Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Hati-hati Dengan Pelatihan Aktivasi Otak Tengah

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Februari 2011 11:30 11:30 am
Ahmad
Dipublikasikan 24 Februari 2011 11:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Maraknya pelatihan aktivasi otak tengah yang mengklaim bisa membuat anak cerdas dan jenius dalam wakti singkat di Indonesia belakangan ini membuat “gerah” para ilmuan. Dokter spesialis saraf, dr. Arman Yurisaldi MS.,SpS mengatakan, perangsangan otak yang salah bisa berakibat fatal.

“Setiap ahli saraf sadar, setiap sel otak yang mati dan sulit untuk tumbuh. Sehingga tidak boleh sembarangan dalam memberi terapi dan memberi saran-saran pengembangan otak,” kata Arman kepada hidayatullah.com, (24/2), tadi pagi.

Arman mengatakan, pelatihan aktivasi otak tengan (AOT) adalah teori yang belum bisa dibuktikan dengan metode ilmiah yang benar. Dia mengatakan, dari buku-buku soal AOT yang beredar tidak ada satupun yang ditulis oleh ahli saraf.

Akibatnya, kata Arman, banyak keterangan-keterangan tentang otak yang salam dalam buku-buku tersebut. Dalam teori AOT dikatakan, otak tengah berfungsi menghubungkan otak kiri dengan kanan. Padahal kata Arman, otak tengah berfunsi menghubungkan otak besar dengan otak kecil.

“Dari teori anatomi saja sudah salah,” katanya.

Baca Juga

Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru

Teori AOT mengklaim, dengan anak yang diaktivasi otak tengahnya akan menjadi cerdas yang kreatif. Karena mereka bisa mengoptimalkan otak kanan dan kiri mereka secara bersamaan. Ciri anak yang teraktivasi otak tengahnya, mereka bisa membaca dengan mata tertutup.

Arman mengatakan, tidak ada satupun bagian otak manusia normal yang tidak aktif, termasuk otak tengah.

“Gangguan sedikit saja pada daerah ini (otak tengah) bisa mengakibatkan terganggunya kesadaran,” jelas Arman.

Arman menyimpulkan, berdasarkan pertimbangan-pertimbangan ilmiah, dia tidak merekomendasikan para orang tua menyertakan anaknya dalam program AOT sampai teori itu bisa dibuktikan secara ilmiah. Selain Arman, sekelompok dokter dan psikolog Indonesia juga telah membuat petisi Tolak Aktivasi Otak Tengah, http://www.ipetitions.com/petition/stop-aktivasi-otak-tengah/.

Sekedar tambahan informasi, 20 Januari 2011 lalu, Pusat Inteligensi Kementerian Kesehatan RI telah menyarankan kepada salah satu penyelenggara AOT untuk mengganti istilah aktivasi otak tengah menjadi stimulasi otak. Karena intinya, yang distimulasi adalah otak keseluruhan.

Meski demikian, belum ada perubahan signifikan soal metode yang dilakukan selain mengganti istilah semata. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bantai Warga Kosovo, Polisi Serbia Dinyatakan Bersalah
Tulisan selanjutnya Ketua FPI Bekasi Divonis 5 Bulan 15 Hari

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bukan Sekadar Ngaji, Ini Cara Baru Belajar Islam ala SPI

Berita
14 September 2026 10:33
11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’
Sanksi Inggris Hanya Menarget Pemukiman Ilegal ‘Israel’, Bukan Zionis
Warga Thailand Demo Kedutaan ‘Israel’, Protes Kelakuan Wisatawan Zionis
Balas Sanksi terhadap Permukiman Ilegalnya, ‘Israel’ Ancam Tutup Konsulat Inggris

Terbaru

  • Anwar Ibrahim Serukan BRICS untuk Tolak Penjajahan dan Terorisme ‘Israel’
  • Bukan Sekadar Ngaji, Ini Cara Baru Belajar Islam ala SPI
  • Serangan Drone dari Iraq Merusak Pipa Minyak Arab Saudi, Melukai Sejumlah Orang
  • Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam
  • Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied
  • QatarEnergy Berupaya Garap LNG Amerika Serikat Sampai 2031
  • Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad
  • Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah
  • Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
  • Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

19 Januari 2025 17:25
Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?