Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemimpin Partai Kebebasan Austria Sebut Islam Misoginistik, Berpandangan Fasis

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Januari 2017 21:25 9:25 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Januari 2017 21:25
Bagikan
Heinz-Christian Strache
Bagikan

Hidayatullah.com—Politisi kanan jauh Austria Heinz-Christian Strache, hari Sabtu (14/1/2017) menyerukan ‘larangan islamisasi’, menggambarkan Islam sebagai misoginistik, anti-liberal dan memiliki pandangan fasis.

Berbicara dalam pertemuan Tahun Baru yang digelar Partai Kebebasan Austria (FPÖ) di kota Salzburg, Strache mengatakan kepada ribuan loyalis partainya bahwa Austria harus “secepatnya mengakhiri kebijakan islamisasi ini … kalau tidak maka kita orang Austria, kita orang Eropa akan segera berakhir.”

Ketika dimintai klarifikasi oleh Reuters, seorang juru bicara FPÖ mengatakan bahwa peraturan hukum apapun yang menentang Islam ekstrim bercermin pada peraturan hukum yang diberlakukan pasca Perang Dunia II, yang melarang simbol-simbol Nazi dan afiliasi politik.

Di Austria yang berpenduduk 8,7 juta jiwa, sekitar 600.000 orang adalah Muslim, sebagian tiba di negara itu di masa krisis migran yang dialami Eropa beberapa tahun belakangan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

FPÖ yang sejak lama memposisikan dirinya sebagai “pembela tradisi” Austria, belum lama ini mengeluarkan pesan anti-Muslim, termasuk seruan diberlakukannya larangan cadar.

Dalam pidatonya, Strache juga menyinggung pengumuman yang disampaikan hari Rabu lalu oleh Partai Rakyat Austria (ÖVP), yang mengatakan akan memberlakukan batas atas permohonan suaka tahun ini. Tujuan ÖVP adalah mengurangi aplikasi suaka hingga setengahnya, dari 35.000 pada tahun 2016 menjadi 17.000 di tahun 2017.

“Kita tidak butuh batas atas atau batas atas dipangkas setengahnya –kita butuh nihil imigrasi, bahkan minus imigrasi, sebab semua individu ilegal dan kriminal berasal dari luar negara ini,” kata Strache seperti dilansir Deutsche Welle.

Menurut Eurostat, Austria untuk pertama kalinya menerima 85.500 aplikasi suaka pada 2015, menjadikannya negara ketiga teratas di Eropa pada tahun itu yang kebanjiran aplikasi suaka.

Selain itu, Strache juga menyalahkan Austria karena manut dengan kebijakan migrasi Uni Eropa. Dia mengatakan meskipun negaranya tidak ingin meninggalkan blok kerja sama itu, tetapi Austria ingin melihat Uni Eropa direformasi, disebabkan apa yang disebutnya sebagai kegagalan dalam kebijakan migrasinya.

Selain UE, Strache juga mengkritik banyak politisi lain. Dia menyebut Kanselir Federal Austria Christian Kern, politisi dari Partai Sosial Demokrat dan bekas kepala jawatan Kereta Federal Austria, sebagai pelaku pembantu organisasi-organisasi perdagangan manusia.

Organisasi kemanusiaan Katolik, Caritas, tidak luput dari mulut pedas Strache. Dia menuding Caritas menggunakan uang pajak untuk memberikan bantuan kepada para pencari suaka. Negara, bukan organisasi amal, yang harus bertanggung jawab mengurus masalah sosial guna memastikan bahwa uang itu dipakai tepat guna, katanya.

Menurut jajak pendapat, FPÖ saat ini mendapat dukungan sebesar 30 persen, menjadikannya parati politik terkuat di Austria. Melihat ke depan ke pemilu legislatif pada 2018 dan pemilu pendahuluan di tahun 2017, Strache mengatakan sudah tiba saatnya untuk kemenangan FPÖ dan kampanye partai di pemilu mendatang akan menekankan masalah keamanan, demokrasi langsung, migrasi dan keadilan sosial.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kameramen TV Hungaria yang Tendang Pengungsi Suriah Dipecat dan Diawasi
Tulisan selanjutnya Adik Bashar, Maher al Assad, Terlibat Serangan Kimia di Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?