Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Apa, Setelah Baca Al-Qur’an?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Februari 2017 19:06 7:06 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Februari 2017 19:06
Bagikan
Bagikan

SUATU saat seorang imam shalat lail Ramadhan dari Madura yg ditugaskan di Masjid Depok tahun 2012 menyampaikan tausyIah tentang pentingnya Al-Qur’an.

Imam shalat itu menerangkan tentang surat al-Baqarah ayat 121

لْكِتَابَ يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلَاوَتِهِ أُولَٰئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“Orang-orang yang Kami datangkan al-Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan sebenar-benar bacaan, merekalah yang beriman kepadanya dan barang siapa mengingkarinya maka mereka termasuk orang-orang merugi.” (QS: Al Baqarah : 121)

Seorang jamaah pengajian,  bertanya pada saya, “Ustadz apa hukumnya ikut komunitas One Day One Juz (ODOJ)?”

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

“Bagus, “ begitu jawaban saya. Tapi lebih bagus lagi kalau ada waktu satu jam untuk membaca al-Quran maka sisihkan setengah atau seperempat jam untuk belajar ilmu-ilmu membaca al-Quran yaitu; tajwid, makhraj, sifat huruf dll agar sempurna bacaannya.

Baca: Menjaga Diri dan Keluarga Bersama Al-Quran

Sekarang banyak muncul kesadaran berquran dengan ODOJ, ada One Day Half Juz, One Week One Juz, Rumah Tahfidz dll. Itu semuanya bagus dengan ilmu tajwid tentunya.

Dalam surat Al-Baqarah ayat 121 di atas Allah menyampaikan pentingnya membaca al-Quran dengan sungguh membaca yaitu haqqa tilawatih (sebenar-benar tilawah).

Tanpa kata haqqa pun sdh menunjukkan sungguh-sungguh karena ada maf’ul mutlak yaitu tilawatih, apalagi ada kata haqqa. Artinya tingkatannya harus semakin sungguh sungguh dan serius.

Kita saja untuk menyampaikan sesuatu yang penting,  pasti ada penekanan intonasi atau menambah kata lain untuk menunjukkan serius.

Baca:  Yuk! Menjadi Keluarga Al-Quran [1]

Al-Quran juga demikian, dengan haqqa artinya membaca al-Quran itu harus serius, tidak sederhana, tidak biasa bIasa saja, asal baca.

KemudIian Allah juga berfirman

وَرَتِّلِ الْقُرْءَانَ تَرْتِيلا

“Dan bacalah al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.” [QS: Al-Muzammil : 4]

Kata وَرَتِّلِ adalah fiil amar, dan kaidah fiil amar adalah wajib. Wajib adalah yang melaksanakan mendapat pahala dan yang meninggalkan mendapat dosa.

Kemudian apa makna تَرْتِيلا?

Tartil adalah membaca sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu membaca al Quran yaitu tajwid, makhraj, sifat dan qira’ah.

Sehingga jangan pernah merasa cukup membaca al-Quran tapi tidak dengan tartil. Satu sisi memang sudah melaksanakan kewajiban membaca al-Quran tapi masih berdosa karena tidak dengan tartil.

Bagaimana kalau tidak usah membaca al-Quran karena belum bisa tajwid?  Maka dosanya dobel,  yaitu tidak membaca dan tak belajar tajwid.

Jangan beralasan sibuk, tidak ada waktu untuk belajar al-Quran. Seolah ada urusan lebih penting dari al-Quran atau seolah menganggap Allah tidak melihat, apa betul kita sibuk?

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam menyampaikan hadistnya

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al-Qur`an, sesungguhnya Ia akan datang pada hari kIamat memberikan syafaat bagi pembacanya.” [HR. Muslim, dari Abu Umamah Al-Bahili]

Rasulullah memilih kata sahabat itu sangat tepat. Sahabat itu lebih dari seorang teman. Kalau teman itu sekedar kenal nama, sambil lalu dan tidak mendalam.

Sahabat adalah teman istimewa, spesial dalam suka dan duka, sangat dekat dan akrab sekali. Sudahkah kita dekat dan akrab dengan al-Quran?

Baca: Yuk! Menjadi Keluarga Al-Quran [2]

Sehingga di akherat nanti, saat mengaku bersahabat dengan al-Quran, maka diputarkan ulang video kita. Seolah al-Quran bertanya:

Begitukah kau membacaku?  Dengan bacaan seperti itu, kau mengaku bersahabat dengan ku? Dengan bacaan itu, kau minta safaatku?

Perlu mujahadah, pengorbanan dan kesabaran untuk belajar al-Quran. Para hafidz dan imam imam besar juga demikIan.

Adalah Imam Syeikh As Sudais sampai sekarang masih menyetorkan bacaan kepada Syeikh Ali Khudaifi di Madinah setIap bulan. Dan belIau antri.

Padahal beliau bisa saja memanggil Syeikh Ali Khudaifi ke Makkah dengan alasan tugas kerajaan. Tapi beliau menghormati ilmu dan gurunya.

Salah satu bukti keberislaman kita adalah juga mau berquran.  Dalam berquran, tentu membacanya tidak sekedar asal membaca tapi ada ilmunya dan perlu latihan terus.

Hari ini kita sangat mudah mencari ustadz, guru sebagai tempat belajar, sudahkah minta waktunya, kesediannya? Wallahu a’lam bish shawwab.*/Naspi Arsyad, Lc

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-Quranbacaan qurankeluarga Al Quranmembaca al-Qur'ansyafaat al-QuranSyeikh Ali KhudaifiSyeikh as-Sudais
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tersangka unlawful killing FPI Pengacara IA: Ada Upaya Perbuatan Mulia Ditarik-tarik Supaya Jahat
Tulisan selanjutnya Islahudin: Aneh Bantuan Kemanusiaan ke Suriah Dikaitkan GNPF-MUI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?