Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Hariri Mengatakan Iran Bersalah atas Krisis Libanon, Berjanji Pulang ‘Segera’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 November 2017 13:15 1:15 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 November 2017 13:15
Bagikan
Perdana Menteri Libanon, Saad Al-Hariri
Bagikan

Hidayatullah.com–Dominasi Hizbullah di Libanon atas perintah Iran adalah penyebab krisis politik di negara itu dan pengunduran dirinya sebagai perdana menteri, kata Saad Hariri dalam sebuah wawancara TV yang emosional pada hari Ahad malam seperti dikutip Arab News, Senin (13/11/2017).

“Saya tidak menentang Hizbullah sebagai partai politik tetapi  Hizbullah seharusnya jangan jadi penyebab kehancuran Libanon,” kata Hariri.

Dia juga mengatakan ia akan kembali ke Libanon “segera,” dan bahkan mungkin membatalkan pengunduran dirinya jika milisi Syiah – Hizbullah menghormati kebijakan Libanon yang menjauhi konflik regional.

Hariri berhenti dari jabatannya pada tanggal 4 November di Riyadh, sebab adanya pengaruh Iran di Libanon. Dalam wawancara dengan Future TV, dia mengatakan itu adalah keputusannya sendiri, dan tujuannya adalah untuk membuat “kejutan positif” yang akan menarik perhatian Libanon akan bahaya yang dihadapi negara itu.

Baca: PM Libanon Saad al-Hariri Mengundurkan Diri

Raja Salman memperlakukannya seperti anaknya sendiri, kata Hariri, dan ia menaruh rasa hormat kepada Putra Mahkota Muhammad bin Salman. Dalam wawancara TV itu, yang disiarkan dari Riyadh, dia mengatakan stabilitas Libanon adalah hal yang penting bagi mereka berdua. Arab Saudi melebihi dari negara lain yang telah membantu Libanon setelah perang dengan Israel pada tahun 2006, katanya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Libanon adalah negara kecil dan harus  menjadi non-blok, dan Arab Saudi selalu mengharap yang terbaik bagi Libanon. Apa yang akan terjadi pada 400.000 warga Libanon yang ada di negara-negara Teluk jika kami masuk dalam poros tertentu?” katanya.

“Iran harus berhenti mencampuri urusan negara-negara Arab dan kami menolak untuk diambilalih oleh Iran untuk masuk dalam poros melawan negara-negara Arab. Saya tidak akan tertarik membangun hubungan dengan rezim Suriah, yang tidak menginginkan saya. Itulah hal-hal yang harus diluruskan untuk menjaga Libanon jauh dari konflik regional.”

Hariri mengakui bahwa ia telah kehilangan popularitas di kalangan rakyat Libanon ketika ia menyetujui penyelesaian politik bagi pemerintahan konsensus dengan para menteri dari Syiah-Hizbullah, “tapi pihak-pihak lain tidak semangat dengan komitmen mereka. Saya tidak bisa menjadi satu-satunya orang yang membuat konsesi sementara pihak-pihak lainnya melakukan apapun yang mereka inginkan.”

Hariri mengatakan ia telah mengunjungi Uni Emirat Arab pekan lalu untuk menjelaskan kepada Sheikh Muhammad bin Zayed Al-Nahyan, putra mahkota Abu Dhabi, tentang posisinya dan perlunya untuk melindungi Libanon. Dia menggambarkan pertemuan mereka sebagai “penuh persaudaraan dan positif.”

Baca: Komandan Tinggi Militer Hizbullah Terbunuh di Suriah

Dia juga membantah bahwa ia punya hubungan dengan investigasi anti-korupsi yang diluncurkan di Arab Saudi pekan lalu.

“Saya berharap kami bisa melawan korupsi di Libanon seperti yang sedang Arab Saudi lakukan, tetapi kampanye anti korupsi di Arab Saudi adalah urusan internal Saudi yang kami tidak ada hubungannya dengan itu. Saya belum mengalami apa pun terkait dengan interogasi dalam konteks kampanye anti korupsi di Arab Saudi.”

Hariri mengatakan kekhawatirannya dirinya akan dibunuh, seperti ayahnya Rafiq Hariri, tetapi ia masih bebas untuk kembali ke Libanon. “Saya bebas untuk perjalanan besok jika saya ingin. Saya akan kembali ke Libanon dalam beberapa hari.”

“Saya tidak peduli dengan jiwa saya — yang penting bagi saya adalah Libanon tetap aman.”/Abd Mustofa

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HizbullahiranLibanonMichel Aounmilisi SYiahNegara Arabpembunuh bayaranpembunuhanRafik al-HaririRafiq HaririSaad al-HaririsyiahTimur Tengah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Driver Ojol: Ustadz Bachtiar Natsir Bagus Kok, Kenapa Dilarang?
Tulisan selanjutnya Putusan Perkara Buni Yani Dinilai Dipaksakan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?