Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Qatar Larang Produk dari Uni Emirat Arab, Saudi, Mesir dan Bahrain

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Mei 2018 10:11 10:11 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Mei 2018 10:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Qatar mengatakan negaranya melarang produk yang berasal dari Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Mesir dan Bahrain, hampir setahun setelah negara-negara tersebut menjatuhkan embargo atas Doha, menuduh negara kecil Teluk itu mendukung terorisme, tuduhan yang Qatar berulangkali telah sangkal.

“Produk yang berasal dari negara pemblokade, yang sebagai akibat dari blokade tidak lolos Bea Cukai Dewan Kerjasama Teluk, harus menjalani inspeksi impor yang tepat dan prosedur kepabeanan,” pernyataan pemerintah menyebutkan pada malam Sabtu.

“Untuk melindungi keselamatan konsumen di Negara Qatar dan untuk memerangi perdagangan produk yang tidak sesuai standar, pemerintah mengeluarkan instruksi untuk mencari pemasok baru dari berbagai produk yang terdampak.”

Baca: Pengalaman Hidup di Qatar yang Diisolasi 

Harian nasional Al Watan mengutip surat edaran dari Kementrian Ekonomi dan Perdagangan yang menginstruksikan para pedagang dan toko untuk berhenti menjual produk yang diimpor dari keempat negara itu. Disebutkan para pengawas akan memonitor kepatuhan mereka atas kebijakan tersebut.

Keempat negara Teluk itu memutuskan hubungan diplomatik dan transportasi pada akhir Juni. Qatar, yang banyak dari barang importnya berasal dari UEA dan mendapatkan sebagian besar makanan segarnya di perbatasan Saudi, membantah tuduhan keempat negara terhadapnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Import ke Qatar anjlok sekitar 40 persen dari tahun lalu pada minggu-minggu awal boikot, namun mereka sejak itu telah kembali normal ketika Doha menemukan sumber baru produk importnya di negara seperti Turki, dan mengembangkan rute kapal baru melalui tempat-tempat seperti Oman. Qatar juga telah mendorong agar produk import dapat diproduksi secara lokal, termasuk makanan.

Baca: Penerbangan dan Harga Minyak Terganggu dalam Kasus Qatar

Sejak Juni lalu, beberapa makanan dan produk lain dari negara-negara embargo terus menemukan jalan masuk ke Qatar melalui negara ketiga.

Jubir pemerintah Qatar belum menanggapi pertanyaan email terkait jumlah produk yang akan terdampak oleh pelarangan baru, dan apakah larangan akan mencakup semua produk yang dikirim melalui negara embargo selain barang yang diproduk di sana.

Menlu Bahrain Sheikh Khalid bin Ahmed al-Khalifa mengatakan pada harian Alsharg Alawsat pada Minggu bahwa dia tidak melihat adanya resolusi terkait perpecahan diplomatik antar negara Teluk itu. */Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudibahrainBlokadeboikotimporMesirNegara telukprodukQatarUEAUni Emirat Arab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muslim Lebanon Kesusahan makanan UU Properti Baru Suriah akan Halangi Pengungsi Kembali ke Rumah
Tulisan selanjutnya 10 Rahasia dan Keajaiban Puasa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?