Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Stasiun Antariksa China Tiangong-1 Jatuh ke Bumi Hari Senin 2 April

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 April 2018 20:26 8:26 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 1 April 2018 20:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pecahan dari stasiun luar angkara China yang tidak lagi berfungsi akan memasuki bumi pada hari Senin (2/4/2018), kata para ilmuwan yang memantaunya.

Dilansir BBC Ahad (1/4/2018), lembaga antariksa China mengatakan stasiun itu akan memasuki atmosfer bumi dalam waktu 24 jam ke depan, seperti yang diperkirakan European Space Agency (ESA).

Tiangong-1 merupakan bagian dari proyek ambisius China, dan merupakan prototype sebuah stasiun luar angkasa berawak yang akan diluncurkannya pada tahun 2022.

Tiangong-1 mengorbit pada tahun 2011 dan lima tahun kemudian mengakhiri misinya, lalu diperkirakan jatuh kembali ke bumi.

Pada tahun 2016, China mengkonfirmasi bahwa pihaknya kehilangan kontak dengan Tiangong-1 dan tidak lagi dapat mengontrol perilakunya, sehingga tidak tahu pasti di mana keberadaan sampah luar angkasa itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

European Space Agency (ESA) mengatakan bahwa posisi masuk kembali Tiangong-1 ke bumi bisa di mana saja di koordinat antara 43ºLU and 43ºLS, yang mencakup wilayah sangat luas di sebelah utara dan selatan garis ekuator (khatulistiwa).

ESA mengatakan bisa saja stasiun bekas itu jatuh di wilayah antara Selandia Baru dan bagian barat-tengah Amerika Serikat.

Dr. Elias Aboutanios, wakil direktur Australian Centre for Space Engineering Research, mengatakan kepada BBC bahwa stasiun itu akan jatuh dengan kecepatan bertambah ketika memasuki atmosfer.

“Stasiun itu akan mulai panas terpanggang ketika mendekati jarak 100 kilometer [dari bumi],” ujarnya. Akibatnya benda itu akan terbakar dan sulit mengetahui apa kemungkinan yang tersisa, karena bahan yang dipakai membentuk stasiun itu tidak diungkapkan secara gamblang oleh China.

Stasiun yang kini menjadi sampah antariksa itu ketika jatuh bisa mencapai kecepatan 26.000 km/jam.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kekompakan Aa Gym, TGB, dan UAS Saat Berkuda Bareng
Tulisan selanjutnya PM Kosovo Memecat Menterinya Sendiri, Kenapa Presiden Turki Erdogan yang Marah?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Berita
20 Juli 2026 17:00
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?