Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Presiden Dorong Ekonomi Syariah di Indonesia Terus Berkembang

Ahmad
Terakhir diupdate: 30 September 2016 11:10 11:10 am
Ahmad
Dipublikasikan 30 September 2016 11:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia dengan penduduk muslim terbesar di dunia memiliki peluang yang sangat besar dalam ekonomi syariah.

“Dari 252 juta penduduk Indonesia, 216 juta adalah muslim. Inilah sebuah peluang yang bisa kita manfaatkan untuk mendorong ekonomi syariah berkembang di Indonesia,” tutur Presiden Jokowi dalam Pembukaan acara Global Islamic Finance Awards (GIFA) di Ballroom Fairmont Hotel, Jakarta, Kamis (29/09/2016) malam.

Menurut Presiden Jokowi, jika sekarang ini baru 5 persen dari potensi yang ada sehingga ada peluang, ada opportunity 95 persen yang masih bisa dikembangkan.

“Oleh sebab itu, inilah yang akan terus saya dorong, akan terus saya dorong. Karena kita sudah mempunyai UU Perbankan Syariah, sudah ada,” ujarnya dikutip laman Setkab.go.id.

Ia juga mengatakan, ekonomi syariah masih bisa dikembangkan karena Indonesia juga sudah mempunyai UU Sukuk, UU Asuransi Syariah dan yang baru ditandatangani, Indonesia juga sudah mempunyai KNKS (Komite Nasional Keuangan Syariah).

Baca Juga

Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah
Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

Juga dalam RPJMN 2015-2019, Presiden mengatakan bahwa memberikan pula prioritas keuangan syariah yang dimana ia menaruh juga dalam rencana RPJMN dalam 5 tahun ke depan. Sehingga, tambah Presiden, inilah peluang-peluang yang bisa diambil dalam rangka memperkuat, mengembangkan ekonomi syariah.

“Keuangan, bisnis, saya kira masih terbuka lebar. Perbankan, asuransi, pariwisata halal, industri halal, daging, kosmetik saya kira masih banyak sekali. Potensi yang ada ini saya persilakan Bapak/Ibu sekalian untuk mengambil peluang secepat-cepatnya,” tutur Presiden.

Mengakhiri sambutannya, Presiden mengajak penerima GIFA untuk berbagi cerita positif dan ide untuk perkembangan ekonomi syariah di tataran global.

“Saya harap pemenang dari GIFA tahun ini bisa berbagi pengalaman dan ide, jadilah sebuah inspirasi sehingga kita semua bisa belajar, bisa terinspirasi dengan pengalaman tersebut, dan bisa terjun ke lapangan untuk mengembangkan lebih banyak produk dan pelayanan yang juara untuk ekonomi syariah di seluruh dunia,” pungkas Presiden.

Keuangan Syariah

Sementara itu, Ketua OJK, Muliaman Hadad menyampaikan bahwa Konferensi Keuangan Syariah diselenggarakan bertujuan untuk memetakan strategi pengembangan keuangan syariah ke depan.

Strategi ini, lanjut Muliaman, diharapkan dapat memitigasi risiko dan tantangan industri serta membantu pemenuhan kebutuhan syariah dalam mendorong ekspansi, pertumbuhan dan pengembangan keuangan syariah di era normal.

Ia juga mengungkapkan GIFA merupakan penghargaan bagi para pelaku di industri jasa keuangan maupun individu atas kesuksesan dan kontribusi dalam pengembangan keuangan syariah dalam skala global.

Pemerintah, lanjut Ketua OJK, sangat mendukung perkembangan sektor keuangan syariah yang ditunjukkan dengan diterbitkannya master plan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia yang memberikan arah strategis pengembangan keuangan syariah Indonesia serta dibentuknya Komite Nasional Keuangan Syariah.

“Dengan demikian, Indonesia tidak diragukan lagi, memiliki potensi yang luar biasa untuk lebih mengembangkan keuangan syariah dunia,”

Sebagai informasi, Indonesia berada pada peringkat 6 di tahun 2016 dari 28 negara yang disurvei oleh Islamic Financial Country Index dan terus memiliki peningkatan.

Acara yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangka International Conference on Islamic Finance 2016 dengan topik “Revitalising Islamic Finance in the New Normal Era“ ini  Presiden Joko Widodo  juga mendapat penghargaan Global Islamic Finance Leadership Award 2016.

Hadir dalam acara tersebut, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

Selain itu, acara ini juga turut dihadiri Ketua Global International Finance Awards,  Emir of Kano Muhammadu Sanusi II, Governor of Astana International Financial Centre (AIFC) Kairat Kelimbetov, Assistant Governor Bank Negara Malaysia Dato Bakarudin Ishak, dan para Duta Besar negara sahabat serta perwakilan organisasi lainnya.

Perlu diketahui, GIFA merupakan penghargaan bagi para pelaku di industri jasa keuangan yang dianggap sukses mengembangkan keuangan syariah berskala global *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ekonomi SyariahGlobal Islamic FinanceInternational Conference on Islamic FinanceKomite Nasional Keuangan SyariahPresiden Joko Widodo
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Negara-Negara Pasifik Jangan Ikut Campur Urusan Papua Barat
Tulisan selanjutnya Presiden Afganistan dan Hizbul Islam Sepakati Perjanjian Damai

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
None

AS Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Iran, Trump: Untuk Berjaga-Jaga

23 Januari 2026 09:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?