Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Melihat Caravansaray dan Hotel Gratis di Era Keemasan Islam [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 April 2017 15:35 3:35 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 April 2017 07:28
Bagikan
“Bangunan caravansaray semacam ini banyak di jalur jalan ini, hampir ada di setiap 25 sampai 35 kilometer.”
Bagikan

Hidayatullah.com–Kejayaan Islam paling gemilang berakhir di Turki, Tepatnya Kekhalifahan Turki Usmani (Ottoman). Kekhalifahan ini bertahan 800 tahun (1231-1924 M ).

Dari masa itu, 500 tahun benar-benar berada di puncak kekuasaanya.  menguasai seluruh daratan Asia, Afrika  sampai Eropa.  200 tahun kemudian secara sistematis turun dengan berbagai macam sebab.

Saat menelusuri Turki sejauh 2800 KM,  mata saya dimanjakan dengan perkebunan zaitun yang menghijau, jeruk, cherry dan beberapa diantarnya delima. Perjalanan awal tahun memang tidak menampakkan pemandangan paling indah, yaitu hamparan gandum yang keemasan, serta tulip yang bermekaran.

Saya sengaja melewati bentang tengah Turki. Jalanan yang ratusan tahun lalu merupakan jalan setapak yang dilewati kuda dan unta. Bentang inilah yang merupakan dan salah satu yang disebut Jalur Sutera. Jalur  yang digunakan pedagang untuk memperkenalkan sutera dari China. Di jalur ini kemudian rempah-rempah dan semua barang-barang yang tidak ada di satu benua berpindah ke benua lainnya, juga menghubungkan China dan Eropa.

Mengunjungi Kota Bawah Tanah di Turki [1]

Di jalan inilah sebuah yang amat luar bisa lakukan, sutera China dan rempah-rempah asia meleawti jalur ini. Meskipun antara China dan Turki adalah musuh bebuyutan, namun dalam hal perdagangan, tetap dilakukan, begitu juga dalam menanamkan pengaruh.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

“Okay… siap-siap, kita akan mampir ke rest area,” kata Ali Altin, penunjuk jalan saya sedikit berteriak. Saya hanya mengangguk dengan sedikit kesal. Karena tidak ada istimewa, sudah dua kali dalam dua jam perjalanan kita berhenti di rest area! “Kapan sampainya?,” gerutu saya dalam hati.

Setelah turun, ternyata kali ini adalah rest area yang sama sekali beda. Lebih antik, lebih eksotis. Meskipun begitu tetap saja namanya rest area. Sekali rest area tetaplah rest area.  Namun pikiran dan bayangan saya buyar saat Ali menceritakan asal usul rest area ini.

“Namanya Caravansaray, terdiri dari dua kata caravan artinya kereta  dan saray atau serai artinya istana, jadi istana kereta.

Caravansaray yang saya kunjungi ini adalah bangunan terbaik yang masih ada, karena bangunan ini berusia 500 tahun

. “Bangunan semacam ini banyak di jalur jalan ini,  hampir ada di setiap 25 sampai 35 kilometer.”  Kenapa ada di setiap jarak itu? “Karena jarak tempuh kuda perharinya rata-rata segitu,” katanya menjelaskan.

Mengunjungi Kota Bawah Tanah di Turki [2]

Saya penasaran. Dan minta Ali menjelaskan lebih detail. Caravansaray menurut Ali adalah tempat persinggahan para musafir dan pedagang yang melewati jalur sutera. Biasanya mereka memakai kuda dengan banyak bawaan. “Disini mereka istirahat, kudanya juga istirahat. Tak jarang ada juga proses jual beli juga disini,” katanya.

Di sinilah juga para pedagang mandi dan istirahat setelah berdagang. Tapi mereka tak hanya pedagang saja, setiap mereka yang ingin mampir ke tempat ini tidak ada larangan. Termasuk apakah mereka Islam atau non Islam.  Karena mereka berasal dari banyak bangsa. “ Hebatnya, menurut Ali, menginap disini tidak dipungut biaya, gratis. Kesultanan Turki menanggung semua biayanya. Malah beberapa orang tidak menyebut ini sebagai tempat rest area, tetapi hostel (lebih sederhana dari hotel)

“Jadi, kalau mereka ingin tinggal disini, gratis, tetapi hanya tiga hari. Jika lebih mereka harus bayar,” terang Ali.*/Luthfi Subagyo (bersambung)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:CaravansarayhostelHotel GratisJalur SuteraJejak Kebesaran IslamKeemasan Islamkejayaan islamKekhalifahan Turki UsmanimusafirOttomanpedagangTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 1000 Lebih Polisi Bekasi Jaga Ceramah Zakir Naik
Tulisan selanjutnya Adara Relief: Serangan Gas Beracun Rezim Assad di Khan Sheikhoun Terbutut sejak 2013

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?