Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Hidup Sebagai Ujian

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Februari 2017 13:52 1:52 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Februari 2017 13:52
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

HIDUP manusia di pentas dunia ini sebagai ujian dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar manusia bisa meraih nilai bagus di akhir hidupnya. Allah menurunkan petunjuk berupa al-Quran dan al-Hadis dengan perantaraan malaikat Jibril. Jika manusia berpegang kepada keduanya, insya Allah ia akan berhasil dalam masa ujiannya. Sebaliknya manusia yang meninggalkan petunjuk-petunjuk yang ada di dalamnya, dipastikan akan mengalami kegagalan.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Hanya kepada kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya: 35).

Dalam hidup kita adalah masa percobaan di atas bumi ini. Kebersihan hati dan keimanan kita diuji dengan berbagai macam: ada yang diuji dengan bencana, dan ada yang dengan nasib baik dalam hidup ini. Kalau kita menguji watak kita, kita akan melalui masa percobaan dengan sukses jika dalam hal apa pun orang harus kembali kepada Allah, dan kemudian hidup kita akan dinilai dengan setepat-tepatnya.

Allah berfirman mengenai balasan orang yang meninggalkan agama dan tidak lulus dalam menjalankan ujian di dunia ini:

“ Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu ia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat. Dan mereka itulah penghuni neraka, meraka kekal di dalamnya.” (QS. al-Baqarah: 217).

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

“Setiap jiwa pasti merasakan maut, dan akan ditunaikan pahala kalian pada hari kiamat. Barang siapa yang diselamatkan dari neraka dan dimasukkan ke surga, sungguh ia beruntung. Tidaklah kehidupan dunia melainkan harta benda yang memberdayakan.” (QS. Ali Imran:185).

Ruh itu takkan mati, tetapi kematian jasad akan memberi rasa mati terhadap ruh bilamana ruh sudah terpisah dari jasad. Ruh itu kemudian menyadari bahwa hidup ini tidak lain adalah suatu masa percobaan, dan tampak adanya ketidaksamaan kelak saat akan diperlakukan pada hari kemudian.

Penting diingat bahwa biasanya manusia akan merasakan ujian saat sesuatu yang menjadi miliknya hilang. Misalnya: orangtua kehilangan anaknya, rumah atau tokonya kebakar, hartanya diambil orang, dan lain sebagainya. Pada saat kondisi seperti inilah biasanya ia diingatkan untuk bersikap sabar dan tawakal. Keimanannya sedang di uji oleh suatu nasib buruk yang menimpanya. Jika imannya kuat, ia akan bisa menerima bencana ini dengan tetap berada dalam jalur agama. Tetap beriman dan menyembah Allah Swt.

Akan tetapi, sebenarnya ujian itu juga berlaku bagi orang yang hidupnya dalam keadaan normal. Orang yang kaya diuji dengan kekayaannya, mampukah ia menunaikan zakat dan sedekah dengan hartanya itu. Orang yang memiliki jabatan, mampukah ia menjalankan amanatnya itu dengan baik. Orang yang berilmu, apakah ia menggunakan ilmunya itu untuk kemaslahatan umat dan tidak merungikan orang lain. Orang tua diuji oleh anak-anaknya, bisakah mereka menuntun anak-anaknya menjadi anak yang saleh dan bermanfaat bagi dirinya dan orang lain dan seterusnya.

Setiap kita, dalam keadaan apa pun, sedang dalam ujian Allah Swt, baik atau buruk hasil yang kita terima nanti di akhirat dengan memperoleh imbalan. Akan tetapi, kita harus ingat bahwa Allah maha pengampun dan maha penolong. Kasih sayang-Nya amat besar kepada hamba-hambanya. Karena itu, lebih baik di dunia ini kita mengetahui bahwa kita telah gagal dalam ujian. Dan kita coba memperbaikinya ke arah yang lebih baik. Kita harus yakin, selama hayat masih di kandung badan, Allah bersedia menolong kita kejalan yang benar.*/Muhammad Zul Arifin (dari buku Rindu Kematian Cara Meraih yang Indah, dengan penulis: Ustadz Muhammad Arifin Ilham)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kebaikankeburukanujian hidup
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sejumlah Ulama Temui Wiranto, Minta Pemerintah Tak Istimewakan Ahok dan Tak Ada Krimalisasi
Tulisan selanjutnya Anggota DPR: Hak Angket Sarana Tegakkan Keadilan Kasus Ahok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun

Berita
27 Agustus 2026 15:03
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?