Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gadis Jerman Ditikam Remaja Afghanistan Bekas Pacarnya, Warga Pro dan Kontra Imigran Turun ke Jalan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Januari 2018 08:05 8:05 am
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Januari 2018 08:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kota kecil Kandel di Jerman yang hanya berpenduduk 8.500 jiwa menyaksikan aksi turun ke jalan seribuan orang di pusat kota, guna menyuarakan dukungan maupun penentangan terhadap kehadiran pengungsi dan migran asing.

Aksi hari Ahad (28/1/2018) itu dilakukan sebulan setelah kasus penikaman seorang remaja putri Jerman oleh bekas pacarnya yang merupakan seorang pengungsi asal Aghanistan.

Spanduk bertuliskan “Keselamatan bagi kita dan anak-anak kita,” tampak diusung pengunjuk rasa anti-imigrasi, berhadapan dengan spanduk bertuliskan “bangkit hadapi rasisme” yang diusung kelompok pro-migran. Tak ayal sejumlah bentrokan fisik pun terjadi di beberapa titik di tempat massa berkumpul, lapor Deutsche Welle.

Mia V, gadis lokal berusia 15 tahun, ditikam hingga tewas di depan sebuah apotek di Kandel pada 27 Desember 2017, diduga oleh bekas pacarnya seorang remaja pria asal Afghanistan yang juga berusia 15 tahun.

Remaja laki-laki itu tiba di Jerman sebagai pengungsi anak tanpa pendamping pada musim panas 2016. Setibanya di Jerman dia ditempatkan di sebuah penampungan remaja di negara bagian Rhineland-Palatine, di mana Kandel berada. Setelah meninggalkan tempat penampungan itu pada bulan September, dia tinggal bersama kelompok remaja di bawah pengawasan aparat setempat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut jaksa senior Angelika Mohlig, remaja Afghanistan itu berpacaran selama beberapa bulan sebelum akhirnya gadis tersebut memutuskan hubungan mereka pada awal Desember 2017. Baik Mia maupun orangtuanya sudah pernah melapor ke polisi perihal ancaman-ancaman dan pelecehan yang dilakukan remaja Afghanistan tersebut.

Pekan lalu, pihak berwenang menaikkan dakwaan terhadap remaja pencari suaka itu dari tuduhan penghilangan nyawa tanpa disengaja menjadi pembunuhan.

Sejumlah media menyebut terdakwa pembunuhan itu bernama Abdul D. Mia V mengajarkan bahasa Inggris kepada Abdul D.

Kasus penikaman di kota kecil nan makmur dekat perbatasan Jerman-Prancis itu mengingatkan publik Jerman akan kasus serupa di kota Freiburg.

Di pengadilan Freiburg terdakwa Hussein K pada bulan September 2017 mengaku berbohong perihal usianya ketika tiba di Jerman sebagai migran pada tahun 2015. Kala itu dia mengaku berusia 16 tahun padahal sesungguhnya 18 tahun. Dia mengaku dilahirkan di Afghanistan, lalu pindah ke Iran ketika berusia 13 tahun. Hussein K merupakan terdakwa kasus pemerkosaan dan pembunuhan mahasiswi kedokteran Jerman berusia 19 tahun di Freiburg pada Oktober 2016. Pemuda itu diduga menenggelamkan jasad Maria L yang diperkosanya di Sungai Dreisam. Hussein K ditangkap pada Desember 2016, setelah bukti DNA memastikannya sebagai pelaku, didukung rekaman video kamera pengawas yang menunjukkan dirinya berada di lokasi kejadian. Selama di Jerman, dia mengaku menjadi pecandu miras dan narkoba.

Jerman membuka pintu seluas-luasnya bagi pengungsi dan migran pada tahun 2015 dan 2016 dengan dasar kemanusiaan. Namun, kebijakan Kanselir Angela Merkel itu kemudian mendapat banyak penentangan karena dianggap akan mengaburkan identitas bangsa Jerman, dan karena fakta di lapangan banyak para pendatang asing itu yang kemudian melakukan atau terlibat tindak kriminal.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bulog Gencarkan OP, Pedagang Takut Harga Beras Turun Tiba-tiba karena Panen
Tulisan selanjutnya Hakim Kasasi Saudi Ajak Pemuda Aceh Tekuni Ilmu untuk Kebangkitan Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?