Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Awas Tertipu dengan Akalmu

Masykur Abu Jaulah
Terakhir diupdate: 27 Maret 2017 08:12 8:12 am
Masykur Abu Jaulah
Dipublikasikan 27 Maret 2017 08:12
Bagikan
Bagikan

BANYAK alasan mengingkari kebenaran. Mulai dari kejahilan akal manusia, menuruti hawa nabfsu, hingga terperangkap dalam jebakan tipu daya setan yang licik.

Bisa dikata sepanjang perjalanan hidup manusia, sebentang itu pula perseteruan antara kebaikan dengan keburukan.

Tapi satu yang pasti, kehancuran itu ditimpakan kepada pendukung keburukan sedang kejayaan bagi penegak kebenaran.

Allah berfirman:

وَعَاداً وَثَمُودَ وَقَد تَّبَيَّنَ لَكُم مِّن مَّسَاكِنِهِمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَكَانُوا مُسْتَبْصِرِينَ

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

“(Juga) kaum ‘Ad dan Tsamud. Sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Setan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam.” (QS. Al-Ankabut [29]: 38).

Baca:  Larangan Sombong di Muka Bumi

Secara eksplisit, ayat di atas mengungkap fenomena “tipu-tipu” dengan menyebut kaum Ad dan Tsamud sebagai “mustabshirin” (orang-orang yang berpandangan tajam).

Setidaknya ada dua makna dari kata tersebut, kata Ibnu Jarir ath-Thabari Rahimahullah (Ra), pengarang Tafsir Jami’ al-bayan fi Ta`wil al-Qur’an.

Pertama, orang-orang yang punya pandangan tajam dalam urusan kesesatan.

Mereka menjadi pakar sekaligus bangga dalam urusan maksiat tersebut. Pendapat ini dipegang oleh Mujahid, ahli tafsir lainnya.

Kedua, orang-orang itu disebut berpandangan tajam karena mereka sesungguhnya sangat mengerti tentang kebenaran.

Al-Farra’ menjelaskan, orang tersebut berakal cerdas dan punya nalar yang kuat.  Pandangannya tajam serta analisisnya kuat.

Pendapat kedua ini tampak diamini oleh ath-Thabari. Ia berkata, tidaklah orang itu berpandangan tajam, kecuali sebelumnya memahami hakikat dan seluk beluk sesuatu.

Baca: Tips Deteksi Kesombongan

Namun sejatinya, di sinilah letak persoalan tersebut. Sejak awal manusia diberi akal dan nalar untuk berfikir dan berilmu.

Tapi ilmu yang menjadikannya dianggap pintar itu justru menjadikannya buta terhadap hidayah.

Wawasan pengetahuannya terbilang luas oleh orang lain. Menjadi pakar dalam berbagai permasalahan dunia bahkan agama.

Segala urusan banyak diketahui secara mendetail. Orang-orang pun sampai merujuk kepada dirinya.

Tapi ketahuilah, demikian itu bukan standar nilai yang esensial di hadapan Allah.

Kecuali jika bertambahnya ilmu tersebut membuatnya kian bersimpuh sujud kepada Yang Mahaluas Pengetahuan-Nya.

Lebih jauh, al-Maraghi Rahimahullah (Ra) menguatkan, ilmu yang jauh dari bimbingan Allah membuatnya makin mudah diperdaya oleh bujuk rayu setan.

Baca:  Potensi Akal dalam Memilih di Antara Dua Jalan

Sebab dasarnya, setan itu menjadikan indah setiap keburukan yang dilakukan. Pegangannya rapuh, hanya mengandalkan nalar dan berbasis akal atau perasaan semata.

Tak heran, orang-orang yang jauh dari agama biasanya gampang ujub (bangga terhadap diri sendiri) dan takabbur (meremehkan orang lain).

Akibatnya, ilmu yang dipunyai tidak meninggalkan jejak maslahat (kebaikan) bagi lingkungan sekitarnya.

Kebenaran baginya adalah apa yang dipandang baik dan sesuai dengan yang dimauinya.

Alih-alih berbagi manfaat, orang-orang di sekelilingnya malah merasa resah dan tak betah bergaul dengannya.

Bahkan iapun, di saatnya nanti, juga merasakan kegelisahan yang sama. Sebab apa yang dipunyainya selama ini ternyata hanya berujung kepada kebahagiaan semu.*

Redaktur: Masykur Abu Jaulah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akaljauh dari agamameremehkan orang lainsombongtakabburujub
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anies: Kegiatan Keagamaan Penting Guna Membentuk Akhlak Anak
Tulisan selanjutnya Pemimpin Eropa Teken Deklarasi Baru di Usia Uni Eropa Ke-60

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?