Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Muslim di Barcelona Cemas Respon Anti-Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Agustus 2017 10:06 10:06 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Agustus 2017 11:45
Bagikan
Muslim anti rasis di Barcelona tolak Islamophobia
Bagikan

Hidayatullah.com–Waktu shalat sudah dekat, tapi Raja Miah, seorang imam di sebuah masjid kecil di Barcelona tengah, masih terlihat malas berangkat.

Sejak serangan kembar diluncurkan di Barcelona dan resor di dekat pantai Cambris, yang diklaim sebagai aksi ISIS, komunitas Muslim di lingkungan Raval, ia prihatin dengan sikap anti-Islam (Islamophobia).

“Banyak yang takut,” kata Miah, 23, saat dia duduk di sebuah ruangan kecil di sebuah masjid yang terletak di Raval sementara sekelompok anak-anak di ruangan itu menghiasi Quran, seperti dikutip AFP, Sabtu (19/08/2017).

Raval berada tak jauh di barat Las Ramblas, lokasi terjadinya serangan van maut yang menewaskan 13 orang dan melukai ratusan lainnya, pada Kamis (17/08/2017).

“Sangat mengerikan sehingga mereka tidak berani keluar, hanya segelintir orang yang datang untuk shalat, biasanya 40, tadi malam tidak sampai 15, dan baru 10 pagi yang akan datang untuk shalat,” kata Miah, yang pindah ke Barcelona dari Bangladesh sembilan tahun lAl-.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Baca: Pemimpin Muslim Kunjungan ke Eropa Tolak Terorisme

Partai sayap kanan vokal dan hanya empat persen warga Spanyol menganggap imigrasi sebagai masalah, menurut survei Sociological Research Center (CIS) pemerintah. Namun serentetan serangan di Eropa, semakin meningkatkan timbulnya kebencian.

Tapi terjadinya berbagai serangan teror di Eropa, dan diklaim oleh ISIS, telah meningkatkan serangan bernuansa kebencian. Dari hanya 48 kasus pada 2014, menjadi 534 kasus pada 2015, seperti dilansir kelompok Citizens Platform Against Islamophobia.

Jalanan di Raval yang biasanya ramai dan berisik, terasa sepi pada Sabtu pagi. Hampir setengah penduduk di kawasan ini adalah imigran dari Bangladesh, Pakistan, dan Moroko.

“Orang Spanyol memperlakukan kami dengan baik, mereka menolong kami, membuat kami serasa di rumah sendiri,” kata Miah.

Setelah serangan tersebut, umat Islam khawatir hal itu akan memburuk.

Dari serangan baru-baru ini, 14 orang tewas dan sekitar 100 lainnya cedera dalam serangan tersebut. Menurut polisi dalam sebuah serangan di mana ISIS mengaku bertanggung jawab, melibatkan 12 pemuda, berusia lebih dari selusin, diyakini terlibat dalam dua serangan mobil.

Tapi, hanya beberapa saat setelah serangan di Barcelona, Miah merasakan perbedaan. Dia sempat disetop polisi saat berjalan ke Ramblas. Menurutnya, itu sebetulnya biasa saja, tapi tak urung dia merasa sedih.

Warga lainnya, Islam Zahid, 22 tahun, yang berdagang di Raval, khawatir apa yang terjadi di Prancis, Inggris, dan tempat lain, akan menular ke Raval.

Sekelompok warga Muslim di Barcelona, berkumpul di Ramblas, pada sabtu, untuk menyatakan penolakannya atas tindakan terorisme. “Mereka bukan Islam, mereka teroris, Islam itu damai,” mereka berseru.

Baca: Trump Berkicau tentang Mitos ‘Puluru dan Darah Babi’

Mereka mengatakan tindakan terorisme di Barcelona telah melukai perasaannya. Marzouk Rouj, seorang pekerja konstruksi asal Moroko, mengatakan pelaku termasuk orang barbar.

“Saya sudah tinggal di sini lebih lama ketimbang di negara asal, anak-anak saya sekolah di sini dan saya tak mau orang melihat mereka dengan negatif gara-gara orang barbar itu,” kata Rouj yang bermigrasi ke Spanyol dari Nador di Moroko pada usia 16 tahun.

“Pada akhirnya, Muslimlah yang jadi korban, untuk kematian dan untuk tekanan sosial yang terjadi,” tutur Xantal Genovart, Wakil Presiden Asosiasi Perempuan Muslim Catalan.

Ada 25 persen dari 1,9 juta warga Muslim Spanyol yang tinggal di Catalonia. Tapi kelompok jihad juga ada di sana. Meski begitu, Mounir Benjelloun, Presiden Federasi Entitas Religius Islam Spanyol, masih optimistis. Dia yakin, Spanyol bisa mengatasi masalah itu.

Tanda-tanda optimistis itu pun terlihat di Las Ramblas. Saat sekelompok pengunjuk rasa anti-Islam muncul, mereka sontak diusir warga dari sana. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anti IslamEropaISISislamophobiaMuslim Barcelonapantai CambrisSpanyolterorisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nyai Ahmad Dahlan, Dinilai sebagai Sosok Wanita Maju
Tulisan selanjutnya Artefak Nabi Muhammad Siap Dipamerkan di Patani

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?