Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Al Azhar Mesir Mengutuk ‘Kegagalan Hati Nurani Internasional’ terhadap Rohingya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 September 2017 07:40 7:40 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 September 2017 07:13
Bagikan
perjuangan umat islam palestina
Grand Syeikh al Azhar, Syeikh Ahmad Al-Tayyib
Bagikan

Hidayatullah.com— Grand Syeikh Al Azhar Prof Dr Syeikh Ahmad Muhammad Ahmad al- Thayyip mengutuk tindakan kekerasan terhadap minoritas Muslim Rohingya di Myanmar dan meminta organisasi internasional, Negara-negara Arab dan Dunia Muslim campur tangan untuk mengakhirinya.

Dalam sebuah pernyataan yang ditandatangani oleh Syeikh Al Tayyib dan dipublikasikan di halaman Facebook Al-Azhar, otoritas keagamaan paling berpengaruh ini juga meminta Liga Arab, Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Uni Eropa, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan para pengambil keputusan di Arab dan Negara-negara Muslim untuk mengambil semua tekanan politik dan ekonomi untuk memaksa pemerintah di Myanmar untuk menghentikan diskriminasi agama dan rasial kepada etnis Muslim Rohingya.

Baca: Al Azhar Mesir Kecam Serangan Brutal Etnis Muslim Rohingya

Al-Azhar juga meminta semua organisasi internasional dan hak asasi manusia untuk “mengambil prosedur yang diperlukan untuk menyelidiki kejahatan-kejahatan memalukan ini, menginvestigasi mereka yang telah melakukannya, dan menyeret mereka ke Mahkamah Internasional sebagai penjahat perang.”

“Dunia telah menyaksikan selama beberapa hari terakhir laporan yang beredar di media dan media social, gambar mengerikan dan tindakan pembunuhan, pemindahan, pembakaran, genosida, dan pembantaian brutal yang telah menyebabkan pembunuhan ratusan perempuan, anak-anak, pemuda, dan orang tua, yang telah dikepung di Negara Bagian Rakhine di Myanmar, ” demikian bunyi pernyataan tersebut dikutip Ahram Online, Jumat (08/09/2017).

Al-Azhar telah mengutuk kekerasan terhadap minoritas Muslim Rohingnya di Myanmar dan menyerukan organisasi internasional dan negara-negara Arab dan Muslim untuk campur tangan untuk mengakhirinya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Isteri Presiden Erdoğan Kunjungi Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Al-Azhar juga menyebut dunia internasional dan organisasi hak asasi manusia untuk “mengambil prosedur yang diperlukan untuk menyelidiki kejahatan memalukan ini dan melakukan investigasi, selanjutnya menyeret mereka ke Mahkamah Internasional sebagai penjahat perang.”

Dalam dua minggu terakhir sendirian 270.000 kebanyakan warga sipil Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh, menuju kamp-kamp pengungsi yang sudah penuh sesak, kutip PBB kepada AFP.

Banyak orang telah meninggal setelah berusaha melarikan diri, para saksi mengatakan seluruh desa mereka telah dibakar, pasca gerilyawan ARSA meluncurkan serangkaian serangan terkoordinasi pada 25 Agustus 2017, yang kemudian mendorong militer Myanmar melakukan ‘operasi pembersihan’.

Lebih dari 1000 orang mungkin sudah dibunuh di Myanmar, sebagian besar minoritas Muslim Rohingya, kata PBB kepada AFP hari Jumat.

Baca: Panglima TNI Siap Kirim Pasukan ke Myanmar, Kapolri akan Temui Kepala Kepolisiannya

Adegan yang tidak manusiawi dan barbar ini tidak akan terjadi jika”hati nurani global tidak mati,” menurut pernyataan Al-Azhar.

Pernyataan keras Al Azhar terbaru ini menekankan bahwa tuntutan organisasi-organisasi internasional tidaklah cukup.

Ia menambahkan, sikap dunia internasional akan berbeda jika korban genosida ini adalah “Yahudi, Kristen, Buddha, atau agama lain selain Muslim” dimana organisasi-organisasi ini akan bereaksi jauh lebih cepat dan tegas.

Pernyataan disebut Al-Azhar upaya dalam memecahkan konflik di Rakhine dengan membawa berbagai pihak untuk perundingan damai di Kairo awal tahun ini.*

Baca: Poin-Poin Pernyataan Resmi Al-Azhar al Syarif terkait Genosida di Rohingya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al-Azhar al SyarifAung San Suu KyiBangladeshburmaEmine Erdoğanetnis Muslim RohingyaGrand Syeikh Al AzharKekerasan Rohingyamiliter MyanmarMin Aung HlaingmyanmarPresiden Recep Tayyip ErdoganRakhineranjauRohingyaSyeikh Ahmad al- Thayyip
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jet Israel Serang Fasilitas Militer di Hama Suriah
Tulisan selanjutnya Poin-Poin Pernyataan Resmi Al-Azhar al Syarif terkait Genosida di Rohingya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?