Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ratusan Migran Asal Gambia Kembali Setelah Merana Dipenjara di Libya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 April 2017 08:36 8:36 am
Ama Farah
Dipublikasikan 6 April 2017 08:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sekelompok besar migran asal Gambia telah tiba kembali di negara asalnya setelah menempuh perjalanan panjang dan melelahkan menyeberangi Gurun Sahara hanya untuk menemui nasib dipenjara di Libya.

International Organisation of Migration (IOM) dan pemerintah Gambia berhasil membebaskan sekitar 170 orang dari detensi di Libya.

Kebanyakan mereka adalah pria berusia 20-an tahun, migran yang bercita-cita menempuh hidup baru di Eropa.

“Mereka (di Libya) menembaki orang di bagian kaki, menembaki orang di kepala, di mana saja. Mereka memperlakukan kami seperti tidak ada artinya, seperti anjing. Mereka bahkan lebih menghargai seekor anjing daripada orang kulit hitam,” kata Faramou Keita, salah satu migran yang dibebaskan, kepada para reporter seperti dikutip Euronews Rabu (5/4/2017).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Di sana terdapat hampir dua puluh sembilan penjara. Kemana pun kamu pergi akan bertemu dengan orang kulit hitam. Anda hanya melihat orang kulit hitam di penjara, dipukuli setiap hari, tidak ada makanan, mereka hanya memberimu sedikit makanan sekali setiap hari,” imbuhnya.

Seorang pria lain bernama Moulou Badjie berkata, “Malam ini saya akan merayakan, bersyukur pada Tuhan, sebagian dari teman saya kehilangan nyawanya di depan mata saya, sebagian teman saya terluka, mereka ditembak. Sementara saya, saya tidak mengalami apa-apa, hanya dipukuli, jadi sakitnya sekarang sudah sembuh.”

Masalah arus pengungsi dan migran yang menuju kawasan Mediterania melalui Libya, serta kondisi detensi yang mengenaskan di negara yang kacau balau pascarezim Muammar Qadhafi digulingkan itu, merupakan masalah pelik yang harus di tangani pemerintah-pemerintah dan organisasi-organisasi internasional.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kehormatan Jangan Dijatuhkan, Kesalahan Jangan Dicari-cari
Tulisan selanjutnya Pemimpin Eropa: Semua Bukti Serangan Senjata Kimia Mengarah Bashar al Assad

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?