Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ribuan Kaum Perempuan Turki Pro Referendum Dukung Erdogan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Maret 2017 10:16 10:16 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Maret 2017 09:01
Bagikan
Perempuan Turki pro referendum mengibarkan bendera
Bagikan

Hidayatullah.com—Ribuan perempuan  pro referendum membanjiri stadion Turki hari Ahad, mendukungan  referendum bulan depan yang digagas  Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Ribuan kaum hawa itu  membanjiri stadion,  sebagai dukungan ‘ya’ terhadap referendum bulan depan sambil mengibarkan bendera Turki.

Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) menjalankan kampanye suara “Ya”, sambil menyatakan perubahan yang disebutnya akan menyebabkan stabilitas politik.

Para perempuan ini berkumpul di stadion olahraga berkapasitas 12.500 orang yang dikenal sebagai Abdi Ipekci Arena, di luar tembok kuno Kota Istanbul.

Erdogan, dengan istrinya, Emine, muncul untuk acara yang diselenggarakan oleh Asosiasi Demokrasi dan Perempuan (KADEM) yang wakil direkturnya putri Erdogan Sumeyye Erdogan Bayraktar.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saya percaya bahwa Anda memegang kunci kemenangan,” dalam pemilihan mendatang, kata Erdogan.

Baca:  Usulan Konstitusi Baru Turki Hilangkan Jabatan Perdana Menteri

Ayse Gurcan, seorang pendukung AKP yang datang ke acara tersebut mengatakan bahwa “Untuk kelangsungan hidup negara kita, referendum adalah keputusan yang sangat penting,” ujarnya dikutip Daily Sabah.

“Kita harus membuat pilihan kami dengan cara yang sehat dan saya percaya bahwa setiap orang akan mengatakan ‘ya’,” katanya peserta lain, Zehra Ferahtay, mengatakan persetujuan perubahan konstitusi akan menyatukan Turki.

“Ya, saya mendukung sistem presidensial dan terutama setelah 15 Juli kita harus lebih bersatu dan bersama-sama untuk negara ini,” katanya.

Saliha Mantar, yang mengenakan jilbab, mengatakan telah diberikan hak lebih sejak Erdogan berkuasa sebagai perdana menteri pada tahun 2003 dan sebagai presiden pada tahun 2014.

“Kami, para wanita, berjanji untuk selalu di belakang pemimpin kami,” katanya, mengacu pada Erdogan.

Sementara di Bakirkoy, di wilayah Istanbul lain, perempuan turun ke jalan-jalan menentang  perubahan konstitusi tersebut.

Sekitar 5000 wanita membentangkan spanduk dengan pesan seperti, “Untuk hidup dan hak-hak kita, keputusan kita adalah No.” Kedua aksi unjuk rasa di Istanbul ini datang menjelang Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret.

Baca: Turki dan Referensi Baru Kekuatan Islam

Sementara itu,  Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dalam pidato di hadapan pendukungnya di Istanbul, Ahad (05/03/2017) menyamakan para pejabat Jerman yang melarang kampanye referendum dengan Nazi,

“Praktik Anda tidak berbeda dengan praktik Nazi di masa lalu,” kata Erdogan di hadapan para perempuan pendukungnya dalam acara Pawai Perempuan dikutip BBC.

Komentar ini disampaikan Presiden Erdogan setelah pihak berwenang Jerman membatalkan upaya untuk menggalang suara pemilih warga Turki di Jerman menjelang referendum di Turki.

Sekitar 1,4 juta warga Turki di Jerman memiliki hak untuk memberikan suara dalam referendum bulan April ini, yang banyak dikhawatirkan kalangan oposisi akan memperluas kekuasaan Presiden Erdogan.

Referendum akan mengajukan pertanyaan apakah rakyat mendukung konstitusi yang akan mengalihkan kekuasaan dari parlemen kepada presiden.

Dengan peralihan kekuasaan itu, maka Presiden Erdogan, antara lain, akan memiliki wewenang baru dalam hal anggaran, penunjukan menteri dan hakim, serta membubarkan parlemen.

Untuk mendapatkan dukungan ini, Turki berupaya menggalang jutaan warganya di luar negeri yang memiliki hak pilih, termasuk sekitar 1,4 juta di Jerman.

Namun pihak berwenang di Gaggenau, Cologne, dan Frechen membatalkan izin untuk pawai warga Turki tersebut.

Pihak berwenang di Gaggenau mengatakan tempat acara yang direncanakan tidak cukup sementara Cologne menjelaskan mendapat informasi yang tidak benar tentang tujuan acara.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kekuasan Turkiparlemenperempuan TurkiRecep Tayyip ErdoganReferendum TurkiTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Korps Marinir Amerika Selidiki Penyebaran Foto Bugil Tentara Wanita
Tulisan selanjutnya Wapres: Kunjungan Raja Salman Ubah Image Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?