Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Muslim Uighur Dilarang Gunakan Bahasa Ibu

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Agustus 2017 06:29 6:29 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Agustus 2017 06:29
Bagikan
Seorang siswi muslim Uighur di sebuah sekolah
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah di sebuah daerah di Xinjiang, China, melarang Muslim di wilayah itu menggunakan bahasa ibu mereka di sekolah.

Langkah itu diumumkan Departemen Pendidikan di provinsi Hotan melalui pemberitahuan di situs webnya, sebagaimana dikutip Radio Free Asia (RFA), awal pekan ini.

Departemen Pendidikan China mengeluarkan lima butir arahan yang isinya dengan tegas melarang penggunaan bahasa, tulisan, tanda-tanda, atau gambar yang menggunakan bahasa Uighur.

Sekolah harus “bersikeras untuk secara penuh mempopulerkan bahasa umum dan sistem penulisan nasional sesuai hukum, dan menambahkan pendidikan bahasa etnis berdasarkan prinsip dasar pendidikan bilingual”, lapor RFA.

Baca: Muslim China di Uighur Dilarang Pakai Jenggot

Peraturan baru ini akan mulai diterapkan pada semester baru tahun ini. Menurut pemberitahuan terkait, penggunaan bahasa Uighur dilarang dari tingkat prasekolah sampai ke sekolah menengah dengan alasan untuk mempopulerkan sepenuhnya bahasa Mandarin yang menjadi bahasa nasional China.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Semua papan tanda dikawasan sekolah juga tidak bisa menggunakan bahasa penduduk lokal.

Langkah itu merupakan salah satu penindasan terbaru otoritas komunis China terhadap Muslim di wilayah bersangkutan setelah mereka dilarang berpuasa sejak beberapa tahun lalu dan dilarang melakukan sesuatu yang ada hubungannya dengan Islam, termasuk memelihara jenggot, melarang nama-nama Muslim dan melarang puasa bagi pegawai negeri sipil.

Baca: Usaha China Menghapus Identitas Etnis Muslim Uighur

Meskipun pemerintah China mengklaim mengakui 56 etnis minoritas yang berbeda – termasuk orang-orang Uighur – di negara ini, faktanya mereka terus berusaha menindak umat Islam dan terus menciptakan masyarakat homogen di bawah komunisme.

Larangan penggunaan bahasa lokal itu akan berlaku bulan depan, bersamaan dengan semester baru sekolah.

Seorang pejabat mengatakan, buku teks berbahasa Uighur akan diganti dengan buku teks berbahasa Mandarin.

Perkembangan itu disahkan oleh Kongres Uighur Dunia yang mengatakan, larangan itu untuk saat ini akan diberlakukan di daerah Hotan saja. Kedepan tidak menutup kemungkinan ia akan diberlakukan di seluruh Xinjiang yang mayoritas penduduknya keturunan Uighur dan beragama Islam.

Baca: China Larang Muslim Xinjiang Beribadah Puasa

Padahal sebelumnya, dalam Pasal 4 UUD China disebutkan “Semua orang bebas menggunakan dan mengembangkan bahasa dan tulisan, untuk melestarikan kebiasaan’. Sedangkan pada Pasal 121, ‘Pemerintah daerah di China harus membudayakan berbahasa dan menulis dalam bahasa biasa digunakan di daerah itu’.

Anjuran ini dipertegas dalam Aturan Hukum Berbahasa pada Wilayah Otonomi Etnis di China, dalam pasal 10 beleid itu disebutkan ‘Pemerintah menjamin kebebasan warga di daerah itu berbicara dan menulis menggunakan bahasa mereka, buat melestarikan tradisi dan kebiasaan’.

Meski ada embel-embel ‘memperkuat program dwi bahasa’ dalam sekolah, penerapaan kebijakan baru  oleh pemerintah China berniat membunuh bahasa Uighur dari dalam buaian. Ini termasuk genosida budaya.

“Masyarakat internasional tidak boleh membiarkan China menghancurkan bahasa dan budaya kita yang indah, yang telah berkembang selama ribuan tahun,” ujar Presiden Asosiasi Uighur Amerika Serikat, Ilshat Hasan dikutip laman theindependent.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bahasa ibuchinaetnis uighurkomunis ChinaMuslimMuslim UighurMuslim Xinjiangxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amnesti: Thailand Gunakan UU untuk Basmi Kebebasan Pendapat
Tulisan selanjutnya KH Cholil Nafis: Indonesia Tidak Bisa Dilepaskan dari Agama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?