Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Karyawan Google Ajukan Gugatan Class Action Diskriminasi Gaji dan Promosi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 September 2017 18:13 6:13 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 September 2017 18:09
Bagikan
Bagikan

Gugatan class action yang diajukan mewakili ribuan pekerja Google di California. Raksasa teknologi itu saat ini masih menjalani pemeriksaan kasus bias gender oleh Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat.

Dalam masalah hukum teranyar yang melilit Google ini, tiga wanita bekas karyawan memasukkan gugatan mereka pada hari Kamis (14/9/2017), menuding perusahaan itu melakukan diskriminasi gaji dan jabatan terhadap wanita.

Menurut penggugat, perusahaan berbasis di California itu memberikan gaji lebih rendah kepada karyawan wanita dibanding pria untuk pekerjaan yang sama. Tidak hanya itu, karyawan wanita cenderung ditempatkan di posisi pekerjaan yang prospek promosinya kurang bagus.

Saat ini sebenarnya Google sedang menjalani pemeriksaan oleh Departemen Tenaga Kerja AS atas tuduhan pembayaran gaji berdasarkan diskriminasi gender. Penyelidikan ini bermula dari audit tahun 2015, yang mendapati bahwa pekerja wanita diupah lebih rendah dibanding para pria di hampir setiap posisi pekerjaan di perusahaan itu.

Tiga wanita yang menjadi penggugat pernah bekerja di bagian yang berbeda di perusahaan Googgle. Mereka memilih berhenti dari pekerjaannya di Google setelah ditempatkan di posisi baru tetapi dengan gaji lebih rendah dibanding sejawat pria.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saya tampil ke muka untuk mengoreksi masalah bias gender yang sudah berurat berakar di Google,” kata Kelly Ellis, salah satu penggugat, dalam pernyataannya seperti dikutip Deutsche Welle.

Ellis berhenti bekerja di Google pada tahun 2014, setelah perusahaan itu mempekerjakan seorang insinyur pria yang memiliki keterampilan dan pengalaman kerja yang sama dengannya, dan orang tersebut diberi posisi serta gaji lebih tinggi, sementara dirinya tidak diberi kesempatan untuk naik jabatan meskipun laporan kinerjanya sangat baik.

Gugatan ini mewakili ribuan pekerja Google di California yang mengalami hal serupa.

“Sementara Google telah menjadi inovator perusahaan teknologi mutakhir, tetapi rupanya perlakuannya terhadap pekerja wanita belum juga memasuki abad ke-21,” sindir Kelly Dermody, salah satu pengacara pihak penggugat.

Google mengatakan akan mengkaji gugatan tersebut, seraya menegaskan keberatan dengan gugatan utamanya.

Jubir Google, Gina Scigliano, mengatakan bahwa tingkat jabatan dan promosi ditentukan oleh sebuah komite yang melakukan penilaian secara ketat dan seksama, dan keputusan yang dibuat harus dipastikan tidak ada bias gender di dalamnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Brazil Temer Dijerat Pasal Mengganggu Proses Hukum
Tulisan selanjutnya Laporan BHRN: Muslim Rohingya Dipersulit di Segala Akses

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP

Berita
21 Juli 2026 19:48
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?