Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Bank Muamalat, Masjid, dan Kebangkitan Ummat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Oktober 2017 10:19 10:19 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Oktober 2017 10:19
Bagikan
Bagikan

Oleh: Iman Ni’matullah

 

SAYA tidak mau berbicara tentang upaya yang sedang dilakukan Bank Muamalat Indonesia (BMI) untuk memperkuat permodalan dengan cara menerbitkan saham baru yang tentu saja, sebagai mana regulasi, pemegang saham lama yang pertama kali ditawarkan karena memiliki Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Termasuk dengan munculnya nama Minna Padi sebagai standby buyer (pembeli siaga), sekali lagi, saya tidak mau membahas tentang ini. Selain karena bukan spoke person, saya juga tidak memiliki kompetensi yang cukup. Saya berbicara sebagai pribadi yang dahulu aktif di gerakan mahasiswa Ekonomi Islam bernama Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI).

Saya hanya ingin menyampaikan testimoni saya tentang komitmen menegakkan Syariah dan peran Bank Pertama Murni Syariah ini untuk menjadi katalisator kebangkitan ummat.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Apa yang menjadi indikator utama penegakkan syariah pada Bank Syariah? Tentu pada ketundukkannya terhadap prinsip syariah terutama dalam transaksi bisnis dan aplikasi nilai syariah dalam culture perusahaan. Acuan prinsip syariah tentu saja Fatwa DSN MUI yang diratifikasi dalam prosedur yang diikuti oleh supremasi kewenangan Dewan Pengawas Syariah (DPS). Ingat, rujukan Bank Syariah adalah fatwa DSN MUI bukan pendapat ulama di media sosial.

Baca: Menyelamatkan dan Mengembangkan Bank Syariah

Sekedar cerita, fakta yang saya lihat adalah setiap pengajuan pembiayaan harus terlebih dahulu dianalisa aspek syariahnya. Bila jelas tidak sesuai dengan prinsip syariah, pembiayaan ditolak. Bila komite pembiayaan ragu, unit bisnis diminta konsultasi dengan para ustadz di unit kerja Syariah Compliance. Bila para ustadz itu juga masih ragu, akan dieskalasi ke para anggota DPS. Jumhur kaum muslimin di Indonesia mempercayai kompetensi kefaqihan KH. Ma’ruf Amin (Ketua Umum MUI) dan Dr. KH. Oni Syahroni (doktor fiqh muqoron jebolan Al-Azhar).

Impact penegakkan syariah itu jadinya memberi kesan ribet dan berbelit bagi nasabah pembiayaan. Tapi bagi insan BMI itu menjadi konsekuensi bersyariah.

“Surga itu dikelilingi dengan hal-hal yang tidak mengenakkan” begitu dawuh Nabi.”

Begitu pun setiap ada inovasi bisnis ataupun pengembangan produk baru, selalu meminta arahan dan opini dari DPS. “Ah, opini DPS juga bisa dipesan dan ditekan oleh Managemen,” begitu kata orang yang di dalam hatinya ada penyakit. Tentu saja segenap insan Bank Muamalat sangat segan dengan keilmuan mereka. Apalagi KH. Ma’ruf Amin adalah Rais Aam Nahdhatul Ulama, salah satu ormas besar di Indonesia. Mana berani?

Baru saja minggu yang lalu saya protes karena ada nasabah yang tak jadi cair pembiayaannya di bulan september. Saat dikonfimasi kepada bagian terkait, ternyata ada beberapa ketentuan akad murabahah yang belum terpenuhi sehingga pencairan harus ditunda.

Baca: Bela dan Beli Bank Muamalat Indonesia

Kesal? Naluri bisnis iya. Tapi nurani saya membenarkan keputusan itu. Naluri bisnis harus kalah oleh nurani. Begitulah faktanya.

Dimulai dari Masjid

Ada yang menarik saat Bapak Ahmad K. Permana memberikan sambutan pertamanya ba’da shalat dua hari setelah RUPS menyetujuinya sebagai Direktur Utama Bank Muamalat.

“Di masjid ini kita memulai langkah kita membangun kembali kejayaan Bank Muamalat,” kata Dirut baru ini lantang.

