Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Pangeran Charles Enggan Kunjungi Myanmar karena Kekerasan Rohingya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Oktober 2017 09:52 9:52 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Oktober 2017 09:50
Bagikan
Pangeran Charles menyambut kunjungan Aung San Suu Kyi di Clarence House di London, Inggris
Bagikan

Hidayatullah.com–Pewaris Kerajaan Inggris, Pangeran Charles, enggan mengunjungi Myanmar dalam kunjungan resminya ke kawasan Asia Tenggara dan India, yang dijadwalkan akhir bulan ini.

Keputusan tersebut dibuat menyusul insiden kekerasan dan ‘pembersihan etnis’ oleh militer Myanmar dan kelompok aktivis Buddha radikal.

Bulan lalu, media melaporkan bahwa Pangeran Charles akan berhenti di Myanmar dalam kunjungan resminya atas nama pemerintah Inggris.

Namun, Mynmar dicoret dalam jadwal akhir kunjungan yang diumumkan hari Rabu (04/10/2017).

Pangeran Charles dan istrinya, Camilla, hanya akan mengunjungi Singapura dan Malaysia sebelum pergi ke India untuk bertemu dengan Perdana Menteri Narendra Modi.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

“Kami telah meninjau berbagai opsi dan dengan ini kami umumkan bahwa kami akan melanjutkan kunjungan kami ke Singapura dan Malaysia,” kata Wakil Kepala Urusan Luar Negeri dan Persemakmuran, Philip Malone kepada wartawan dikutip Reuters.

Baca: Inggris Berhenti Melatih Militer Myanmar –

Namun, Malone dan asisten kerajaan menolak untuk menjelaskan kunjungan tersebut.

Saat ini, lebih dari 500.000 orang Rohingya telah meninggalkan Myanmar ke Bangladesh selama beberapa bulan setelah militer membakar dan menyerang permukiman mereka, sebagaimana digambarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai contoh ‘buku teks’ tentang pembersihan etnis’.

Bulan lalu Inggris menangguhkan program pelatihannya untuk militer di Myanmar karena kekerasan tersebut, dan hubungan diplomatik kedua negara telah memburuk.

Baca: Akibat Isu Rohingya: Universitas Oxford Copot Gambar San Suu Kyi

Pegiat hak asasi manusia pun menentang kunjungan kerajaan ke negara itu.

“Untuk seseorang seperti Pangeran Charles mengunjungi negara itu akan dipandang sebagai hadiah, dan memberi legitimasi kepada pemerintah serta militer yang saat ini melanggar hukum internasional,” kata Mark Farmaner, direktur Kampanye Myanmar Inggris.

Sementara itu, Pangeran Charles dan Camilla diperkirakan tiba di Singapura pada tanggal 31 Oktober sebelum meninggalkan Malaysia untuk merayakan ulang tahun ke-60 hubungan diplomatik antara kedua negara.

Setelah itu, Charles dan istrinya akan melanjutkan kunjungan 11 hari mereka ke India. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Asia TenggaraBuddhaburmaCamillaIndiaKerajaan Inggrismiliter MyanmarmyanmarNarendra ModiPangeran CharlespembersihanPemerintah InggrisRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Erdogan Kunjungi Iran Bahas Referendum Kurdistan
Tulisan selanjutnya Hamas: Siapapun Berhak Persenjatai Diri Melawan Penjajahan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?