Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Mendzolimi Pewaris Nabi dan Karakter Yahudi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Februari 2017 11:40 11:40 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Februari 2017 11:40
Bagikan
Bagikan

Oleh: Abdullah al-Mustofa

 

Allah Ta’ala berfirman:

قَالُوا يَا مُوسَى إِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا أَبَدًا مَا دَامُوا فِيهَا فَاذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ

Mereka berkata: “Hai Musa, kami sekali sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja”. (QS. Al-Maaidah [5]: 24) 

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Ayat di atas mengisahkan kaum Yahudi pengikut Musa a.s. yang tidak beradab kepada Musa a.s.. Mereka tidak mau menaati perintah Musa a.s. untuk berperang. Selain itu mereka bersikap kurangajar kepada Musa a.s. dengan mengatakan, “Pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Kami hanya duduk menanti di sini saja”. Sikap membangkang, serta sikap dan kata kasar mereka ini dipertegas oleh QS. An-Nisaa’: 46.

Kisah di atas adalah salah satu fragmen praktik pendzoliman terhadap utusan Allah. Sudah menjadi sunnatullah bahwa para nabi dan rasul didzolimi. Mereka selalu diolok-olok. Tidaklah datang seorang nabi pada suatu kaum melainkan pasti nabi itu didustakan dan diolok-olok (lihat QS. 6: 10, 13: 32, 15: 11, 18: 106, 21: 36, 41, 36: 30, 43: 37). Tidak ketinggalan nabi terakhir yang diutus untuk seluruh umat manusia, beliau mendapatkan berbagai macam olok-olok hingga dicap sebagai orang gila (lihat QS 15: 6). Lebih dari diolok-olok, mereka juga disiksa (lihat QS. 6: 34) hingga sebagian dari mereka dibunuh (lihat QS. 2: 61, 87, 91, 3: 21, 112, 181, 183, 4: 155, 157, 5: 70).

Baca: Yahudi, Bangsa Pelanggar Janji!

Dalam semua ayat dalam daftar terakhir di atas disebutkan bahwa para pelaku pembunuhan atas para nabi adalah Bani Israil (kaum Yahudi). Kaum Yahudi tidak sekadar mempunyai karakter tidak beradab kepada Allah dan para nabi mereka, tapi juga menganiaya dan berupaya membunuh para nabi – tanpa ada sebab dan kesalahan yang dibuat oleh para nabi terhadap mereka, tapi hanya karena para nabi itu menyeru mereka kepada perkara yang hak – sebagaimana disebutkan oleh QS. Al-Baqoroh: 61 dan QS. Ali Imron: 21, 112.

Ibnu Katsir menulis di dalam kitab tafsirnya sebuah riwayat dari Abdullah ibnu Mas’ud yang menyebutkan bahwa kaum Yahudi dahulu pernah membunuh tiga ratus nabi. Yang menjadi korban mereka bukan hanya para nabi, tapi juga para hukama’ yang mempunyai martabat di bawah para nabi yang mana mereka menggantikan para nabi yang telah dibunuh. Mereka adalah para cerdik pandai yang melakukan amar ma’ruf nahi munkar sebagaimana disebutkan di dalam QS. Ali Imron: 21. 

Pewaris Nabi: kewajiban dan konsekwensi

Rasulullah Saw. menyatakan bahwa para ulama’ adalah pewaris para nabi, dan para nabi tidak meninggalkan harta benda tapi ilmu. Jadi para ulama’ mewarisi ilmu dari para nabi. Sebagai pewaris ilmu dari para nabi maka ulama’ mempunyai kewajiban melanjutkan estafet perjuangan para nabi, yakni: 1. Menyampaikan kepada kaumnya bahwa Al-Haq itu haq dan bahwa Al-Bathil itu bathil; 2. Mengajak kaumnya untuk meniti jalan Al-Haq dan meninggalkan jalan Al-Bathil; 3. Menyampaikan dan menegakkan Al-Haq, meruntuhkan Al-Bathil serta melawan pembawa panji-panji Al-Bathil.

