Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Riset: Setengah Warga Muslim di Amerika Alami Diskriminasi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Juli 2017 07:14 7:14 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Juli 2017 07:14
Bagikan
Menolak Masjid: Salah satu sikap islamophobia di Amerika
Bagikan

Hidayatullah.com—Setidaknya setengah dari warga Muslim di AS mengaku telah mengalami diskriminasi dalam setahun ke belakang, menurut studi Pew Research Center.

Tiga-perempatnya mengatakan bahwa terdapat “banyak” diskriminasi terhadap Muslim, sedangkan 74% menyebut Presiden Donald Trump “tidak bersahabat” kepada mereka.

Pada studi serupa di tahun 2011, 64% menilai Presiden Barack Obama “bersahabat” kepada mereka, tulis BBC, Kamis (27/07/2017).

Riset tersebut juga menunjukkan bahwa Muslim di AS menjadi semakin liberal secara sosial.

Bagian yang berpendapat masyarakat harus menerima homoseksualitas telah meningkat hampir dua kali lipat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Islamophobia Menyebar ke Eropa

Para peneliti mewawancarai 1.001 Muslim AS lewat sambungan telepon. Mereka menyatakan bahwa responden yang dipilih merupakan sampel representatif. 

Lebih banyak diskriminasi – tapi juga dukungan

Setengah dari responden mengatakan hidup sebagai Muslim di AS telah menjadi semakin sulit dalam beberapa tahun terakhir, sedangkan 48% mengaku mereka secara pribadi pernah mengalami diskriminasi selama setahun belakangan.

Bentuk diskriminasi paling umum yang mereka sebutkan ialah diperlakukan dengan prasangka (32% dari responden), diperlakukan secara khusus oleh petugas keamanan bandara (19%), disebut dengan nama panggilan yang menghina (18%), diperlakukan secara khusus oleh penegak hukum (10%), dan diancam secara fisik atau diserang (6%).

Perlakuan tersebut membuat beberapa orang merasa tidak aman, dan seorang pria imigran berkata: “Kami perlu ekstra hati-hati mengawasi sekeliling; menyadari tempat kami berada, siapa di sekitar, dan pandangan seperti apa yang mungkin mereka punya tentang Islam.”

Baca: Pakar: Sejak 2010, Islam Amerika Telah Jadi Simbol Kebencian

Mereka yang berpenampilan khas Muslim – misalnya mengenakan pakaian seperti hijab – lebih mungkin mengaku telah mengalami diskriminasi. Bahkan, perempuan Muslim lebih mungkin dibanding laki-laki Muslim untuk mengatakan bahwa hidup sebagai Muslim di AS telah menjadi semakin sulit.

Angka semua bentuk diskriminasi tersebut telah bertambah sejak 2007, ketika George W. Bush menjabat presiden, namun sebagian besar telah menurun atau tetap sejak 2011, di bawah rezim Presiden Obama.

Pada saat yang sama, terdapat bukti tumbuhnya dukungan vokal bagi Muslim.

Hampir setengah kelompok responden (49%) mengatakan seseorang telah menyampaikan dukungan kepada mereka karena agama mereka selama satu tahun ke belakang. 

Tidak senang dengan arah perkembangan terakhir

Mayoritas warga Muslim mendukung Hillary Clinton, jadi mungkin sudah diduga bahwa mereka tidak senang dengan orang-orang di puncak pemerintahan saat ini. Namun pengalaman mereka didiskriminasi, dan upaya Presiden Donald Trump untuk membatasi masuknya orang-orang dari beberapa negara Muslim, juga memengaruhi pandangan itu.

Seorang laki-laki berkata: “Ketika larangan bagi Muslim diajukan untuk pertama kali, saya merasa seperti persekusi telah dimulai. Karena kami telah membaca sejarah Eropa dan apa yang terjadi pada orang Yahudi di Jerman.”

Lainnya berkata: “Kami hampir merasakan atmosfer pasca-9/11 karena ada penekanan terhadap minoritas serta pemikiran dan suara minoritas.

Baca: Kelompok Anti-Muslim di AS Meningkat Tiga Kali Lipa

“Orang-orang seperti kelompok alternatif-kanan atau ultrakonservatif pendukung Trump kini dapat kesempatan untuk bersuara lebih lantang, yang dipendam hanya beberapa tahun lalu, dan kini pemikiran mereka tentang Muslim dan minoritas pada umumnya bisa didengar, jadi ketegangan terus bertambah.”

Menjadi lebih liberal

Pandangan Muslim AS tentang homoseksualitas telah berubah dalam satu dekade terakhir. Tahun ini, lebih dari setengah (52%) menyatakan bahwa masyarakat harus menerima homoseksualitas – naik dari 27% pada 2007. 

Kenaikan tersebut disertai dengan lonjakan yang lebih kecil dalam jumlah Muslim AS yang mengatakan terdapat lebih dari satu cara untuk menafsirkan ajaran Islam. Pada tahun 2007, sebanyak 57% setuju dengan pandangan liberal ini; pada tahun ini, angkanya mencapai 64%.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:diskriminasi di AmerikaIslam di Amerikaislamophia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Soal Kemerdekaan Palestina, Syeikh Khalid: Umat Islam Harus Optimistis Raih Kemenangan
Tulisan selanjutnya Dana Haji untuk Infrastruktur, Menag: Harus Sesuai Syariah dan Undang-undang, serta Berhati-hati

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?

Berita
27 Agustus 2026 11:44
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?