Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ekonomi Syariah

Indonesia Menuju Pusat Keuangan Syariah Dunia

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 Desember 2016 10:31 10:31 am
Ahmad
Dipublikasikan 25 Desember 2016 10:30
Bagikan
Presiden Joko Widodo bersalaman dengan Ketum MUI KH Makruf Amin pada peringatan Satu Windu Surat Berharga Syariah Bernegara di Istana Negara
Bagikan

Hidayatullah.com–Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Maka, wajar kiranya bila Pemerintah berharap Indonesia dapat menjadi pusat keuangan syariah internasional. Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat berikan sambutan dalam acara Satu Windu Surat Berharga Syariah Bernegara (SBSN) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (23/12/2016).

“Karena memang potensi pasarnya kita terbesar di dunia dengan penduduk muslimnya. Kenapa ini tidak menjadi fokus dan perhatian kita. Ini akan menjadi trigger kepada pertumbuhan ekonomi di negara kita,” kata Presiden dikutip laman Kemenag.

Menurut Presiden, Indonesia juga patut berbangga karena saat ini tercatat sebagai penerbit sukuk negara terbesar di dunia. Hal tersebut membuktikan bahwa potensi keuangan syariah di Indonesia sangat menjanjikan.

“Sampai dengan 30 November 2016, penerbitan SBSN kita di pasar internasional telah mencapai USD 10,15 milyar dengan outstanding sebesar USD 9,5 miliar. Artinya, instrumen keuangan berbasis syariah di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan berperan penting dalam kegiatan pembangunan nasional serta peningkatan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Presiden Dorong Ekonomi Syariah di Indonesia Terus Berkembang

Namun, Presiden mengingatkan bahwa keberhasilan sukuk negara bukan terletak pada seberapa banyak dana yang berhasil dihimpun. Menurutnya, keberhasilan tersebut harus diukur dari seberapa besar manfaat yang dapat dihasilkannya.

Baca Juga

Komitmen MUI Kembangkan Ekonomi Syariah
Komitmen MUI Kembangkan Ekonomi Syariah
Baitul Wakaf Jalin Kemitraan Strategis dengan Fundex di ISEF 2023
Gara-gara Paylater, Makin Banyak Gen Z Terlilit Utang yang Membengkak
Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel
Indonesia Ajak Anggota OKI Majukan Industri Halal

“Selama 2015 dan 2016, sebanyak Rp20,8 triliun dari sukuk negara sudah digunakan untuk membiayai berbagai proyek yang memberi manfaat bagi rakyat banyak. Pembangunan jalur kereta api, pembangunan jembatan, dan pembangunan jalan, dananya dari sukuk yang tadi. Kemudian juga pembangunan gedung, sarana, dan fasilitas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) serta pembangunan dan rehabilitasi berbagai gedung di balai nikah dan juga yang dipakai untuk manasik haji,” terangnya.

Meski demikian, potensi tersebut tak hanya terbatas pada sektor keuangan syariah semata. Presiden menyebut bahwa Indonesia juga memiliki potensi-potensi syariah dalam bidang lainnya.

“Bukan hanya yang berkaitan dengan keuangan syariah, bank syariah, dan asuransi syariah. Saya kira banyak hal lain yang bisa kita kembangkan seperti wisata syariah, restoran halal, dan industri syariah,” ujarnya.

Pemerintah Jatim Luncurkan Satuan Tugas Akselerasi Ekonomi Syariah

Presiden mengucapkan terima kasih atas peranan seluruh pihak yang bersama pemerintah mendukung dan terus mengembangkan sukuk negara. Ia berharap, ke depan sukuk negara menjadi semakin berperan dalam upaya pemerintah menyejahterakan rakyat.

“Dengan gotong royong, insya Allah sukuk negara, surat berharga syariah negara akan makin besar peranannya dalam mensejahterakan rakyat kita, Indonesia,” harap Presiden.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Menteri Sekretaris, Negara Pratikno, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro, Sekretaris Kabinet, Pramono Anung dan Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:indonesiaJokowiKeuangan SyariahPresiden Joko WidodoPusat Keuangan Syariah DuniaSBSNSurat Berharga Syariah Bernegara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wantim MUI Cetuskan Gagasan Umat Islam Dirikan Stasiun TV
Tulisan selanjutnya Gagal Konser Semangati Tentaranya Pasca Hancurnya Aleppo, Pesawat Militer Rusia Jatuh di Laut Hitam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Berita
30 Agustus 2026 17:04
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Ekonomi Syariah

KTT Halal Dunia dan Pameran Halal OKI ke-9, Erdogan: Pasar Halal Makin Disukai Semua Kalangan

25 November 2022 09:40
Ekonomi Syariah

Ibnu Sina dan Konsep Negara Adil Makmur

12 November 2022 22:10
Ekonomi SyariahNasional

Inilah 8 Standard Kehalalan Kosmetik Berdasarkan Fatwa MUI yang Perlu Diketahui

4 November 2022 23:20
Ekonomi SyariahNasional

MUI: Keuangan Syariah Instrumen Perkuat Pembiayaan UMKM

25 Oktober 2022 17:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?