Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Eks PM Yingluck Shinawatra Kabur Tinggalkan Thailand

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Agustus 2017 13:35 1:35 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Agustus 2017 13:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Mahkamah Agung Thailand mengeluarkan surat perintah penangkapan atas mantan PM Yingluck Shinawatra setelah mangkir dari sidang vonis kasus subidi beras yang menjadikan dirinya terdakwa.

Berbagai laporan media hari Jumat (25/8/2017) menyebutkan dugaan kuat wanita itu telah pergi meninggalkan Thailand, kemungkinan ke Singapura. Sumber-sumber dari partainya, Puea Thai, mengatakan kepada sejumlah media bahwa dia sudah tidak ada lagi di Thailand.

“Dia pastinya sudah meninggalkan negara ini, kemungkinan besar hari Rabu malam. Dia sekarang berada di Singapura, tetapi saya tidak tahu berapa lama dia akan berada di sana atau ke mana tujuan selanjutnya,” kata sebuah sumber kepada kantor berita Jerman DPA seperti dilansir Deutsche Welle.

Setelah Shinawatra tidak muncul di pengadilan hari Jumat, Mahkamah Agung menunda pembacaan putusan dan mengeluarkan surat perintah penangkapan atas politisi wanita itu. Pengacaranya mengatakan kondisi kliennya sedang tidak baik.

“Pada pukul 8 pagi tim Yingluck mengontak saya dan mengatakan bahwa mereka sudah memberitahu pengadilan dia tidak bisa datang karena menderita ketidakseimbangan cairan dalam telinga,” kata pengacara Yingluck, Norawit Lalaeng, kepada para reporter.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Yingluck dituduh melakukan kelalaian terkait kebijakan subsidi beras, yang disebut dibuat demi kepentingannya mendapatkan dukungan politik lebih banyak dari rakyat.

Lewat skema itu, pemerintahan Yingluck membayar beras petani hingga dua kali harga pasar. Akan tetapi, sebagian besar beras tersebut kemudian tidak dijual, hanya ditimbun begitu saja.

Skema itu menimbulkan kemarahan sebagian pihak di negara yang pernah menjadi pengekspor besar terbesar dunia itu. Menurut Komisi Anti-Korupsi Nasional (NACC), skema tersebut merugikan negara sekitar 4 miliar dolar AS.

Menurut penyelidikan NACC, kebijakan itu disalahgunakan Yingluck untuk merebut suara rakyat, terutama di wilayah-wilayah pendukung Partai Pheu Thai.

Yingluck sendiri menyangkal semua tuduhan dengan mengatakan bahwa skema tersebut semata-mata dibuat untuk membantu petani dalam menghadapi naik-turunnya harga bahan pangan di pasaran. Dan kebijakan seperti itu sudah lama dilakukan di Thailand.

Jika dinyatakan bersalah, Yingluck bisa dihukum hingga 10 tahun penjara.

Oleh karena dia tidak hadir dalam persidangan bulan Maret, dia wajib hadir dalam persidangan 19 Mei, jika mangkir maka akan dikeluarkan surat perintah penangkapan.

Sejumlah pengamat politik menilai inti permasalahan sebenarnya adalah perebutan kekuasaan antara kelompok pendukung pengusaha kakap di Thailand dan kelompok pendukung istana kerajaan-militer. Pihak militer –yang secara de facto sebagai penguasa sesungguhnya di Thailand– ingin menghapus pengaruh Yingluck dan abangnya, bekas PM Thaksin Shinawatra yang kini hidup di pengasingan . Kedua miliuner yang terjun ke politik itu memiliki banyak pendukung, terutama rakyat dari kalangan miskin yang tinggal di bagian utara, barat laut dan tengah Thailand.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya taliban Perang di Afghanistan, Sebuah “Perang Sumber Daya Alam”
Tulisan selanjutnya “Cita Rasa Lidah Eropa Saja Tak Mudah Langsung Diterima…”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?