Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Inggris Desak Rusia Hentikan Dukungan pada Rezim Bashar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 April 2017 10:53 10:53 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 April 2017 10:53
Bagikan
Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah Inggris mendesak Rusia untuk menghentikan dukungannya terhadap serangan gas beracun (gas sarin) yang diluncurkan oleh Rezim Bashar al-Assad.

Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson  mengatakan demikian semalam, menjelang pertemuan Kelompok Tujuh (G7) antara Menteri Luar Negeri di Italia dalam upaya mencari penjelasan sehubungan konflik Suriah.

“Sudah tiba waktunya untuk Vladimir Putin (Presiden Rusia) berhadapan dengan kebenaran berhubung kezaliman rezim Assad. Kita harus menjelaskan kepada Putin bahwa dukungan kepada Assad telah berakhir.

Baca: Turki: Ada Gas Sarin dalam Sampel Darah Korban Serangan Khan Sheikhoun

“Dia harus mengerti tindakan Assad saat ini dzalim dengan melancarkan serangan kimia. Dia meracuni mereka yang tidak bersalah di Suriah dengan senjata yang dilarang 100 tahun yang lalu, “katanya dikutip Reuters.

Menindaklanjuti seruan itu, Johnson sebelumnya telah membatalkan kunjungan kerjanya ke Moskow sebagai dan membantah tindakan Rusia berkomplot dengan rezim Assad. Seharusnya  Boris Johnson  tiba di Moskow pada 10 April kemarin.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sementara itu, Damaskus  dan Moskow membantah bahwa mereka di balik serangan gas. Namun negara-negara barat menolak penjelasan mereka.

Minggu lalu, setidaknya lebih dari 100 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat serangan udara gas kimia diluncurkan di daerah Khan Sheikhoun.

Baca: 100 Warga Tewas Termasuk Anak-anak Oleh Serangan Gas Beracun Tentara Bashar al Assad

Inggris menyebut Rusia bertanggung jawab dengan kematian warga sipil di Suriah akibat serangan senjata kimia. Namun Inggris melalui Menteri Pertahanannya, Michael Fallon, Inggris mendorong Rusia membongkar senjata kimia Presiden Suriah Bashar al Assad.

“Rusia bertanggung jawab atas setiap kematian warga sipil pekan lalu,” kata Menteri Pertahanan Inggris Michael Fallon seperti ditulis koran Sunday Times dan dikutip dari Reuters, Ahad (09/04/2017).

“Jika Rusia ingin terbebas dari tanggung jawab serangan itu di masa depan, (Presiden) Vladimir Putin perlu membongkar senjata kimia (Presiden) Assad,” lanjut dia.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assadBoris JohnsonEropainggrisiranKhan SheikhounKota IdlibMenteri Luar Negeri Inggris Boris Johnsonmilisi SYiahPBBPemimpin EropaPerang SuriahPrancisrusiasenjata kimiaSerangan Senjata Kimia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya UNICEF Minta Anak-Anak Rohingya yang Ditahan Myanmar Dibebaskan
Tulisan selanjutnya Kunci-Kunci Rumah Tangga yang Berkah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?