Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Imam Syafi’i, Ulama Hebat dari Kaum Quraisy

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Desember 2017 13:35 1:35 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Desember 2017 13:35
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

IMAM Muslim Az-Zanji berkata, Nabi Muhammad pernah berdoa, “Ya Allah ya Tuhanku, hadiahkanlah bangsa Quraisy seorang ulama dari kalangan mereka sendiri yang akan melimpahi permukaan bumi ini dengan ilmu pengetahuannya.”

Kemudian Imam Muslim Az-Zanji berkata lagi, “Baginda juga pernah bersabda bahwa akan ada seorang alim ulama dari kalangan kaum Quraisy yang ilmunya memenuhi muka bumi ini. Saya yakin orang yang dimaksudkan dalam hadits itu adalah Syafi’i.”

Ia begitu yakin Syafi’i adalah orang yang dimaksud dalam hadits itu karena berasal dari keturunan Quraisy. Nasabnya bertemu dengan nasab Nabi Muhammad Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam. Setelah Rasulullah dan para sahabat meninggal dunia, baru sekarang muncul seorang yang begitu alim dari keluarga kaum Quraisy.

“Saya setuju dengan kata-kata tuan,” dukung Imam Ismail Al-Kustantani. “Ia (Syafi’i) dilahirkan untuk menjadi seorang ulama yang hebat. Sejak berumur sembilan tahun sudah menghafal Al-Qur’an. Kemudian ia juga menghafal ratusan hadits. Oleh karena itu, saya yakin kalau ia akan menjadi ulama hebat suatu hari nanti.”

“Sekarang pun ia sudah menjadi ulama yang hebat. Walaupum umurnya masih muda, guru-gurunya memberikan kepercayaan kepadanya untuk mengajar dan memberi fatwa. Penghormatan seperti itu belum pernah diberikan kepada seorang anak muda yang umurnya baru belasan tahun,” kata Abdul Rahman bin Abu Bakar, guru fikih Syafi’i.

Baca Juga

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah
R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

“Berbanggalah kaum Quraisy karena memiliki keturunan seperti Imam Syafi’i. Ilmunya akan memenuhi muka bumi, pengikutnya akan berjumlah banyak, dan namanya akan masyhur,” puji Imam Muslim Az-Zanji pula.

“ Jika berbicara tentang fikih, Imam Syafi’i adalah orang yang sangat mengerti ilmu Fikih dibandingkan dengan orang lain. Dan jika berbicara tentang bahasa Arab, ia juga lebih mengetahui bahasa Arab daripada orang lain. Bahkan jika berbicara tentang syair, ia adalah penyair hebat yang tidak ada tandingannya,” puji Yunus bin Abdul A’la, seorang ahli bahasa Arab.

Abdul A’la berkata lagi, “Jika Imam Syafi’i berceramah atau mengajar ilmu agama, banyak ahli bahasa dan penyair terkemuka menghadiri kuliahnya. Ini disebabkan bahasa yang diucapkannya adalah bahasa yang baik. Lidahnya fasih dalam menuturkan kata-kata. Tidak banyak ulama yang mempunyai kelebihan seperti itu.”

Imam Syafi’i terus mendapat pujian demi pujian. Banyak orang membicarakan kehebatannya. Nama Imam Syafi’i dikenal banyak orang. Jika ia datang ke Masjidil Haram, banyak orang mengerumuninya untuk bertanya tentang masalah agama. Orang-orang pun mengagumi kemerduan suaranya ketika ia membaca Al-Qur’an.

“Wahai Imam Syafi’i, mohon berilah nasihat untuk kami. Semoga kami insaf dan bertambah keimanan kami,” pinta seorang lelaki yang sudah berumur.

Imam Syafi’i tidak menolak permintaan lelaki itu. Ia naik ke atas mimbar lalu berkata dengan suara yang lantang, tetapi sedap didengar karena kefasihan lidahnya.

“Wahai kaum muslimin, sesungguhnya tidak ada harta yang lebih mulia dan berguna selain ilmu. Tidak ada yang lebih menguntungkan selain adab kesopanan. Tidak ada yang lebih berguna selain akal, tidak ada yang lebih buruk selain sifat pelit,” kata Imam Syafi’i.

“Apakah engkau yakin dengan ucapannya itu?” tanya Qasim, seorang pemuda, kepada kawan di sebelahnya.

“Imam Syafi’i mengamalkan apa yang dikatakannya. Ketika orang lain sibuk mengumpulkan harta, ia memenuhi dadanya dengan ilmu. Adab kesopanannya tetap terjaga walaupun ia disukai banyak orang. Ia juga bersifat pemurah,“ jawab Abdul Muluk yang lebih mengenal Imam Syafi’i daripada kawannya.*/Sudirman STAIL (Sumber buku: Imam Syafi’i Pejuang Kebenaran, penulis: Abdul Latip Talib)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Asma Nadia: Budaya Baca di Keluarga Harus Diperkuat
Tulisan selanjutnya Fatah Menyeru Tinjau Kembali Perjanjian Oslo

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
KajianSejarah

Dukungan Nyata Bangsa dan Tokoh Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia

14 Maret 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?