Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sri Lanka Negara Asia Pertama Masuk Perangkap Utang China

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Agustus 2017 05:42 5:42 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Agustus 2017 05:42
Bagikan
Menteri Pelabuhan dan Perkapalan Sri Lanka Mahinda Samarasinghe (tengah) bertukar hadiah dengan Wakil Presiden Eksekutif China Merchants Port Holdings, Dr. Hu Jianhua, dalam acara penandatanganan perjanjian pelabuhan Hambantota
Bagikan

Hidayatullah.com–Sri Lanka menjadi negara Asia pertama yang terjatuh dalam perangkap investasi China sehingga dilumpuhkan dengan masalah utang yang parah.

Pemerintah Sri Lanka hari Selasa (25/07/2017) menyetujui penjualan ke China dari saham mayoritas di pelabuhan laut yang mengalami kerugian. Pelabuhan Hambantota ini berada di lokasi strategis.

Sri Lanka melepas saham pelabuhan Hambantota seharga US$ 1,12 miliar kepada perusahaan milik negara China Merchants Port Holdings. Dikatakan Menteri Mahinda Samarasinghe, pelepasan saham pelabuhan tersebut telah mendapat persetujuan dari kabinet Si Lanka untuk menjual 70 persen sahamnya.

Pemerintah menggunakan undang-undang yang keras terhadap tindakan industri untuk menghentikan pekerja yang mogok kerja pekan lalu. Unjuk rasa dilakukan untuk menentang penjualan pelabuhan tersebut kepada China Merchants Port Holdings.

Baca: Muslim Uighur Terus Tertekan, Pemerintah China Tutup Restoran Halal

Pemerintah Sri Lanka kini dalam usaha untuk membayar utang negara itu mencapai US $ 64 miliar, termasuk dengan China US $ 8 miliar.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Ini sekitar 95 persen dari semua hasil pemerintah pergi ke arah pembayaran utang. Hutang dengan China adalah AS $ 8 miliar.

“Banyak warga Sri Lanka merasakan negara itu telah dijual ke China,” kata laporan itu.

Bahkan, penduduk setempat juga menggambarkan uang yang dipinjam dari China itu tampaknya merugikan infrastruktur yang tidak menunjukkan tanda memberi keuntungan, sebaliknya merusak ekonomi Sri Lanka.

Sri Lanka memanfaatkan pinjaman mudah dari China untuk membangun infrastruktur di seluruh negara. China sering menawarkan pinjaman mudah ke beberapa negara untuk membangun infrastruktur, namun dengan harga yang sangat tinggi.

Baca: Pejabat China Dipecat karena Tak Berani Merokok di Depan Penganut Islam

China menggunakan taktik itu dengan mengisi pasar di mana-mana negara yang ditargetkan dengan barang murah. Ini adalah strategi awal dan mudah untuk menjatuhkan produksi lokal dan sektor lain negara itu.

Laporan itu juga mengatakan, China telah membangun pelabuhan, lapangan terbag dan jalan raya besar di negara-negara yang masuk perangkap investasinya. Namun, kontrak proyek tersebut tidak menguntungkan penduduk setempat sebaliknya dinikmati oleh perusahaan kroninya sendiri.

“Semua pelabuhan dan bandara telah dibangun oleh perusahaan-perusahaan China saja,” kata laporan.

Baru-baru ini, China membangun pelabuhan Hambantota dan Bandara Internasional Mattala. Namun, tidak ada penelitian dilakukan sehubungan kewajaran sebelum memulai proyek tersebut.

Tidak ada lalu lintas pada kedua proyek mega itu termasuk mempertimbangkan biaya konstruksi yang lebih tinggi, yan akhirnya ia dinyatakan tidak dapat dibeli.

Visi awal pembangunan pelabuhan Hambantotaa ialah ia akan membawa lebih banyak kapal singgah ke Sri Lanka, dan mengurangi tekanan di pelabuhan Colombo.

Peringkat Sri Lanka yang terletak di jalur laut yang melihat bentuk pengiriman minyak di Timur Tengah, menjadikan alasan utama China tertarik berinvestasi di negara itu.

Baca: 90 Persen Pembeli Properti ‘Forest City’ dari China

Sayangnya, pelabuhan yang menelan biaya lebih dari US $ 1 miliar itu jarang menerima kapal, dan hal serupa juga terjadi pada Bandara Internasional Mattala.

Tidak ada penerbangan internasional yang mendarat di bandara itu, bahkan juga penerbangan domestik yang sangat jarang terjadi.

Ini sekaligus menjadikan bandara itu sebagai aset yang sangat mahal dan tidak terjangkau untuk Sri Lanka.

Para pengritik dalam negeri memperingatkan bahwa penyerahan kekuasaan mayoritas kepada China mengancam keamanan nasional. Sementara Negara tetangga India justru mengeluh mengenai China memperoleh akses ke pelabuhan strategis di negara tetangga dekatnya di Samudera Hindia.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinahutanginvestasi Chinakeamanan nasionalketahananMenteri Mahinda SamarasingheMerchants Port HoldingsNegara AsiaPelabuhan Hambantotapelabuhan lautproduk chinaSri Lanka
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ratusan Ribu Warga Turki Hadiri Solidaritas untuk Masjidil Aqsha dan Muslimin Dunia
Tulisan selanjutnya Putra Mahkota Arab Saudi Terima Tokoh Syiah Iraq Moqtada Al-Sadr

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?