Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Ulama 5 P

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Juni 2017 12:14 12:14 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Juni 2017 13:00
Bagikan
Bagikan

oleh: Andi Ryansyah

 

DULU ada seorang alim terkemuka, namanya Tuan Guru Djama’an Djamil, pernah mengkategorikan macam-macam ulama dengan istilah 5 P. 5 P yang dimaksud adalah Penjilat, Penipu, Plintat-plintut, Penakut, dan Pejuang.

Dalam kuliah Subuh di Masjid Agung Al-Azhar, beliau pernah menjelaskan satu persatu.

Yang pertama, ulama penjilat. Mereka mencari muka dengan cara menjual murah ayat-ayat Allah kepada orang-orang yang berpangkat tinggi atau raja-raja. Bertambah dekat mereka kesana, bertambah jauh pula mereka dari Allah dan umat yang sadar. Mereka mengobral ayat-ayat Allah dan hadits-hadits Nabi demi memuaskan selera penguasa. Sekalipun penguasa mengeluarkan kata-kata kotor yang menghina harga dirinya, mereka tahan saja. Bahkan mereka menunjukkan muka gembira. Tanda suka.

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Kedua, ulama penipu. Mereka menanamkan rasa fanatik yang tidak kira-kira pada murid-muridnya sendiri dan umat banyak. Mereka menipu dan melarang murid-muridnya berhubungan dengan ulama lain. Takut kalau-kalau muridnya bisa membandingkan keaslian pendirian gurunya dengan keaslian pendirian guru lain.

Baca:  Ulama Memburu Berkah Rizki di Pagi Hari

Ketiga, ulama plintat-plintut. Mereka tidak pernah mempunyai pendirian yang tegas karena tenggang ke sana dan cari muka kesini. Kalau ditanya orang tentang suatu masalah, mereka jawab,“fa fihi qaulani” (dalam hal itu ada dua pendapat). Tetapi kalau ditanya orang tentang pendapatnya sendiri, mereka tidak berani menjawab. Karena memang pendiriannya tidak ada.

Keempat, ulama penakut. Mereka sudah tahu jalannya, tetapi mereka tidak berani menempuh. Mereka sudah tahu ini salah, tetapi  diam saja. Karena takut akan bahaya. Mereka sudah tahu itu benar, tetapi mereka tidak berani buka mulut. Mereka cari selamat. Karena itu di dalam perjuangan hidup ini, walaupunmereka ulama, tapi mereka pengiring saja. Keadaannya sama saja dengan orang awam.

Kelima, ulama pejuang. Mereka yang berani mengatakan yang benar dan menegur yang salah. Sebab mereka ingat akan tugasnya sebagai ulama. Mereka tahu kadang-kadang karena sikapnya yang terus terang, akan timbul sakit hati pihak-pihak yang berkuasa. Sebab itu mereka pun mengerti bahwa dirinya dalam bahaya. Tetapi karena yang sangat ditakutinya ialah murka Allah,mereka tidak takut lagi akan ancaman manusia. Kadang-kadang ulama semacam ini ditimpai dengan berbagai fitnah. Kadang-kadang ditahan dan dipenjarakan. Tetapi setelah keluar dari tahanannya, tidaklah mereka jera menerangkan kebenaran dan memberantas kebathilan.

Baca:  “Standar” Ulama Menurut Imam Al Haramain

Mereka mengerti di setiap waktu, mungkin akan ditangkap dan dipenjarakan lagi. Tetapi karena mereka lebih takut akan tanggung jawab terhadap umat di dunia dan tanggung jawab terhadap Allah di akhirat, maka keluar dari tahanan itu, mereka bekerja lebih keras lagi dari sebelumnya. Kerap kali fitnah, tahanan, dan penjara itu membuatnya lebih matang.

“Inilah dia ‘Ulama Pedjoang’. Selama ulama seperti ini masih ada dalam masjarakat kaum Muslimin, tidaklah akan dapat musuh-musuh menghentikan gerak Islam yang sebenarnja di negeri kita ini,” tegas Tuan Guru Djama’an Djamil (Panji Masyarakat, 5 Oktober 1966).

Kita amat sangat merindukan danmembutuhkan banyak ulama pejuang hadir saat ini.Ulama yang tidak lembek dan tunduk terhadap penguasa zalim. Seperti Sayyid Quthb yang ketika dibujuk menulis beberapa patah kata untuk minta pengampunan dari Gamal Abdel Nasser, dengan tegas mengatakan, “Telunjuk yang bersyahadat akan keesaan Allah dalam shalatnya pasti menolak menulis satu huruf untuk mengakui pemerintahan seorang tiran.”

“Mengapa saya harus minta pengampunan? Kalau saya ditahan dengan alasan yang benar, tentu saya akan terima dengan senang hati hukum dari kebenaran. Namun, bila saya ditahan secara tidak sah, saya jauh sekali dari minta ampun pada  yang tidak sah.” (Shalah al-Khalidiy, Biografi Sayyid Quthb:”Sang Syahid yang Melegenda, 2016).*

Pegiat Jejak Islam untuk Bangsa (JIB)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:5 PMasjid Agung Al-AzharpejuangpenipuPenjilatTuan Guru Djama’an Djamilulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PW MASIKA-ICMI Banten Siap Mengabdi Umat
Tulisan selanjutnya Qatar Mengaku Tak Akan Usir Warga Saudi dari Negaranya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?