Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bilal Philips Gugat Dai Malaysia 3 Milyar atas Tuduhan Pencemaran Nama Baik

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 November 2017 18:26 6:26 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 November 2017 15:29
Bagikan
Dr Bilal Philips menggugat 1 M dai Malaysia karena mencemarkan nama baiknya
Bagikan

Hidayatullah.com—Ini pelajaran penting pengguna media sosial agar tak menuduh orang sembarangan karena bisa berujung pengadilan. Seorang dai terkenal asal Kanada Dr Bilal Philips, mengajukan tuntutan sebesar RM1 juta (sekitar Rp 3 M) terhadap pengkhotbah kontroversial Malaysia, Dr Zamihan Mat Zin (41) dengan tuduhan pencemaran nama baik  karena dinilai menfitnahnya  melalui sebuah akun Facebook setahun yang lalu.

Bilal Philips yang pernah tercantum dalam daftar 500 Tokoh Islam Berpengaruh tahun 2017 menyebut Zamihan sebagai satu-satunya terdakwa dalam kasus yang diajukan pada 28 September tahun ini di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur.

Zamihan disebut telah menulis melalui akun Facebook, dan melabeli Dr Bilal Philips sebagai ‘pendukung terorisme internasional’ kutip freemalaysiatoday.

Kasus tersebut didengar di pengadilan hari Kamis (16/11/2017) dengan diwakili pengacaranya, Meor Amir Meor Omar Baki, kutip laman

Tuntutan hukum terhadap Zamihan terjadi sehari setelah Pengadilan Banding di Putrajaya menolak banding keputusan Pengadilan Tinggi Shah Alam bulan April.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dr Zamihan dikenal sebagai penceramah kontroversial. Ketua Organisasi Ahlus Sunnah Waljamaah (Aswaja) Malaysia ini ditangkap polisi pada bulan Oktober 2017 lalu,  dengan dakkwaan hasutan setelah mengkritik Sultan Johor, Sultan Ibrahim Iskandar dalam sebuah ceramah agamanya.

Zamihan pernah Mufti Perlis Dr Mohd Asri Zainul Abidin dengan sebutan ‘Mufti Anjing’ selepas  profesor di fakultas pengkajian Islam Universiti Sains Malaysia mengeluarkan pernyataan Islam tidak melarang umatnya memelihara anjing. Ia juga pernah memberi stigma Dr Maza –demikian sapaan akrab Dr Asri Zainul Abidin– dengan tuduhan ‘beraliran Wahabi’ dan ‘mendukung terorisme’, setigma yang juga kerap digunakan sembarangan di Indonesia.

Baca:  Dr. Bilal Philips: Perbaiki Umat dengan Pendidikan

Selain, Dr Maza, Mufti Wilayah Persekutuan Dr Zulkifli Mohamad juga pernah menjadi sasaran Zamihan dalam presentasinya ke Dewan Agama Islam Selangor (MAIS) berjudul “Mufti Wilayah Federal dan hubungannya dengan Wahabi” pada bulan Juni.

Kompensasi Rp 3 M

Dalam pernyataannya Dr Bilal Philip,  mengatakan dirinya telah memeluk Islam sejak tahun 1970-an dan berbicara di berbagai tempat di seluruh dunia dan menulis lebih dari 50 buku-buku Islam.

Bilal  pernah dijuluki Dewa Gitar di negerinya, Kanada.  Namun di puncak kepopulerannya, ia merasa gelisah dan memutuskan mengasingkan diri dari hiruk-pikuk musik negerinya dan menyusul sang ayah yang juga tenaga ahli di Canadian Colombo Plan berpindah ke Malaysia, menjadi penasihat menteri pendidikan. Di negeri jiran itu, ia dikenal sebagai “Jimi Hendrix dari Sabah”.

Baca: Universitas Islam Online Internasional Segera Hadir di Indonesia

Tapi setelah memeluk Islam pada tahun 1972, ia meletakkan gitarnya untuk selamanya. Ia justru menyerukan agar kaum Muslim sesedikit mungkin mendengarkan petikan gitar, karena “terlalu banyak musik akan menutup hati dari seruan Allah.”

Setelah memeluk Islam, ia menerima gelar B.A dari Universitas Islam Madinah (UIM) di jurusan Ushuluddin dan melanjutkan studi di Riyadh di King Saud University hingga mendapatkan gelar MA. Sambil menyelesaikan kuliah, di King Saud, ia juga menjadi  pembawa acara  Why Islam di stasiun televisi Saudi, Channel Two.

Gara-gara pasang fitnah seperti ini di FB, bisa digugar 3 Milyar

Setelah berhasil meraih gelar MA-nya, Bilal bekerja di departemen agama markas besar Angkatan Udara Arab Saudi di Riyadh saat  “Perang Teluk” dengan tugas mengajar tentang agama Islam pada pasukan AS di basis-basis militer mereka di Bahrain dan di provinsi bagian timur Arab Saudi.

Tahun 1990 ia melanjutkan studi dan mendapatkan gelar Ph.D dari Wales University. Tahun 1994, ia pindah ke Uni Emirat Arab atas undangan Syaikh Salim Al-Qasimi dan bergabung dengan lembaga amal Dar Al Ber di Dubai serta  membentuk Pusat Informasi Islam yang sekarang dikenal dengan nama “Discover Islam” di Karama.

Setelah sukses mendirikan Pusat Informasi Islam, ia membentuk sebuah departemen percetakan Dar Al Falah untuk menerbitkan literatur-literatur Islam dalam berbagai bahasa untuk memberikan edukasi tentang ajaran Islam bagi masyarakat non-bahasa Arab.

Pria yang sering diundang mengisi acara keagamaan  seperti  Peace TV,  Huda TV dan  The Deen Show, Chicago ini membuka program perguruan tinggi Islam berkelas internasional yang berbasis internet bernama  Islamic Online University (IOU), berbasis di Qatar. Di Indonesia, IOU menggandeng Ustad Yusuf Mansur, pendakwah yang dikenal dengan ceramah sedekah.

Dala gugatannya, Bilal mengklaim Zamihan telah mengunggah di status Facebook tanggal 26 November, di mana menampilkan foton dirinya dengan tulisan “pendukung teroris internasional” dan informasi terkait acara di Perlis pada bulan Desember tahun lalu.

Bilal Philips mengatakan bahwa tuduhan itu jelas salah, memfitnah dan tanpa dasar. Ia mengatakan, selama ini dalam berbagai ceramahnya ia selalu mempromosikan perdamaian dan pemahaman tentang agama dan menolak kekerasan yang dilakukan atas nama agama.

Karenanya, Bilal Philips menuntut ganti rugi sebesar RM1 juta (setara dengan Rp 3 M). Selain itu, ia juga menuntut pelaku meminta maaf di  media massa dan tidak mengulangi pernyataan berbau fitnah tersebut.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahlus Sunnah WaljamaahASWAJABilal Philipsdewa gitarDr MazafacebookfitnahMalaysiaMufti PerlisPencemaran Nama BaikstigmaterorismeUIMUniversitas Islam MadinahwahabiZamihan Mat Zin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wartawan Sudan Menentang Undang-Undang Baru yang ‘Batasi Kebebasan Pers’
Tulisan selanjutnya 400 Anak Palestina di Bawah Umur Ditahan di Penjara Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?