hidayatullah.com—Bekas presiden Israel Koshe Katsav dibebaskan bersyarat setelah menjalani hukuman penjara selama lima tahun dalam kasus pemerkosaan.

Dewan pembebasan bersyarat hari Sabtu (17/12/2016) memutuskan bahwa Katsav, 71, boleh melenggang bebas keluar penjara pekan ini setelah menjalani 5 tahun dari tujuh tahun hukuman penjaranya.

Dua permohonan pembebasan bersyarat sebelumnya ditolak.

Katsav mengundurkan diri dari jabatan presiden Israel pada 2007, setelah didakwa melakukan pemerkosaan dan pelecehan seksual.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia berulang kali menyatakan tidak bersalah.

Pengacara Katsav, Zion Amir, mengatakan kliennya menangis mendengar kabar pembebasan bersyaratnya.

“Itu adalah perjalanan panjang,” ujarnya kepada Radio Tentara Israel seperti dilansir BBC.

“Hari ini perjalanan itu mencapai akhirnya dengan sebuah keputusan masuk akal komite pembebasan bersyarat,” imbuhnya.

Pada November 2011, Mahkamah Agung Israel secara bulat menguatkan vonis Katsav dalam dakwaan pemerkosaan atas seorang bekas pegawainya ketika dia masih menjabat menteri di tahun 1990-an dan pelecehan seksual terhadap dua orang wanita lain saat masih menjabat presiden.

 ➡ Iran Resmikan Monumen Tentara Yahudi Martir Perang dengan Iraq 1980-88

Katsav dilahirkan di Iran dari keluarga Yahudi Persia dan menjadi presiden Zionis Israel pertama yang berasal dari negeri Syiah. Pria cabul bernama asli Musa Kasab itu menjadi anggota parlemen Zionis dari partai Likud pada tahun 1977 saat usianya 30 tahun.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gambar Milisi Syiah Hizbullah Bunuh Masyarakat Awam yang Tinggalkan Aleppo jadi Viral
Tulisan selanjutnya Jelang Persidangan, Pria Turki Tersangka Pembunuhan 3 Aktivis Kurdi Meninggal di Paris

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?