Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Pertemuan Aktivis untuk ‘Hari Kemanusiaan Patani’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Februari 2017 09:53 9:53 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Februari 2017 09:53
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Bertepatan “Hari Kemanusiaan Patani” hari Jumat (03/02/2017), para akademisi, aktivis, mahasiswa dan masyarakat Patani setempat mengadakan pertemua untuk menciptakan hari penting ini bagi ruang aksi simbolis kampanye tuntutan nasional Patani terhadap pesoalan krisis kemanusiaan yang dialami mereka.

Acara digelar dalam seminar bertema “Kemanusiaan Dengan Patani Yang Masih Hidup” oleh Persekutuan Mahasiswa Anak Muda dan Siswa Se-Patani (PerMAS) mengadakan di Kantor Patani Center, hari Sabtu,  4 Pebruari 2017.

Berdasarkan pada hari penting ini dapat menyatakan situasi masyarakat Patani saat ini berada dalam kondisi “peperangan” agar masyarakat dunia antara bangsa memberikan perhatian dan ketahuinya kondisi pelanggaran HAM Patani.

Persatuan Mahasiswa Islam Patani di Indonesia adakan Kongres

Pemerintah Thailand sendiri, dinilai perlu menggunakan peraturan perang yang ada berdasarkan peraturan undang-undang perang maupun hukum humanitarian atau Internasional Humanitarian Law (ISL) sebelumnya agar instansi pemerintah bisa menerima keadaan masyarakat Patani, bahwa Patani sedang di dalam kondisi konflik  dan perselisihan antar pemerintah Thailand (khususnya konflik terhadap para pejuang yang menuntut hak kemerdekaan Bangsa Patani).

Seminar diadakan untuk saling memberikan pendapat dan solusi yang lebih baik dengan menghadirkan tiga narasumber;  Abdulrahman Molo (Dosen ilmu politik), Suhaimi Dulasa (Patani Institute) dan Arifin Soh (Ketua PerMAS).

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Zulkifli Mama, ketua pelaksaan acara seminar  mengatakan, berbagai kejadian yang terjadi di Patani selama ini diakibatkan pihak instansi pemerintah belum menemukan solusi dalam upara proses penyelesaian masalah terhadap penduduk pribumi asli “Bangsa Patani”yang sesungguhnya.

Bangkit Melawan Lupa: Negeri Melayu Patani Dibawah Jajahan Thailand

Konflik yang berlaku di Patani telah terjadi sejak 1785 hingga sekarang telah dan mengakibatkan banyak korban penduduk sipil yang kurang perhatian masyarakat publik.

Sementara itu, pemerintah Thailand (khususnya militer) dinilai  menjadikan kekuasaan secara berlebihan dan sering melakukan tindakan kekerasa terhadap masyarakat  dengan melanggar HAM.

Di saat yang sama,  para aktivis pemuda, akademika maupun pelajar mahasiswa Patani berkeinginan agar dunia internasional dapat berperan dan melindungi agar  konflik yang berkepanjangan  ada proses penyelesaian.

Dalam peringatan ‘Hari Kemanusiaan Patani’ kali pertama tahun ini berupaya menciptakan sebuah komunikasi yang secara langsung yang mendapat dukungan dari masyarakat luar seperti Lembaga Swadya Masyarakat (LSM) atau Civil Society Organizations (CSO), dan negara-negara yang anti pelanggaran hak asasi manusia demi melahirkan perdamaian masyarakat Patanidan kedamaian manusia universal.

Abdulrahman Molo, Dosen Ilmu Politik Universitas Hatyai dan aktif di Penelitian dan Pembangunan Memanusiaan (Patani Scholars of Institute for Research and Human Development/IPPIP) mengatakan bahwa jalan menuju tindakan sebenarnya,  tentunya pihak dunia internasional lebih utama yang harus dilakukan mendapat persetujuan dari pemerintah dan pemerintah menerima dengan realitas atas kejadian ini.

“Maka pribadi saya menganggap, dengan situasi yang mengkhawatir dan membuat pemerintah memandang bahwa jika menyetujui akan menjadi persoalan yang menarik terlibat isu internasional, maka pemerintah mungkin tidak melakukannya atau bagaimana cara lain, tetapi dengan kondisi kekerasan akibat telah banyak menelan korban mencapai 6.000 jiwa dan situasi juga berlarut lebih dari 10 tahun, walau bagaimanapun organisasi internasional (PBB) tetap memantau terhadap situasi krisis kemanusiaan yang dialami Patani,” ujarnya.*/kiriman Abu M Fathon

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hari Kemanusiaan PataniPatanithailand
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sakit Kepala Ulama Hilang dengan Ilmu
Tulisan selanjutnya Liku-Liku Berdakwah di Pulau Dewata

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?