Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Salman Rusdhie, Joshua, dan Sensitivitas yang Terusik

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Januari 2018 06:17 6:17 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Januari 2018 05:06
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ady Amar

 

SAAT novel The Satanic Verses, karya Salman Rushdie terbit (1988), muslim di belahan dunia meradang marah. Novel yang ditulisnya itu menghina Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam, istri-istrinya (ummahat mu’mina), terutama Aisyah r.a., dan ayat-ayat Tuhan yang dijaga kesuciannya.

Kemarahan muslim di dunia hingga kini masih terasa, belum juga terobati. Bagaimana mungkin bisa terobati atas karya kontroversial itu. Gaya penulisan novelnya memakai pendekatan sejarah yang dibalut dengan realisme magis. The Satanic Verses, bagi seseorang yang memiliki iman sedikit saja akan marah membaca isi novel yang tingkat penodaannya amat keterlaluan. Banyak yang tidak sanggup membaca novel itu hingga akhir, karena dada serasa meledak jika diteruskan …

Ada pula yang sanggup menyelesaikan membacanya hingga tuntas novel itu, tapi tidak sanggup mengisahkan isi novel yang dibacanya. Pantaslah jika umat di belahan dunia marah.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Rabithah A’lam Islami dan OKI pun hingga harus membahas novel sesat itu, dan mengutuk penulisnya. Jika tidak bertobat, maka Salman Rushdie dinyatakan murtad dari Islam.

Baca:  Antara Salman Rushdie dan Ahok

Adalah Annemarie Scheimmel, perempuan Jerman, seorang orientalis yang banyak menulis soal-soal Sufi dan dianggap paling otoritatif berbicara tentang Rumi, pengajar di Harvard University. Apa katanya tentang Salman Rushdie?

“Saya tidak yakin dia seorang muslim yang taat, mengenal sedikit saja tentang Islam saya ragu. Jika dia mengenal sedikit saja tentang agamanya, maka dia tidak akan menulis buku yang begitu menyesatkan…”

***

Di negara yang mayoritas Islam, yang berpanca sila ini, kita disuguhi lawakan di mana agama dibuat lucu-lucuan dengan tanpa beban. Adalah Ahok, yang memulai “penyerangan” di dalam pekarangan rumah muslim dengan begitu beraninya. Yang karena mulutnya itu dia harus mendekam di penjara.

Baca: Diduga Menghina Agama, Joshua Dilaporkan ke

Komika Joshua Suherman, mantan penyanyi cilik, berani menghina agama mayoritas sebagai bahan candaan. Wajar jika kelompok muslim tertentu (FUIB: Forum Umat Islam Bersatu) melaporkannya pada pihak berwajib.

Saya ingin mengutip apa yang disampaikan Joshua itu secara utuh:

“Dan yang gue bingung adalah Cherly ini walaupun Leader, dia gagal memanfaatkan kepemimpinannya untuk mendulang popularitas untuk dirinya sendiri, terbukti zaman dulu semua laki-laki tertujunya pada Annisa. Annisa, Annisa … semuanya Annisa. Skill nyanyi, ya tipis-tipis ya kan. Skill ngedance ya tipis-tipis. Cantik, relatif ya kan. Kenapa gue mikir? Kenapa Annisa selalu unggul dari Cherly. Haah sekarang gw ketemu jawabannya. Makanya Che … Islam. Karena di Indonesia ini ada satu hal yang tidak bisa dikalahkan dengan bakat sebesar apa pun. Mayoritas, mayoritas. Saya Joshua Suherman.”

Tentu semua mafhum bahwa yang dimaksud Joshua, mayoritas dalam materi lawakannya adalah umat Islam.

Seberapa besar dan terkenalnya seseorang itu, akan menjadi kecil dan terbanting, jika dia memperolok agama (Islam) atau Ayat-ayat-Nya. Agama itu sensitif untuk dipakai mainan atau candaan. Jagalah lisan saat mengumbar candaan di hadapan publik, hindari masuk pada perkara dan hal sensitif yang dapat menimbulkan reaksi kemarahan umat.

Agama apa pun itu sakral. Tidak boleh ada yang menghinanya, apalagi menjadikan bahan candaan. Sensitivitas agama itu dahsyat, umat akan membelanya dengan segala upaya.

Melalui akun Youtube-nya, Deddy Corbuzier, seorang mentalis dan pembawa acara, melihat reaksi publik atas candaan komika Joshua Suherman, melakukan polling. Hasilnya, 66 persen dari 72 ribu orang mengatakan bahwa Joshua menista agama.

Komennya, “Saya dari dulu tahu bahwa masalah agama adalah hal sensitif. Bukan hanya agama, suku, ras, antargolongan very sensitive ...,” paparnya melalui video Youtube yang diunggahnya pada Jum’at (12-1-18).

Ini pelajaran bagi semua pihak, baik komika dan figur publik lainnya agar berhati-hati dalam menyampaikan materi yang akan disampaikan di ruang publik. Apa yang pantas dan tidak pantas mestinya menjadi acuan dalam bertutur dan bersikap. Mari kita jaga “pekarangan” kita masing-masing, dengan demikian harmonisasi hidup di tengah masyarakat yang beragam menemukan keindahannya.*

Pemerhati Sosial dan Keagamaan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:artisartis hina IslamcandaanForum Umat Islam BersatuFUIBislamJoshua "Diobok-obok"Joshua dipolisikanJoshua Suhermankomikalawakanpenghinaan agamapenistaan agamaRahmat HirmanStand Up Comedy
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya kedutaan besar turki Turki Keluarkan Peringatan Perjalanan ke AS
Tulisan selanjutnya Qatar Melaporkan Emirat ke PBB Karena Langgar Wilayah Udara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?