Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Muslim Azerbaijan: Mayoritas tapi Lupa Shalat [3]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 November 2017 04:48 4:48 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 November 2017 15:35
Bagikan
Masjid terbersar di Azerbaijan
Bagikan

Sambungan artikel KEDUA

 

Meski 90% penduduknya adalah Islam, namun praktik-praktik keagamaan yang berkaitan dengan Islam hampir sulit ditemukan, termasuk susahnya mencari masjid.

Atas izin Allah, kami dipertemukan dengan seorang Imam Masjid di sebuah kota di Azerbaijan. Dalam obrolan kecil, Ia meminta doa agar muslim di Azerbaijan dikuatkan dalam memulai pendidikan Islam.

“Usia Azerbaijan masih sangat muda, merdeka baru 20-an tahun. Kami lama dijajah Rusia, lalu Komunis Soviet 70 tahun : masjid ditutup, tidak ada shalat, tidak ada pendidikan agama, tidak ada mengaji, karenanya kami berharap doa saudara kami muslim di Indonesia semua agar kami dapat menjalankan agama dengan baik,” pungkasnya.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Mayoritas Sunni, Dipengaruhi Syiah

Di Kota Baku, masjid susah ditemukan. Di kota ini, hanya ada beberapa masjid. Berbeda jauh ketika saya ke Turki. Walau masih memilih sekularime, banyak masjid mudah ditemukan dan kumandang adzan terdengar dimana-mana.  Bahkan di musim dingin, pemuda-pemuda muslim Turki mudah ditemukan shalat Subuh berjamaah.

Sedang di Ibu Kota Azerbaijan, masjid susah ditemukan, bahkan di termasuk pusat-pusat kota. Pertama kali shalat malah bukan di Kota Baku, tapi di Kota Gabala Azerbaijan,  3 jam dari Baku.

“Di sana, ada 4 majid besar, semuanya masjid sunni, “ ujar seorang Imam Masjid Baru Gabala menceritakan.

Baca: Muslim Azerbaijan Kembali Desak Pencabutan Larangan Jilbab

Gabala adalah kota mayoritas, hampir 100 sunni, terletak di utara Azerbaijan, dekat dengan Rusia dan Georgia.

Pertama kali  shalat berjamaah Subuh di Gabala,  jamaah hanya ada 1 shaf. Shalat magrib di masjid terbesar di Gabala, bahkan Cuma 2 saf.

Menurut imam masjid,  semua penduduk Azerbaijan tidak diajari agama sedari kecil, karena terlalu lama dijajah rezim komunis.

Saya sempat nanya petugas museum. Di mana tempat shalat (namash – bahasa setempat)? , “Di tempat umum ga ada,” ujarnya pendek.

Akhirnya saya minta disediakan tempat shalat. Rupanya, dia kebingungan. Katanya, orang di sini tidak pernah shalat. Dia sempat bertanya, “berapa lama waktu shalat?”  Rupanya, dia sendiri juga tidak pernah shalat, meski mengaku Islam.

“Udah di hotel aja,” ujar petugas setelah susah mencari tempat untuk shalat para tamu rombongan dari Indonesia.

Baca: Pencitraan Syiah Safawi dalam Film “Abad Kejayaan”

Suatu saat saya di Old Town, yang bertepatan dengan hari Jumat. Saya berusaha bertanya letak masjid kepada seorang tukang teh.

“Jam berapa shalat Jumat di tempat ini?”

Rupanya tukang tehnya bigung. “Saya nggak tau, karena nggak pernah shalat. Coba saya tanya dulu ke teman saya,” ujarnya.

“Sekitar jam setengah dua,” katanya setelah ia berusaha bertanya kepada orang-orang di sekitarnya.

Sebagaimana diketahui, di daerah Old Town, ada Masjid Muhammad  yang dibangun tahun 1078. Hanya saja saat saya kunjungi,   rumah Allah ini sudah jadi peninggalan sejarah dan tidak dibuka untuk ibadah.

Azerbaijan Utara, menurut Imam Masjid, mayoritas Sunni, berbeda dengan Azerbaijan selatan yang mayoritas Syiah karena berbatasan langsung dengan Iran.

Sekedar catatan, Azerbaijan dulunya, menjadi tempat perebutan pengaruh antara Dinasti Safawi yang Syiah dengan Utsmani yang Sunni. Walau sebelumnya 100 % Sunni karena merupakan daerah Turki Saljuk. Meski mayoritas Sunni, saat ini secara perlahan pengaruh Syiah terus berjalan di Azerbeijan. Dibutuhkan dai-dai Indonseia yang tangguh untuk mengembalikan identitas umat Islam Azerbeijan.*/Rizki Lesus, wartawan Alhikmah, founder Jejak Islam untuk Bangsa (JIB)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AzerbaijanEropa TimurKH Imam ZarkasykomunisKota BakuKota GabalamajusiMuslim AzerbaijanNamashNegara ApiOld TownPondok GontorshalatsunnisyiahThe Land of FireTurkiUni SovietZoroaster
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zakat Perusahaan, Bagaimana Menghitungnya?
Tulisan selanjutnya Korupsi, FIFA Beri 3 Pejabat Sepakbola Amerika Latin Hukuman Seumur Hidup

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?