Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Cegah Kekerasan dalam Pendidikan, ini Langkah Koordinasi Pemerintah-KPAI

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 7 November 2017 07:28 7:28 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 7 November 2017 07:26
Bagikan
[Ilustrasi] Hentikan kekerasan dalam pendidikan.
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dalam upaya mencegah terjadinya lagi kekerasan dalam dunia pendidikan.

KPAI bersama perwakilan KPPPA mendatangi Kemdikbud di Jakarta, Senin (06/11/2017), sebagai langkah koordinasi menyikapi kasus-kasus kekerasan terhadap pelajar di Indonesia ini.

Kasus yang baru-baru ini menghebohkan tanah air adalah terjadinya pemukulan terhadap seorang pelajar oleh seorang pria. Video kekerasan itu menyebar luas di media sosial.

Dalam pertemuan selama sekitar 45 menit itu, KPPPA-Kemendikbud-KPAI lebih membahas soal pencegahan kekerasan dalam pendidikan di masa mendatang.

Baca: Viral Video Murid Dipukuli, Kemdikbud-Kemen PPPA-KPAI Gelar Rapat

“Kemdikbud menggunakan istilah ‘Sekolah Aman’, sedangkan Kementerian PPPA menggunakan istilah ‘Sekolah Ramah Anak (SRA)’. Sinergi pihak terkait akan dikuatkan,” ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, kepada hidayatullah.com di Jakarta, semalam melalui pernyataan tertulis.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Pihak Kemdikbud pun mengusulkan ada grup WhatsApp yang anggotanya terdiri dari Kemdikbud, KPPPA, dan KPAI. “Tujuan grup tersebut adalah untuk memudahkan koordinasi terkait berbagai pengaduan kekerasan di pendidikan yang diterima KPAI agar segera dapat diselidiki dan ditindak,” jelasnya.

Selain itu, pihak Kemdikbud dan KPPPA akan berkoordinasi dengan daerah terkait kekerasan atas pelajar dalam sebuah video mem-viral yang katanya menurut kabar tidak dilakukan oleh guru, tetapi oknum orangtua siswa.

“KPAI menyayangkan orangtua bisa masuk ke dalam sekolah bahkan ke dalam kelas dan memukuli siswa (jika benar begitu, Red). KPAI mempertanyakan bagaimana ‘sekolah aman’ bagi anak didik. Namun, karena Kemdikbud juga belum tahu kebenaran kejadian dan lokasi kejadian dalam video tersebut, maka masih akan dilakukan penyelidikan dahulu terhadap video tersebut,” ungkap Retno.

Selanjutnya, baik KPAI, Kemdikbud, maupun KPPPA, sepakat akan meminta bantuan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk bisa melacak lokasi kejadian dalam video tersebut.

Pertemuan itu juga membahas kasus kekerasan dalam dunia pendidikan yang terjadi di sebuah SMPN di Kota Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung, beberapa waktu lalu. Kasus ini jelasnya berbeda dengan kasus pada video murid dipukuli yang mem-viral.

Baca: KPAI: Video Viral Murid Dipukuli Tak Terkait Kekerasan di Pangkal Pinang

KPPPA pun katanya akan berkoordinasi dengan Dinas PPA Kota Pangkal Pinang, agar anak korban yang mengalami kekerasan dan sudah berdamai tersebut dapat diberikan pemulihan psikologis jika ananda membutuhkannya.

“Pihak Kemdikbud juga sepakat bahwa kekerasan di pendidikan tidak diperkenankan terjadi meskipun untuk mendisiplinkan siswa.  Menurut Dirjen Dikdasmen Kemdikbud, jika ada oknum guru melakukan kekerasan pada anak, maka akan diproses sesuai peraturan perundangan yang berlaku, termasuk dicabut tunjangan profesinya,” pungkas Retno.

Diketahui, baru-baru ini beredar secara viral sebuah video yang memperlihatkan seorang pria melakukan tindakan kekerasan bertubi-tubi terhadap seorang pelajar.

Dalam video itu, pelaku yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya tersebut menghajar seorang pelajar di dalam ruangan kelas secara beruntun. Para pelajar lain hanya bisa menyaksikan kekerasan di depan mata mereka itu. Saat seorang pelajar tampak hendak melerai kekerasan itu, ia malah juga kena hajar oleh pelaku. Diduga kekerasan ini terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bangka Belitungguruguru killerkekerasankekerasan di sekolahkekerasan dunia pendidikanKemdikbudKemen PPPAKementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan AnakKementerian Pendidikan dan KebudayaanKomisi Perlindungan Anak IndonesiaKomisioner KPAI Bidang PendidikanKota Pangkalpinangkpaimurid dipukul gurupelajar dipukulpenganiayaanPontianakRetno Listyartivideo guru pukuli murid
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelaku Teror Gereja First Baptist di Sutherland Mantan Pengajar Alkitab
Tulisan selanjutnya Gallup: Rakyat Finlandia Menolak Negaranya Masuk NATO

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?