Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemerintah Pesimis Bela Mahasiswa RI di Pakistan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Oktober 2003 06:14 6:14 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Oktober 2003 06:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Tim gabungan yang terdiri dari Deplu, Polri, dan BIN dalam membebaskan enam mahasiswa WNI yang ditahan di Pakistan, tampaknya kandas. Sampai tadi malam, pihak keamanan Pakistan belum memberikan isyarat apa pun untuk melepaskan Gungun Rusman Gunawan dkk yang dituding dan dikait-kaitkan dengan Hambali.

Tim yang terdiri atas empat orang itu sudah melakukan pertemuan serius dengan tiga instansi yang berwenang dalam penangkapan dan penahanan enam mahasiswa Abu Bakar Islamic University tersebut. Tiga instansi yang telah ditembus itu adalah kementerian dalam negeri, FIA (Federal Intelligence Agency), dan kementerian luar negeri negara tersebut.

Seperti dikutip Jawa Pos, sepanjang hari kemarin, tim bentukan Deplu itu melakukan pertemuan maraton dengan ketiga instansi tersebut.

Seluruh pertemuan itu berlangsung di Islamabad. Tim tiba di ibu kota Pakistan itu sekitar pukul 09.00 waktu setempat atau pukul 11.00 WIB. Mereka datang dari Karachi setelah sehari sebelumnya menemui Gungun cs di tahanan dinas intelijen.

Begitu tiba di Islamabad, tim Deplu langsung menemui para pejabat di tiga instansi tersebut dan melakukan pertemuan secara tertutup. Pertemuan dengan setiap instansi tak lama. Bahkan, tergolong cepat. Masing-masing hanya setengah jam.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam pertemuan itu, tim didampingi tiga pejabat dari KBRI Islamabad. Mereka adalah Kabiro Konsuler KBRI di Pakistan Hadi Martono, mantan Kabiro Konsuler KBRI Dindin Wahyudin, dan Kuasa Usaha KBRI Aang Wirtajaya.

Menurut Radio Asutralia, keempat pengusut yang mewakili Polri, Deplu dan badan intelijens Indonesia itu bertemu dengan keenam santri Indonesia tersebut di suatu lokasi rahasia di Karachi.

Enam santri Indonesia itu diciduk bersama dengan 13 santri Malaysia dari perguruan tinggi Islam dan sejumlah madrasah di Karachi dalam operasi bulan lalu.

Tak jelas, mengapa tiba-tiba intelijen Pakistan mengkait-kaitkan mereka dengan suatu Jamaah Islamiyah, kelompok belum jelas yang selalu dinisbatkan sebagai pelaku teror ini.

Tim pengusut itu berharap kelompok orang-orang yang ditahan itu akan bisa membantu menguak seberapa besar kehadiran Jemaah Islamiyah di Pakistan dan apakah mereka berencana melancarkan serangan di negara itu.

Para anggota tim, tampaknya pesimistis bisa mendeportasi enam mahasiswa itu. Menurut staf KBRI, seperti dikutip Jawa Pos, mereka telah dijerat dengan UU Antiterorisme Pakistan yang amat ketat.

“Peluang kita memang sulit. Tapi, kita akan terus berusaha,” ujar salah seorang staf KBRI yang enggan disebut namanya.

UU Antiterorisme yang dimiliki Pakistan jauh lebih kejam seperti UU Antiterorisme yang berlaku di Indonesia. Salah satu pasal dalam UU itu menyatakan bahwa seseorang bisa ditangkap hanya karena memiliki hubungan famili dengan orang yang diduga terlibat teror. Contohnya, orang tua atau saudara kandung -baik kakak maupun adik- dari seorang pelaku aksi terorisme bisa langsung diciduk intelijen di sana.

Pengamat hukum yang juga mantan Jubir BIN Muchyar Yara SH mengatakan, pemerintah Indonesia harus mengikuti aturan hukum yang berlaku di Pakistan. Menurut dia, melindungi WNI yang ada di luar negeri adalah tanggung jawab negara. Namun, jika seorang WNI terjerat masalah hukum di negara lain, pemerintah Indonesia harus menghormati hukum yang berlaku di negara tersebut.

“Pertama, memang negara kan harus melindungi warga negaraya. Tapi, kita juga kan mengakui Pakistan sebagai negara yang berdaulat. Dalam arti, juga mengakui hukum negara Pakistan,” ungkap Muchyar kepada koran ini kemarin. (jp/abcn/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Agen Mossad Keturunan Arab Tertangkap
Tulisan selanjutnya Empat Penjahat Perang Serbia Dihukum Penjara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?