Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Aktivis: Jika Ada Kelompok Ngaku Pimpinan MCA Pasti Itu Palsu

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 2 Maret 2018 11:06 11:06 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 2 Maret 2018 11:06
Bagikan
Mustofa B. Nahrawardaya, saat di Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah
Bagikan

Hidayatullah.com– Kelompok aktivis siber yang menamakan dirinya Muslim Cyber Army (MCA) sejatinya tidak memiliki pemimpin, kartu tanda anggota (KTA), maupun struktur layaknya sebuah organisasi secara umum.

Aktivis senior di bidang media sosial, Mustofa B Nahrawardaya, yang juga Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, menegaskan hal itu.

“MCA tidak ada pemimpinnya. MCA tidak punya KTA, dan tidak punya nomor keanggotaan,” ujar pengguna Twitter dengan akun @NetizenTofa ini kepada hidayatullah.com di Jakarta dalam wawancara panjang semalam, Kamis (01/02/2018).

Baca: Mustofa Nahrawardaya: Waspadai Jebakan Operasi Intelijen di Dunia Maya dan FB

Oleh karena itu, jika ada kelompok mengaku bernama MCA dan mengaku sebagai pimpinan atau anggota, Mustofa memastikan mereka adalah MCA palsu.

“Silakan diinterogasi, dimana mereka mendaftarkan diri sebagai anggota MCA? dan jika ada yang mengaku sebagai Pemimpin MCA, silakan diinterogasi, siapa yang memilih dan melantik mereka?” ujarnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Mustofa menjelaskan, MCA senantiasa bergerak tanpa bisa diendus bentuk dan jaringannya. Karena memang cara bergerak MCA mirip Organisasi Tanpa Bentuk (OTB).

“Meski OTB, MCA beda. Gerakan mereka sangat rapi dan saling memahami. Mereka tahu, harus berbuat apa. Tanpa dikoordinir sekalipun, MCA bisa menempatkan diri masing-masing saat berjihad informasi.

Baca: ‘MCA Asli Membela Islam tanpa Ujaran Kebencian’

Saat diserang musuh, MCA benar-benar bisa melawan tanpa panglima. Saat bertahan, MCA bisa bertindak tanpa ada yang membayar, memberi pulsa, dan tanpa keluhan.

Bagi MCA, membela Islam dan ulama di dunia maya, menjadi kebanggaan tersendiri yang sulit diceritakan. Padahal, mereka tidak pernah bertemu dan tak pernah bertatap muka,” paparnya.

Uniknya, ketika ada MCA palsu, maka MCA yang asli, bisa dengan sendirinya melakukan hukuman maya spontan tanpa menunggu
perintah pihak lain. Kalaupun ada perintah melalui seruan-seruan, itu hanya sebatas metode penyebaran informasi saja. Hanya sebatas gaya, tambahnya.

“Jadi, jika ada MCA palsu, otomatis akun MCA KW ini akan di-bully dan di-report dan di-block ramai-ramai. MCA pun tak enggan minta maaf jika hal itu dilakukan karena demi menjaga nama baik MCA,” jelasnya.

Baca: Lima Pesan bagi Para Pengguna Medsos Menghindari Jebakan

Maka, kata Mustofa, MCA yang asli sangat mudah diraba. Begitu pula, MCA palsu. Jika sampai ada MCA bersatu dalam Grup WA, Grup FB, Grup Instagram, dan lain-lain, maka dipastikan itu bukan MCA asli. “Karena MCA asli tidak berkelompok dalam grup seperti itu.”

Jika ada MCA menista, menghina, menyebarkan info hoax, dia pastikan itu bukan MCA, karena ciri MCA adalah melawan hoax sejak awal.

“Jika ada MCA yang mengaku punya struktur organisasi, atau bahkan didanai, maka dipastikan itu bukan MCA asli. karena MCA asli tidak punya organisasi dan tidak ada yang mendanai. Kalau ada MCA yang mengaku punya email, punya kantor atau punya koordinator, saya pastikan itu MCA palsu,” tegas Mustofa yang salah satu akun Twitternya, @MustofaNahra, dicuri “oknum tertentu” sejak 2016 lalu hingga sekarang.*

Baca: Akun Bajakan Tebar Fitnah Organisasi Jurnalis Muslim

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:@NetizenTofadunia mayadunia siberhate speechJASMEVjebakanjebakan medsosJokowi Ahok Social Media Volunteermafia medsosMajelis Pustaka dan Informasi PP MuhammadiyahMCAMCA asliMCA palsumedia sosialMuslim Cyber ArmyMustofa B. Nahrawardayanetizenpegiat medsospendukung Jokowi-AhokSaracensibersindikat penebar hoaxujaran kebencianwarganetwhatsApp
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sidang Vonis Jumat ini, Pengacara Yakin Jonru Bebas
Tulisan selanjutnya Media Pro-Assad Manipulasi Video Palsu Memojokkan Kelompok Oposisi Ghouta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?