“Saya bukan Superman. Tapi kita adalah Super Team, ” tambahnya.

Pernyataan mengharukan itu kemudian diwujudkan dengan komitmen memakmurkan Masjid Al-Muamalah. Di dalam Gedung Muamalat Tower yang berlantai 20 ini. Lantai tertingginya didedikasikan khusus untuk masjid. Dengan karpet yang empuk, penyejuk ruangan, tempat wudhu, dan pengeras suara yang berkualitas tinggi. Adzan dikumandangkan ke setiap ruangan hingga terdengar sampai ke cubicle kecil para karyawan.

Ba’da Ashar dibacakan Kitab Riyadhus Shaalihiin oleh Ustadz Akmal, kepala Syariah Compliance. Setiap Rabu ba’da Dhuhur ada ustadz yang diundang untuk kajian, agar para karyawan antusias hadir tepat waktu mereka disiapkan makan siang hanya Rp. 10.000 per-paket. Harganya murah sebab disubsidi oleh kas masjid.

Kegiatan qiyamullail berjamaah juga dilakukan secara berkala baik di kantor pusat ataupun di cabang seluruh Indonesia. Pada moment tertentu, direksi bahkan meminta pengurus masjid mengadakan qiyamullail untuk mendoakan Bank Muamalat.

Meskipun di setiap lantai ada mushalla, para direksi berkomitmen shalat berjamaah di masjid lantai 20,  mereka ingin menunjukkan komitmen bahwa masjid adalah pangkal kejayaan.

Baca: Pangsa Pasar Syariah yang Manalagi?

Saya  sangat bahagia ketika shalat Ashar, Direktur Utama BMI berdiri paling depan sebagai imam. Saat shalat Maghrib, direktur compliance didaulat menjadi imam. Masya Allah, bacaannya sangat merdu dan memenuhi kaidah tajwid. Sebagai alumni pesantren di Banten, penulis bisa mengidentifikasi kualitas bacaan Pak Direktur ini. Beliau menguasai kaidah ikhfa, beda mad thabi’i dengan mad wajib muttashil, tarqiq dan tafkhim, qolqolah kubro yang dipraktekkan oleh Pak Direktur ini sangat fasih ketika Surat Atthaariq dibacakan pada rakaat pertama.

Saya tidak terlalu merisaukan isu yang beredar di media sosial yang kebanyakan hoax soal BMI. Karena begitu banyak fakta-fakta di lapangan yang begitu menyejukkan.

Penulis sendiri bekerja di bagian khusus yang didedikasikan untuk mengembangkan elemen ekonomi ummat. Mereka sedang membangun kemandirian, membuat berbagai inovasi untuk kemashlahatan ummat. Bank Muamalat begitu antusias menjadi pelayan dan katalisator kebangkitan ummat.

Apa yang harus dimengerti oleh kita adalah Undang-Undang No. 21 tahun 2008 telah mengatur pada pasal 24 bahwa  Bank Syariah dilarang melakukan  kegiatan  usaha  yang bertentangan  dengan Prinsip Syariah. Bagi siapa saja baik direksi, komisaris, maupun pemegang saham yang mengabaikan larangan ini akan terkena sanksi pidana.

Bagi para pembaca yang masih tega menebar berita hoax dan mengghibah saudara sendiri yang sedang berjuang mensyiarkan nilai ilahiyah, sebaiknya  berhenti mencaci maki kegelapan, lebih baik menyalakan secercah cahaya untuk menerangi mereka yang terjebak gulita.*

Penulis mantan Presidium Nasional Forum Shilaturrahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) (2004-2005)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bank konvensionalBank Muamalat Indonesiabank syariahBMICapital Adecuacy Ratio ROACARekonomi IslamEkonomi SyariahForum Shilaturrahmi Studi Ekonomi IslamFoSSEIOJKPADIPasar Syariahpembeli siagaperbankan syariahperusahaan publikPT Mina Padi Investana Sekuritas TbkReturn on AssetReturn on Investmentstandby buyersyariah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya muhammadiyah aid Turki Berencana Buat Rumah untuk Umat Islam Arakan
Tulisan selanjutnya Berlaku Adil dengan Sikap Pertengahan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?