Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Bahaya Mencintai Kehormatan dan Harta (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Januari 2018 11:20 11:20 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Januari 2018 11:20
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

MENCINTAI kehormatan dan harta, serta sangat tamak dalam memperoleh keduanya, termasuk perbuatan tercela sekali. Allah Ta’ala berfirman, “Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al Qashash [28]: 83).

Allah Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (Al Munaafiquun [63]: 9). Allah Ta’ala berfirman lagi: “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu)… ” (At-Taghaabun [64]: 15).

Rasulullah Shallallahu `alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah dua serigala lapar yang datang ke kandang domba itu lebih dahsyat kerusakan (yang ditimbulkannya) dibandingkan cinta harta dan kemuliaan yang berada dalam agama seorang muslim.”

Itu artinya bahwa mencintai harta dan kehormatan itu dapat merusak agamanya secara lebih dahsyat daripada kerusakan yang ditimbulkan oleh dua serigala lapar yang datang ke kandang kerumunan domba. Jadi barangsiapa yang begitu menginginkan kehormatan dan harta, menuntut rumah yang mewah, dikagumi oleh orang-orang, maka ia akan menghadapi bencana-bencana yang banyak, seperti takabur, riya’, suka berhias dan berpura-pura, meninggalkan sikap tawadhu’ kepada orang lain, benci ketidakpopuleran (suka popularitas), dan bencana-bencana lainnya.

Di dalam hadits diterangkan: “Sesungguhnya Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang bertakwa, tersembunyi (tidak populer), dan berdebu (rendah hati).”

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Di dalam hadits itu diterangkan, “Mungkin saja orang yang kusut lagi berdebu yang hanya memiliki dua kain usang dan tidak dipedulikan, kalau ia mengajukan kebutuhannya kepada Allah (berdoa) maka (Allah) bermurah hati kepadanya (mengabulkan do’anya).” Siapa yang sangat menginginkan harta maka ia mendapatkan bahaya-bahaya dan ujian yang besar, kalau Allah tidak menjaga dan menolongnya dengan rahmat-Nya.

Cinta dan tamak kepada kehormatan dan harta sangatlah tercela. Begitu juga dengan terlalu boros dalam menggunakannya. Sementara itu, untuk mencapainya orang rela berusaha dengan berbagai cara yang mungkin dilakukan. Tidak peduli apakah cara itu boleh ataukah tidak. Serta mereka juga mau bersabar dalam kesibukan mencarinya daripada menyempatkan waktu untuk beribadah dan berdzikir kepada Allah. Sebagaimana hal ini sering terjadi pada orang-orang yang sedang diuji lagi lalai dari mengingat Allah.

Adapun orang yang berusaha mencarinya dengan niat yang benar, yaitu untuk menolong akhiratnya, menjaga agama dan dirinya dari penindasan orang-orang yang zalim, serta agar tidak meminta-minta kepada orang lain, menyibukkan dirinya dari beribadah dan berzikir kepada Allah, serta bertakwa dan takut kepada-Nya, maka semua ini boleh saja dan tidak berdosa. Insya Allah.

Namun bagaimana pun, orang yang sedikit keinginan terhadap kehormatan dan dunia, serta tidak terlalu mencintai keduanya, akan lebih selamat dan merupakan tindakan yang sangat hati-hati dan lebih dekat kepada takwa. Demikianlah menurut petunjuk orang-orang salafush-shalih.*/Syaikh ‘Abdullah bin ‘Alawi Al Hadad, dari bukunya Pancaran Iman Seorang Muslim

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:mencintai hartamencintai kehormatan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerkosa 100+ Wanita Dikeluarkan dari Penjara, Inggris Kaji Ulang Pembebasan Bersyarat
Tulisan selanjutnya Bahaya Mencintai Kehormatan dan Harta (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?