Seorang ulama’ jika melakukan satu aspek perjuangan nabi saja yang berkaitan dengan Al-Haq – apalagi yang berkaitan dengan Al-Bathil – pasti berlaku sunnatullah baginya, yakni didzolimi mulai dari difitnah, dibunuh karakternya, diteror, diintimidasi, dikriminalisasi, dipenjara, disiksa, hingga dibunuh jiwanya oleh berbagai pihak.

Baca: Inilah 7 Karakter Binatang Pada Manusia

Akibat mendzolimi nabi dan pewaris nabi

Allah Ta’ala telah menyampaikan kabar gembira bahwa mereka yang membunuh para nabi dan orang-orang yang ber-amar ma’ruf nahi munkar akan mendapatkan siksa yang pedih di akhirat.

إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِآَيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَيَقْتُلُونَ الَّذِينَ يَأْمُرُونَ بِالْقِسْطِ مِنَ النَّاسِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memamg tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih. (QS. Ali Imron [3]: 21)

Ibnu Katsir menyebutkan di kitab tafsirnya, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam ketika menafsirkan ayat di atas setelah ditanya Abu Ubaidali ibnul Jarrah r.a. siapakah yang paling keras adzabnya di akhirat beliau bersabda, “Seorang yang membunuh seorang nabi atau orang yang memerintahkan kepada kebajikan dan melarang kemungkaran.”

Meskipun sekadar mengolok-olok para nabi – dan tentu juga para pewaris nabi – Allah Ta’ala memberikan dua ancaman, yakni membinasakan dan memasukkan ke dalam neraka Jahannam.

وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِنْ قَبْلِكَ فَأَمْلَيْتُ لِلَّذِينَ كَفَرُوا ثُمَّ أَخَذْتُهُمْ فَكَيْفَ كَانَ عِقَابِ

Dan sesungguhnya telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka Aku beri tangguh kepada orang-orang kafir itu kemudian Aku binasakan mereka. Alangkah hebatnya siksaan-Ku itu! (QS. Ar-Ro’d [13]: 32) (lihat juga QS. 6: 10, 11, 36: 29 sd 31, 43: 6 sd 8)

ذَلِكَ جَزَاؤُهُمْ جَهَنَّمُ بِمَا كَفَرُوا وَاتَّخَذُوا آَيَاتِي وَرُسُلِي هُزُوًا

Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok. (QS. Al-Kahfi [18]: 106)

Baca: 12 Rahasia Kejahatan Yahudi dalam Kitab Suci

Pelajaran dan harapan

Meskipun pendzoliman atas para ulama’ dan para pelaku amar ma’ruf nahi munkar lainnya adalah sunnatullah, mereka mendapatkan balasan yang sangat indah di akhirat serta para pelaku pendzoliman mendapatkan ancaman Allah namun jangan sampai kita yang mengaku sebagai umat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam diam saja (tidak bersuara dan tidak bereaksi) ketika ada sebagian dari mereka didzolimi.

Lebih dari itu kita jangan sampai termasuk mereka yang berkarakter seperti Yahudi yang suka melakukan dan atau mendukung pendzoliman atas para pelanjut perjuangan para nabi. Ingatlah, ancaman Allah di atas juga berlaku bagi kita jika berkarakter seperti Yahudi! Jika ada sebagian dari kita yang mempunyai karakter seperti Yahudi ini maka patut dipertanyakan keislaman dan keimanannya.*

Co-writer buku “Formula Mudah Sholat: Menyuburkan Erti Solat Dalam Kehidupan”, Must Read, Kuala Lumpur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al HaqAl-Bathilamar ma'ruf nahi munkarfitnahKarakter Yahudikejahatan yahudikriminalisasi ulamapembunuhan karakterpewaris nabiulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tujuan ‘Hidup’ Sesudah Mati
Tulisan selanjutnya DPRD Jabar Dukung Gerakan Dakwah dan Tarbiyah Ormas Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?