Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kekurangan Gas CO₂ Coca-Cola Hentikan Sementara Produksinya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Juni 2018 10:23 10:23 am
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Juni 2018 10:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Coca-Cola mengatakan menghentikan sementara produksinya di sejumlah pabrik akibat kekurangan gas CO₂.

Meskipun demikian, pembuat minuman ringan itu mengatakan sejauh ini suplai produknya tidak terganggu, lapor BBC Senin (25/6/2018).

Pekan lalu anak perusahaan dari Heineken, John Smith’s, yang memproduksi minuman ringan Extra Smooth dan pabrikan bir Amstel mengaku terpukul suplainya akibat kekurangan gas CO₂.

Terdapat laporan yang menyebutkan bahwa kelangkaan itu mengganggu pengiriman produk makanan beku, yang dijaga tetap dingin dengan es kering yang dibuat dengan cara pemadatan CO₂.

BBC melaporkan bahwa Ocado mengurangi pengiriman produk makanan bekunya guna menghindari kekurangan es kering.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sedikitnya lima produsen CO₂ di Eropa bagian utara menghentikan operasinya dalam rangka perawatan. Demikian menurut laporan Gasworld, media pertama yang melaporkan perihal kelangkaan gas CO₂.

Pemeliharaan musiman yang menyebabkan pabrikan CO₂ tutup itu menjadikan Inggris satu-satunya produsen besar CO₂ yang beroperasi.

Kerbon dioksida dipergunakan dalam senjata yang dipakai untuk membunuh hewan ternak, serta menciptakan efek buih dalam minuman ringan. CO₂ juga dipergunakan dalam sejumlah prosedur kedokteran.

Pekan lalu, para tokoh pelaku usaha makanan dan minuman di Inggris sudah memperingatkan bahwa krisis CO₂ kali ini sangat serius sehingga dapat mempengaruhi produksi. Mereka meminta pemerintah agar menpersiapkan diri guna memprioritaskan suplai.

Food and Drink Federation mengatakan kelangkaan CO₂ dapat mengganggu rantai suplai bahan pangan dari pertanian ke meja warga masyarakat.

British Poultry Council (BPC) memperingatkan sampai 60% pabrikan pengolah produk unggas akan terpukul dalam hitungan hari akibat kekurangan CO₂.

Pejabat-pejabat pemerintah sudah menggelar rapat dengan perwakilan dari industri pangan untuk membahas kelangkaan gas CO₂.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hidup dari Tunjangan Pemerintah, Jerman akan Deportasi Eks Pengawal Osama bin Laden
Tulisan selanjutnya Dubes Negara-negara Uni Eropa Gelar Pertemuan dengan PKS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?