Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Laporan Cornu Mengungkap Militer Swiss Ternyata Tidak Netral

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 April 2018 10:08 10:08 am
Ama Farah
Dipublikasikan 29 April 2018 10:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah laporan rahasia perihal militer Swiss di era Perang Dingin yang lama ditunggu-tunggu akhirnya dipublikasikan untuk pertama kalinya, 27 tahun setelah laporan itu ditulis.

Laporan Cornu itu, yang diambil dari nama hakim Swiss penulisnya Pierre Cornu, mengungkap bahwa negara Swiss yang selama ini dianggap netral dalam berbagai konflik ternyata menjalin kerja sama erat dengan Inggris, salah satu anggota NATO.

Dalam laporan itu disebutkan P-26, pasukan militer Swiss berkekuatan 400 personel, disiapkan untuk “bersiaga di belakang” dan menahan kemungkinan serangan yang akan dilancarkan Uni Soviet, lapor BBC Jumat (27/4/2018).

Ketika eksistensi P-26 mencuat ke publik pada 1991, hanya ada sedikit informasi yang menyebutkan bahwa petinggi-petingginya menjalin kerja sama erat dengan sejumlah anggota NATO. Kala itu, salah satu rumor yang beredar menyebutkan P-26 menjalin kerja sama dengan pihak keamanan Inggris, terutama dinas intelijen MI5 dan MI6.

Sekarang, dengan diungkapkannya sebagian Laporan Cornu itu kabar tersebut terbukti benar.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Unit pasukan Swiss itu secara rutin melakukan perjalanan ke Inggris, di mana para anggotanya kerap menggunakan identitas palsu. Di sana mereka dilatih perang gerilya, termasuk cara melakukan sabotase. Salah satu sesi pelatihan mengajarkan pesertanya untuk meledakkan kilang-kilang minyak. Sebagian peserta lain diajarkan melompat dari helikopter yang sedang mengudara ke atas badan kapal selam yang sedang menyembul ke permukaan laut.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa P-26 berencana memindahkan pusat komandonya ke Inggris, apabila negara Swiss diserang. Perlengkapan relokasi disimpan di suatu tempat aman di Kedutaan Swiss di London.

Hal paling kontroversial dalam laporan itu adalah perihal pembelian alat komunikasi terenkripsi “Harpoon” oleh P-26. Sistem komunikasi itu adalah sistem komunikasi yang sama yang digunakan oleh unit-unit militer negara anggota NATO yang diminta “bersiaga di belakang”. Hal ini jelas mengungkap bahwa Swiss sama sekali tidak netral, justru bersiap-siap bekerja sama dengan NATO jika terjadi peperangan di Eropa.

Parlemen Swiss, yang berwenang mengawasi seluruh pembelanjaan militer, tidak diberitahu perihal pendirian unit tersebut pada tahun 1979, dan bahkan pemerintahan Swiss yang terdiri dari tujuh anggota hanya memperoleh penjelasan sekedarnya.

Sementara anggota-anggota parlemen dan rakyat Swiss buta sama sekali perihal P-26, lembaga keamanan Inggris yang rutin berkunjung ke Swiss untuk mengkaji P-26 sangat mengetahui seluk-beluk unit rahasia itu.

Laporan Cornu yang untuk pertama kalinya dipublikasikan ini sudah melalui proses penyuntingan, artinya nama-nama orang yang terlibat –baik dari Swiss, Inggris maupun lainnya– tidak diungkap. Nama-nama lokasi yang disebut dalam laporan itu juga disensor.

Rakyat Swiss, dan pihak-pihak yang bermaksud menggugat masalah ini, harus bersabar hingga 2041. Pasalnya, isi selengkapnya laporan Cornu masih terlindungi undang-undang kerahasiaan 50 tahun.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polisi Uni Eropa Serang Media Propaganda Internet ISIS
Tulisan selanjutnya Pakistan Pindahkan Dokter yang Bantu Melacak Bin Laden ke Rawalpindi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?