Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Emir Qatar Bersedia Lakukan Perundingan dengan Syarat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Juli 2017 09:40 9:40 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Juli 2017 09:40
Bagikan
Presiden Recep Tayyop Erdogan dan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa al-Tsani
Bagikan

Hidayatullah.com–Emir  Qatar hari Jumat (21/07/2017) mengatakan bahwa Negara Teluk itu siap untuk mengadakan negosiasi untuk menguraikan krisis diplomatik  dengan syarat kedaulatan negaranya dihormati.

“Kami bersikap terbuka untuk mengadakan dialog untuk menguraikan masalah signifikan itu,” asalkan “kedaulatan Qatar dihormati”, “kata Emir  Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani dikutip AFP.

Pernyataan ini adalah  komentarnya Emir Qatar untuk pertama kali secara terbuka sejak Arab Saudi dan negara-negara sekutunya memutuskan hubungan dengan negara tersebut.

“Setiap perjanjian bagi krisis itu harus berlandaskan dua prinsip,” ujarnya dalam pidato yang disiarkan di televisi. Sheikh Tamim menekankan bahwa setiap perjanjian “tidak harus disegel dalam bentuk perintah melainkan melalui komitmen bersama oleh semua pihak”.

“Kami terbuka untuk dialog untuk mencari deskripsi dari masalah berkelanjutan dalam rangka menghormati terhadap kedaulatan tersebut dan akan menyatukan semua pihak dari setiap negara sebagai implementasi dan komitmen bersama,” katanya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Pakar IT: Dalang Peretas Kantor Berita Qatar Dilakukan dari Uni Emirat Arab

Pada 5 Juni 2017, Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA) dan Mesir memutuskan hubungan dengan Qatar sambil menuduhnya mendukung terorisme dan menjalin hubungan dengan Iran. Doha bagaimanapun menolak tuduhan tersebut.

Dalam pidatonya yang disampaikan pada Jumat malam dan Emir  itu mengatakan Qatar sedang “terus memerangi terorisme dan tanpa kompromi, dan masyarakat internasional menghargainya”.

Krisis antara negara-negara sekutu regional itu adalah yang paling parah terjadi di Teluk sejak beberapa puluh tahun lalu.

Arab Saudi dan negara-negara sekutunya juga memberlakukan pembatasan atas Doha, termasuk menutup satu-satunya perbatasan darat negara itu, yang turut menghambat akses bagi ruang udaranya dan mengarahkan rakyatnya meninggalkan Qatar.

Pada 22 Juni, negara-negara tersebut juga menyerahkan daftar 13 tuntutan kepada Qatar, yang harus dipatuhi untuk menguraikan krisis bersangkutan.

Baca: Mengapa Qatar Berbeda dari Negara Teluk Lain?

Kuwait sedang mencoba menjadi mediator krisis itu dan beberapa diplomat senior Barat juga mengadakan kunjungan ke wilayah tersebut untuk mencoba meredakan ketegangan, termasuk Menlu AS Rex Tillerson.

Selain Kuwait, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga telah memulai tur di negara Teluk untuk membantu menyelesaikan krisis Qatar. Erdogan dijadwalkan mengunjungi Qatar, Arab Saudi, dan Kuwait.

Sebagaimana dilansir Al Arabiya hari Ahad (23/07/2017), kantor Erdogan mengumumkan tur dua harinya akan dimulai dengan kunjungan ke Kuwait untuk membahas upaya mediasi terbaru yang telah dilakukan sejak awal krisis di Qatar.

Dia kemudian akan mengunjungi Arab Saudi dan kemudian Doha untuk membahas kemungkinan mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan krisis antara negara-negara Qatar dan kuartet negara Teluk, yakni Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab (UEA), dan Bahrain.

Turki sendiri sejatinya adalah pendukung kuat dari Qatar. Turki telah beberapa kali mendesak Saudi cs untuk mencabut 13 tuntutan yang telah dibuat terhadap Qatar, dan mengatakan apa yang dilakukan oleh Saudi dan kompatriotnya sebuah pelanggaran atas kedaulatannya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiblockade QatarHizbullahIkhwanul MusliminJabhah Fath SyamKrisis Diplomasi QatarMenteri Luar Negeri Amerika SerikatNegara ArabNegara telukQatarRex TillersonterorismeTV AljazeeraUEAUni Emirat Arab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syeikh Al Qaradhawi: Membela Baitul Maqdis Adalah Urusan Umat Islam
Tulisan selanjutnya CISFED: Indonesia Harus Berperan Aktif Mendorong Penyelesaian Krisis Qatar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?