Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Presiden Duterte Ingin Perbaiki Hubungan dengan Gereja Katolik Filipina

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Oktober 2017 06:35 6:35 am
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Oktober 2017 05:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Filipina Rodrigo Duterte berusaha memperbaiki hubungannya dengan gereja Katolik akibat ketegangan kedua bela pihak selama ini.

Minggu lalu Presiden Duterte mengatakan bahwa dia ingin mengembangkan hubungan baik dengan para pemimpin gereja “selama kita mendengarkan satu sama lain.”

“Semua baik saat anda mendengarkan orang lain,” kata Duterte saat menghadiri pemakaman Kardinal Ricardo Vidal dari Cebu pada 23 Oktober dikutip Ucanews.

Kardinal Vidal, yang bangkit  melawan kediktatoran Ferdinand Marcos selama “revolusi kekuatan rakyat” pada tahun 1986, meninggal pada 18 Oktober.

Ketika Duterte memenangkan pemilihan presiden tahun lalu, mendiang kardinal menggambarkan dia sebagai “orang baik” dan “mudah untuk berbicara dengan siapa saja.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Presiden Rodrigo Duterte: “Saya Percaya Satu Tuhan Allah, Titik!

Ketika uskup dan imam lainnya mengkritik presiden karena perang yang dia mulai melawan obat-obatan terlarang yang mengakibatkan terbunuhnya ribuan pengguna dan pedagang arkoba, Kardinal Vidal meminta umatnya  untuk tetap berdoa bagi presiden, suka atau tidak.

Pada bulan Februari, mantan Uskup Agung Cebu tersebut mengatakan, “harus ada pemahaman antara pemerintah dan gereja.”

Dalam sebuah pernyataan pada 23 Oktober, Duterte mengatakan, “[ada] hubungan baik antara saya dan gereja dan masyarakat.”

“Kita semua perlu untuk berbicara,” katanya, menambahkan bahwa ia menghadiri pemakaman Kardinal Vidal “karena, pertama dan terutama, ini adalah kewajiban saya sebagai anggota Gereja Katolik.”

Sebelum terpilih menjadi presiden, Duterte telah mengobarkan perang melawan para pemimpin gereja. Ia pernah menyebut para uskup sebagai anak pelacur dan menuduh Gereja Katolik sebagai sarang kemunafikan.

Beberapa saat sebelum dilantik jadi presiden terpilih, Duterte pernah mengatakan meski dirinya seorang penganut Kristen, dia juga seorang realis yang hirau akan masalah populasi. Untuk itu, dia ingin menerapkan kebijakan yang membatasi setiap keluarga untuk memiliki tiga anak saja.

“Saya hanya mau tiga orang anak di setiap keluarga,” kata Duterte sebagaimana dilansir Reuters, Senin (23/5/2016).

Baca: Presiden Duterte Gelari Kampus Oxford sebagai Orang Bodoh

“Saya seorang penganut Kristen, tapi saya juga seorang realis jadi kita harus melakukan sesuatu terhadap kelebihan populasi yang kita alami. Saya akan menentang opini atau kepercayaan dari Gereja,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Katolik yang dianut 80 persen penduduk Filipina, penggunaan kontrasepsi untuk membatasi angka kelahiran terlebih praktik aborsi adalah sesuatu yang dilarang. Sehingga penerapan pembatasan jumlah anak dapat dianggap bertentangan dengan ajaran tersebut.

Tak sedikit pernyataan Mantan Wali Kota Davao yang memberikan pernyataan kontroversial yang dianggap menyinggung perasaan umat Katolik Filipina.

Ia juga pernah mengatakan dirinya tak perlu menganut suatu agama untuk menunjukkan iman kekristenannya. “Saya punya iman yang mendalam kepada Tuhan tetapi bukan berarti Anda harus memiliki agama, Anda harus ikut-ikutan, dimana Anda harus mendapat pesan dari ini dan itu,” katanya.

Ia menambahkan dirinya tak perlu mengungkapkan dosa-dosanya kepada manusia dan meminta pengampunan. Karena manusia bukan Tuhan yang sanggup mengampuni dosa. “Siapa Anda yang bersedia mendengarkan dosa-dosa saya dan memberi saya pengampunan dosa. Anda bukan Tuhan,” lanjutnya.

Akibat panasnya hubungan dengan uskup Katolik negara tersebut dan kelompok agama lainnya mengeluarkan pernyataan yang mengecam perang pemerintah melawan obat-obatan terlarang.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:angka kelahiranDutertegerejaKardinalkatolikKatolik FilipinakontrasepsiPresiden FilipinaRodrigo Duterteuskup
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peduli Rohingya, GBC Distribusikan Ratusan Paket Bahan Makanan
Tulisan selanjutnya Pangeran Salman Ingin Ada Perubahan di Arab Saudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?