Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

Anak-anak Raqqa Dihantui ISIS dan Bom Koalisi AS

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Agustus 2017 11:26 11:26 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Agustus 2017 08:55
Bagikan
"Saudaraku belum belajar selama hampir 6 tahun. Sekarang dia kelas 6 dan tidak tahu bagaimana menulis namanya," kata Rashida (Save the Children)
Bagikan

Hidayatullah.com–Di saat serangan pada Kota Raqqa semakin intensif, kisah-kisah horor mengenai penduduk sipil, khususnya anak-anak, yang bertahan di bawah kekuasaan ISIS mulai muncul.

Kelompok ISIS menduduki Raqqa pada Januari 2014, dan kota itu saat ini telah dikepung oleh AS dan Tentara Koalisi Kurdi (SDF). Baru-baru ini serangan-serangan udara yang dilaporkan  telah membunuh lusinan penduduk sipil menyebabkan desakan agar penduduk sipil pergi dari kota itu.

Diperkirakan 18.000 hingga 25.000 penduduk sipil masih terperangkap di kota menurut badan kemanusiaan PBB, OCHA, sementara lebih dari 271.000 telah terpaksa meninggalkan rumah mereka sejak Operasi Euphrates Wrath dimulai pada November 2016. 18 dari 24 desa di Raqqa telah benar-benar kosong.

PBB pada hari Kamis meminta ditundanya pengeboman agar penduduk sipil dapat meninggalkan kota itu.

Sebuah pernyataan dari Save the Children menjelaskan resiko-resiko yang dihadapi oleh mereka yang tetap berada di Raqqa, dari kekerasan karena konflik itu sendiri, hingga terpaksa berpindah dari satu distrik yang dikuasai ISIS ke distrik yang lain, serta kekurangan makanan dan air.

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

Baca: Adu Taktik Strategi di Suriah dan Iraq

Hanya dua pemukiman di Raqqa memiliki toko-toko makanan yang masih berfungsi, sedangkan penduduk seringkali mengandalkan jatah dan suplai makanan yang sebelumnya disimpan.

Air minum dipompa dari sumur dilaporkan telah menyebabkan penyakit diantara mayoritas populasi kota tersebut.

Mayoritas dari mereka yang masih berasa di kota telah sakit, penyakit-penyakit yang disebabkan oleh air terkontaminasi dari sumur.

Listrik hanyalah ada selama dua hingga enam jam sehari di lima dari enam pemukiman yang masih berpenduduk.

Ranjau, serangan udara, tembakan sniper, peluru nyasar dan ancaman terpisah dari keluarga merupakan alasan tertahannya mereka yang ingin pergi, ujar sebuah NGO seperti dilaporkan Middle East Eye pada Senin 28 Agustus 2017.

Anak-anak sangat rentan khususnya terhadap ranjau-ranjau dan alat peledak buatan (IED), serta trauma psikologis.

Sementara banyak dari mereka yang telah pergi mengungkapkan keinginan untuk kembali ke Raqqa, kembalinya penduduk sipil belum dicatat, dan tidak diharapkan terjadi hingga konflik berakhir dan ranjau-ranjau dibersihkan. Banyak yang saat ini tinggal  kamp-kamp pengungsian sekitar.

Baca: Media: AS Bunuh 3100 Warga Sipil Suriah dan Iraq

Anak-anak Raqqa menggambarkan kehidupan brutal yang tidak pernah terpikirkan, menyaksikan eksekusi-eksekusi dan bom sebagai sebuah bagian rutin kehidupan.

“Suatu hari ISIS memenggal orang-orang dan meninggalkan tubuh mereka di jalanan. Kami melihat itu dan aku tidak sanggup menghadapinya. Aku ingin tidur tetapi aku tidak dapat melakukannya ketika ingat apa yang telah aku lihat. Dan aku tidak akam tidur, aku akan tetap bangun karena aku sangat takut. Sekarang aku dapat tidur secara normal karena tidak ada seorangpun yang dipenggal di sini,” kata gadis berumur 13 tahun, Rashida.

Parkiran dan tempat publik lainnya di kota itu telah menjadi lahan eksekusi, dikotori oleh penggalan kepala dan jasad-jasad yang membusuk, tambah Save the Children.

Ditambahkan pula, laporan baru-baru ini mengenai serangan udara yang membunuh lusinan penduduk sipil berarti para keluarga sedang menghadapi sebuah keputusan yang tidak mungkin: menetap dan beresiko terkena bom atau pergi dan beresiko ditembak oleh ISIS atau menginjak ranjau.*>> klik (BERSAMBUNG)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:anak-anakISISKanak-KanakKoalisi ASRaqqaSav the ChildrenSnipersuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Catatan Kekerasan Militer Myanmar terhadap Etnis Rohingya Hari ke 4
Tulisan selanjutnya Dubes RI: Segera Cair, Santunan Korban Crane Jatuh di Masjidil Haram

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?