Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pengusaha Aljazair Bayar 16,9 M untuk Bayar Denda Cadar Ribuan Muslimah Eropa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Maret 2018 10:20 10:20 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Maret 2018 10:20
Bagikan
Rachid Nekkaz bersama muslimah bercadar
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang pebisnis dari Aljazair telah mengatakan akan membayar semua denda yang dihadapi ribuan wanita di Denmark karena memilih menggenakan burqa atau niqab, setelah pemerintah Denmark pada 6 Februari mengajukan sebuah larangan.

Rachid Nekkaz mengatakan, dia siap membayar denda bagi wanita muslim menyusul larangan burqa atau niqab oleh pemerintah Denmark.

Ia akan membayar denda bagi para wanita Muslim yang dihukum karena mengenakan burqa, niqab atau hijab di sejumlah negara di Eropa dan negara lainnya. Baru-baru ini Rachid Nekkaz, nama pengusaha Ajazair itu membayar denda untuk wanita muslim yang mengenakan burqa di Denmark.

Berbicara pada Anadolu Agency di depan parlemen Denmark, pada Sabtu, Rachid Nekkaz  mengatakan bahwa dia telah membayar 1,538 denda wanita yang menghadapi keadaan sama di enam negara, termasuk Prancis, Belgia, Swiss, Belanda, Austria dan Jerman.

Nekkaz dikenal karena membayar denda wanita yang menggenakan jilbab penuh yang menutup wajah atau burqa setelah pakaian itu dilarang di banyak negara Eropa, termasuk Perancis, pada 2010.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Aktivis politik

Pebisnis Aljazair dan aktivis politik mengumpulkan dana senilai satu juta euro untuk membayar denda-denda ini.

“Pemerintah di Eropa tidak menghasilkan solusi bagi Muslim untuk beradaptasi dengan Eropa, itulah mengapa komunitas Muslim di Eropa perlu lebih kuat untuk melindungi kepentingan mereka,” dia mengatakan.

Baca: Denmark Berencana Larang Cadar

“Sangatlah penting bagi saya untuk dapat mengirim pesan pada pemerintah Eropa dalam membatasi kebebasan sehingga mereka tidak dapat lakukan apapun yang mereka inginkan,” katanya.

“Jika ada larangan jilbab di negara di mana orang-orang ingin menggenakannya, Saya akan menjadi salah satu orang yang membayar denda mereka,” tambahnya.

Nekkaz mengatakan bahwa sebelum Denmark, dia telah melakukan perjalanan ke Iran untuk mendukung pembebasan 29 wanita yang ditahan pada 8 Maret karena menolak menggunakan jilbab di Hari Perempuan Internasional.

“Alasan Saya berada di sana ialah bukan untuk membela agama, tetapi untuk membela kebebasan. Prinsip kebebasan ialah hak universal.

“Jadi saya membela kebebasan mereka yang ingin menggenakan jilbab di Eropa dan mereka yang tidak jilbab di Iran,” katanya.

Nekkaz mengatakan bahwa penting bagi pemerintah Denmark untuk memahami bahwa wanita menggunakan jilbab atau penutup kepala atas kemauan mereka sendiri.

Baca: Larangan Cadar di Austria Mulai Berlaku

Larangan Jilbab membatasi kebebasan

Pada demonstrasi di parlemen Denmark hari Sabtu minggu lalu, Sara, seorang wanita Turki berumur 30 tahun, mengatakan pada Anadolu Agency bahwa larangan jilbab akan membatasi kebebasannya.

Karena dia menggenakan jilbab, Sara mengatakan bahwa larangan itu akan membuatnya tidak bisa keluar rumah.

Sara mengatakan bahwa diantara 5,7 juta populasi Denmark, hanya sekitar 50 wanita yang menggenakan jilbab.

Sara mengatakan bahwa pelarangan jilbab hanyalah awal dari larangan lain yang menarget umat Muslim.

“Pertanyaan saya untuk para politisi Denmark ialah: Kalian berbicara mengenai kebebasan, tetapi di mana kebebasan kami? Di mana kebebasan beragama kami?” tanyanya.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AljazairburqacadardendadenmarkEropajilbablarangan cadarMuslimahniqabpengusahaRachid Nekkaz
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Apa yang Mendorong Kekerasan Anti-Muslim di Sri Lanka?
Tulisan selanjutnya BUMN jabatan generasi muda muslim MUI Sambut Gembira Pencabutan Larangan Bercadar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?