Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Ulah Kaum Munafik di Zaman Nabi

Masykur Abu Jaulah
Terakhir diupdate: 7 Maret 2017 10:04 10:04 am
Masykur Abu Jaulah
Dipublikasikan 7 Maret 2017 10:04
Bagikan
Bagikan

KERASNYA permusuhan orang munafik dengan umat Islam bukanlah terbilang baru. Hal ‎itu ‎dikatakan ahli tafsir, Abdurrahman as-Sa’di Rahimahullah (Ra).

Menurut as-Sa’di, ‎sejak ‎awal orang munafik sudah gelisah dan berusaha melemahkan persaudaraan umat ‎Islam ‎antara kaum Muhajirin dan Anshar di kota Madinah.‎

Meski berbaju sama namun orang munafik punya sikap berbeda dengan orang ‎beriman. ‎Mereka selalu berhasrat agar malapetaka dan keburukan menimpa umat ‎Islam. Mereka ‎bersorak jika mendapati kelemahan dan kekurangan saudara mereka ‎sendiri.‎ Selamanya orang munafik tak rela melihat kebaikan atau kesuksesan ‎saudaranya, meski ia ‎sendiri menikmati manfaat dari kebaikan tersebut.‎

Parahnya lagi, secara sengaja mereka ‎suka menyakiti dan menista orang-orang ‎beriman, baik dengan perkataan atau perbuatan.‎

Baca: Barisan Mukmin atau Barisan Munafik?

Allah berfirman:‎

Baca Juga

Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah
Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

هُمُ الَّذِينَ يَقُولُونَ لَا تُنفِقُوا عَلَى مَنْ عِندَ رَسُولِ اللَّهِ حَتَّى يَنفَضُّوا وَلِلَّهِ خَزَائِنُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَفْقَهُونَ

يَقُولُونَ لَئِن رَّجَعْنَا إِلَى الْمَدِينَةِ لَيُخْرِجَنَّ الْأَعَزُّ مِنْهَا الْأَذَلَّ وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ

‎“Mereka orang-orang ‎yang mengatakan (kepada orang-orang Anshar): Janganlah kamu ‎memberikan ‎perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah ‎supaya ‎mereka bubar (meninggalkan Rasulullah).‎

Padahal kepunyaan Allah-lah ‎perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang ‎munafik itu tidak memahami. ‎Mereka berkata: “Sesungguhnya jika kita telah kembali ‎ke Madinah, benar-benar orang ‎yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah ‎dari padanya. Padahal kemuliaaan itu ‎hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi ‎orang-orang mukmin, tetapi orang-orang ‎munafik itu tiada mengetahui.” (QS. Al-‎Munafiqun [63]: 7-8).‎

Tengok saja apa yang mereka lakukan di Madinah, seperti diceritakan ayat di atas. ‎‎Dengan terang orang munafik memprovokasi masyarakat Madinah agar tidak memberi ‎‎infak kepada kaum Muhajirin. Harapannya, mereka bubar dan meninggalkan ‎Rasulullah ‎berdakwah sendirian. ‎

Baca: Kenali Dua Bentuk Munafiq Di Sekitar Kita

Dijelaskan oleh Mufassir Muhammad Ali ash-Shabuni, ucapan tersebut adalah ‎pelecehan ‎untuk mentertawakan Nabi. Sebab andai orang munafik itu beriman kepada ‎risalah Nabi, ‎tentunya mereka tak akan melakukan hal tersebut.‎

Tak cuma itu, di ayat selanjutnya, orang munafik kembali berulah. Pemimpin mereka ‎‎Abdullah bin Ubai bin Salul, berkata: Sesungguhnya jika kita kembali ke Madinah, ‎benar-‎benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari kota ‎Madinah.‎

Ahli tafsir lainnya, al-Qurthubi menjelaskan, orang munafik mengira kekuatan atau ‎‎kemuliaan itu ada pada banyaknya harta benda dan pengikut. Senada, ash-Shabuni ‎‎melanjutkan, ayat tersebut menunjukkan adanya pembatasan makna (hashr). Bahwa ‎‎kekuatan dan kemuliaan itu hanya milik Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman.‎

Baca: 7 Ciri Manusia “Berwajah Buruk” Menurut Nabi –

Lebih jauh, Hamka dalam tafsir al-Azhar mengingatkan, inilah gambaran jiwa kasar ‎orang ‎munafik dan orang kafir terhadap umat Islam. Mereka menganggap para ‎pejuang dan ‎pendakwah Islam tersebut hanya bergantung kepada materi dan benda-‎benda yang ada. Mereka menduga, kaum Muhajirin akan melemah dan tak berdaya ‎sekiranya orang-orang ‎Anshar tak lagi memberi bantuan, seperti hasutan Abdullah bin ‎Ubay di atas.‎

Berkaca kepada realitas umat hari ini, persinggungan itu kembali nyata terlihat di ‎‎masyarakat. Mengaku orang beriman tapi tak senang dengan penerapan syariat Islam. ‎‎Identitasnya Muslim tapi ucapan dan dukungannya selalu berpihak kepada musuh ‎Islam ‎dan melemahkan kaum Muslimin. Itulah orang-orang munafik. Sukanya ‎menangguk ‎keuntungan di air keruh.*

Redaktur: Masykur Abu Jaulah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdullah bin Ubay bin SalulKaum MunafikMunafik di Zaman Nabiorang Ansharorang MuhajirinOrang mukminorang munafik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komnas HAM Sesalkan Pemberhentian Pengajian di Sidoarjo
Tulisan selanjutnya Sidang ke-13 Kasus Ahok, Pihak Terdakwa Dijadwalkan Ajukan 3 Saksi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
None

AS Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Iran, Trump: Untuk Berjaga-Jaga

23 Januari 2026 09:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?