Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jadi Tersangka Tabrak Lari Maut Pewaris Red Bull Buron

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Mei 2017 15:16 3:16 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Mei 2017 15:16
Bagikan
Vorayuth Yoovidhya (inzet), pewaris perusahaan Red Bull, pelaku tabrak lari maut di Thailand.
Bagikan

Hidayatullah.com—Salah satu pewaris perusahaan minuman berenergi Red Bull yang menjadi tersangka kasus tabrak lari maut dikabarkan buron, setelah pihak berwenang Thailand mencabut paspornya.

Kementerian Luar Negeri Thailand telah mencabut paspor atas nama Vorayuth Yoovidhya, seorang pewaris kerajaan bisnis Red Bull, yang sekarang buron dan dicari pihak berwenang karena terlibat tabrak lari maut.

Pemuda yang dipanggil “Boss” itu kabur dari Thailand bulan lalu dengan pesawat pribadi, hanya beberapa hari sebelum surat perintah penangkapannya dikeluarkan. Dia terbang ke Singapura, tetapi dua hari kemudian terbang lagi, kabarnya ke Eropa dengan menggunakan pesawat komersial. Namun, sekarang keberadaannya tidak diketahui.

Yoovidhya dicari aparat terkait insiden tabrak lari tahun 2012, yang menewaskan seorang polisi Thailand. Pewaris Red Bull itu diyakini menabrakkan Ferrarinya ke sebuah sepeda motor dan menyeret pengendaranya lebih dari 200 meter hingga tewas.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kasus tersebut menimbulkan kemarahan di kalangan masyarakat Thailand. Tidak hanya menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, tetapi kasus itu juga mencerminkan standar ganda dalam urusan hukum di Thailand ketika perkaranya menyangkut orang kaya atau terpandang. Sebagaimana diketahui, sebagai salah satu pendiri perusahaan minuman berenergi Red Bull keluarga Yoovidhya dilaporkan berhasil menimbun kekayaan $20 miliar.

Dalam kurun lima tahun ini Yoovidhya mangkir dari persidangan sebanyak 8 kali. Pengacaranya kerap berdalih dia sedang ada kepentingan bisnis di luar negeri atau sakit.

Namun, laporan kantor berita Associated Press menunjukkan bahwa Yoovidhya, yang sekarang berusia 32 tahun, masih menjalani kehidupan mewahnya seperti biasa meskipun sedang menghadapi dakwaan hukum tersebut. Termasuk menikmati liburan bersama keluarganya di Laos, yang konon berbiaya $1.000 semalam.

Sejak kasus tabrak lari itu, terdapat lebih dari 120 posting di sosial media yang menunjukkan Yoovidhya sedang menikmati wisata mewah di 10 negara, atau lebih, termasuk berski di Jepang, mengunjungi berbagai pantai dan menghadiri Grand Prix yang diikuti tim otomotif Red Bull, lapor Associated Press seperti dilansir Deutsche Welle Sabtu (6/5/2017).

Sekarang keluarga dan temannya berhenti menampilkan foto-foto perjalanan Yoovidhya. Dan sementara laman Facebook-nya masih tetap ada, tetapi namanya sudah diubah dan foto profilnya diganti gambar sayap pesawat.

Akan tetapi, pencabutan paspor Yoovidhya sepertinya tidak akan membuat pemuda itu terperangkap di satu negara. Sejumlah negara bersedia membuatkan paspor untuk orang-orang yang memiliki investasi dalam jumlah tertentu di negaranya. Di sejumlah negara lain, paspor bahkan bisa didapat dengan hanya membayar sejumlah uang.

Pihak berwenang Thailand sudah meminta Interpol untuk mengeluarkan Blue Notice, yang memberitahukan aparat hukum di 190 bahwa Vorayuth Yoovidhya dicari, kata Mayjen (Pol) Apichart Suribunya.

Jubir Kementerian Luar Negeri Busadee Santipitaks mengatakan bahwa pemerintah mengusahakan penangkapan Vorayuth.

“Soal ekstradisi, itu tergantung kantor kejaksaan dan kepolisian,” kata wanita tersebut.

Seorang pejabat senior kepolisian mengatakan bahwa mereka siap untuk melanjutkan kasus itu, tetapi “pertama-tama kita harus menemukannya dulu.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Belum Yakin Gubernur Cornelis Tinggalkan Aceh, Masyarakat Terus Pantau
Tulisan selanjutnya Jika Hakim Main-main Hukum Ahok, UBN: Umat Takkan Tinggal Diam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?