Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Washington: Rezim Suriah Telah Menggunakan Senjata Kimia 50 Kali

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 April 2018 13:31 1:31 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 April 2018 13:31
Bagikan
Korban senjata kimia rezim Bashar
Bagikan

Hidayatullah.com–Amerika Serikat menuduh pemerintah Suriah pada Jumat menggunakan senjata kimia terlarang setidaknya 50 kali sejak perang saudara Suriah dimulai tujuh tahun lalu – jauh lebih tinggi dari perkiraan resmi sebelumnya, kutip the New York Times.

Tuduhan, yang dibuat oleh Duta Besar Amerika untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Nikki R. Haley, datang selama debat sengit dengan wakil dari Rusia pada pertemuan Dewan Keamanan PBB, yang berfokus pada dugaan penggunaan serangan senjata kimia di Ghouta Timur, daerah pinggiran Damaskus, minggu lalu. Amerika Serikat dan sekutunya telah menyalahkan serangan kepada rezim keji Suriah, yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad.

Nikki Haley mengungkapkan Washington telah memperkirakan pemerintah Rezim Bashar telah menggunaan senjata di Suriah setidaknya 50 kali dalam konflik tujuh tahun di negara tersebu.

“Mari kita perjelas: penggunaan gas beracun oleh Assad baru-baru ini terhadap masyarakat Douma bukanlah penggunaan senjata kimia pertamanya, kedua, ketiga, atau bahkan ke-49,” kata Haley. “Amerika Serikat memperkirakan bahwa Assad telah menggunakan senjata kimia dalam perang Suriah setidaknya 50 kali. Perkiraan umum di atas 200, ” ujarnya dikutip New York Times.

“Presiden Donald Trump belum memutuskan tindakan terhadap Suriah tetapi apakah AS dan sekutunya harus bertindak? Kami akan setuju jika melibatkan prinsip pertahanan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Semua negara dan populasi dunia akan terpengaruh jika kami mengizinkan Bashar menggunakan senjata kimia,” katanya dikutip Reuters.

Baca: AS Akui Adanya Senjata Kimia di Ghouta Timur

Namun Haley juga mengatakan negaranya akan menggunakan kekuatan apa pun sebagai respons berbagai serangan kimia yang mereka tuduh dilakukan oleh pasukan Presiden Suriah, Bashar al-Assad tersebut.

“Seluruh bangsa dan masyarakat akan dirugikan bila kita mengizinkan Assad untuk mewajarkan penggunakan sejata kimia,” kata Haley.

Baca: Rezim Suriah telah Gunakan 211 Kali Senjata Kimia

Kritiknya terhadap Rusia dan Rezim Suriah juga dikumandangkan utusan Inggris dan Prancis.
Duta Besar Karen Pierce dari Inggris mengatakan bahwa pemerintahnya percaya pasukan Rezi Assad telah menggunakan senjata kimia “secara konsisten, terus-menerus, selama lima tahun terakhir.”

“Penggunaan senjata kimia tidak bisa dibiarkan tidak tertandingi,” kata Pierce.

“Kami tidak akan mengorbankan tatanan internasional yang secara kolektif kami bangun dengan keinginan Rusia untuk melindungi sekutunya dengan segala cara.”

Duta Besar François Delattre dari Perancis, yang telah menegaskan bahwa mereka memiliki bukti penggunaan senjata kimia oleh pasukan militer Suriah, mengatakan pemerintah Assad telah “mencapai titik tanpa harapan” dan bahwa dunia harus memberikan “tanggapan yang kuat, bersatu dan teguh.” ”

Jumlah serangan senjata kimia yang dikonfirmasi dalam konflik Suriah – dan siapa yang bertanggung jawab atas mereka – adalah salah satu masalah yang paling diperdebatkan.
Tahun 2015, 15 anggota Dewan Keamanan PBB sepakat melakukan penyelidikan  untuk Larangan Senjata Kimia, yang dikenal sebagai Joint Investigative Mechanism (JIM) dan diperbaharui tahun 2016.

JIM menemukan pemerintah Suriah Bashar al-Assad dipersalahkan atas serangan kimia di Kota Khan Sheikhoun yang menewaskan puluhan orang pada bulan April.

Menggunakan senjata kimia adalah kejahatan perang, dan pemerintah Suriah bukan satu-satunya aktor dalam perang yang dituduh melakukan itu.  Yang pasti,  negara-negara Muslim selalu menjadi lahan uji coba perang mereka.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatASbashar al assadDoumaGhouta TimurklorinOPCWOrganisasi Pelarangan Senjata Kimiasenjata kimiasuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Putuskan Serang Suriah, AS Tembakkan 100 Rudal Tomahawk
Tulisan selanjutnya Marak Korban Miras, Muhammadiyah: Lampu Kuning Moralitas Masyarakat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?