Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kanada Mengutuk Situasi yang Meningkat di Suriah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Februari 2018 18:56 6:56 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Februari 2018 18:56
Bagikan
Sampai hari ini lebih dari 400 orang terbunuh di Ghouta Timur dalam "serangan histeris" sejak hari Ahad, termasuk 150 anak-anak
Bagikan

Hidayatullah.com–Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland pada Kamis kemarin, mengecam keras situasi yang meningkat yang terjadi di Distrik Ghouta, Suriah timur, sebuah daerah pinggiran Damaskus yang terkepung.

Dilansir dari Middle East Monitor, lebih 400 warga sipil (laporan terbaru) dilaporkan terbunuh di sana dalam tiga hari terakhir.

Dalam sebuah pernyataan, Freeland mengatakan, “Kanada dengan keras mengutuk serangan yang disengaja dan meningkat terhadap warga sipil di Ghouta Timur, termasuk profesional medis, penanggap pertama dan pekerja kemanusiaan.”

Sejak Selasa, pasukan rezim telah meningkatkan serangan terhadap Ghouta Timur menggunakan bom laras, tembakan artileri dan jenis senjata lainnya, menurut koresponden  Anadolu yang berada di wilayah tersebut.

Baca: Jumlah Korban Tewas Kekalapan Rezim Bashar di Ghouta Timur Capai 200 Orang

Selama periode tiga hari, rezim tersebut dilaporkan telah melakukan 260 serangan terpisah di Ghouta Timur, menewaskan lebih dari 250 penduduk sipil di distrik tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

”Serangan ini tercela. Penargetan warga sipil adalah pelanggaran hukum humaniter internasional. Kami menyerukan agar segera terjadi peningkatan kekerasan di wilayah tersebut dan bagi rezim Suriah untuk mengizinkan akses penuh untuk bantuan kemanusiaan dan untuk menghormati kesusilaan dasar manusia,” Freeland menambahkan.

Pada pembicaraan damai yang diadakan di ibukota Kazakhstan Astana pada bulan Mei tahun lalu, Turki, Rusia dan Iran menunjuk Ghouta Timur sebagai “zona de-eskalasi” di mana tindakan agresi akan secara tegas dilarang.

Baca:  Penduduk Suriah ‘Mempersiapkan Diri untuk Mati, Sementara Rezim Bashar Terus Hujani Bom

Namun demikian, Rusia – salah satu dari tiga negara penjamin kesepakatan – telah gagal mencegah rezim Assad berulang kali melanggar persyaratan gencatan senjata tersebut.

Rumah bagi sekitar 400.000 penduduk sipil, Ghouta Timur tetap berada di bawah pengepungan rezim yang melumpuhkan selama lima tahun terakhir, yang telah membawa kabupaten tersebut ke ambang bencana kemanusiaan.

Suriah telah terkunci dalam konflik yang menghancurkan sejak awal tahun 2011 ketika rezim Assad menindak demonstran dengan keganasan yang tak terduga.

Menurut pejabat PBB, ratusan ribu orang terbunuh dalam konflik sampai saat ini.*/Sirajuddin Muslim

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assadbomChrystia FreelandGhouta TimurkanadaRezim Basharrusiaserangan udarasuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Haiti Bekukan Operasional Oxfam
Tulisan selanjutnya ‘Mayoritas Masyarakat Ingin Presiden Baru Tahun 2019’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?