Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

“Diam” Sumber Keselamatan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Agustus 2018 18:43 6:43 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Agustus 2018 18:43
Bagikan
Bagikan

IMAM Syafi’i dalam kitab “Dîwân al-Imâm al-Syâfi’i” (1431: 63) pernah menyenandungkan sya’ir yang berjudul “As-Sukûtu Salamatun” (Diam adalah keselamatan). Kandungan dari bait-bait berikut ini sangat menarik untuk dijadikan refleksi di tengah era digital yang penuh dengan fitnah dan hasutan.

Daftar isi
  • Baca: Yang Dibenci karena Bicaranya 
        • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Beliau melantunkan:

قَالُوْا : سَكَتَّ وَقَدْ خُوْصِمْتَ قُلْتُ لَهُمْ                           إِنَّ الْجَوَابَ لِبَابِ الشَّرِّ مِفْتَاحُ

وَالصَّمْتُ عَنْ جَاهِلٍ أَوْ أَحْمَقٍ شَرَفٌ                          وَفِيْهِ أَيْضًا لِصَوْنِ الْعِرْضِ إِصْلاَحُ

أَمَا تَرَى الْأَسَدَ تُخْشَى وَهْيَ صَامِتَةٌ؟                          وِالْكَلْبُ يُخْسَى، لَعًمْريْ، وَهْوَ نَبَّاحُ

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Mereka berkata, “Kamu diam saja padahal dimusuhi,” lantas aku menjawab,

            “Sungguh, malah membuka pintu kejahatan jika aku turut menjawab

Bersikap diam terhadap orang bodoh atau pandir adalah kemuliaan

             Dsamping itu juga bisa menjaga dan memperbaiki kehormatan

Tidakkah engkau melihat singa ditakuti padahal dia diam (tak banyak omong)?

             Sedangkan anjing dihinakan, karena dia menggonggong.”

Dari bait sya`ir yang indah ini, bisa diambil pelajaran. Pertama, tidak usah meladeni permusuhan seseorang jahil dengan jawaban yang malah akan menimbulkan keburukan yang lebih besar. Kedua, diam atau tidak meladeni orang yang bodoh adalah kemuliaan. Ketiga, tidak merespon orang pandir juga bisa menjaga kehormatan diri. Maka, dalam situasi demikian, sebaik-baik sikap adalah diam.

Baca: Rasulullah Ceria Selalu Murah Hati, Lembut dan Tak Banyak Bicara

Bukankah ada ayat al-Qur`an yang menyarankan wa a’ridh ‘anil jâhilîn [dan berpalinglah dari orang-orang yang jahil] (QS. Al-A’raf [7]: 199). Dengan tidak meladeni mereka, maka marwah dan kehormatan diri akan terjaga. Demikian juga Maryam pasca kelahiran Isa AS dan kembali ke kediamannya. Banyak yang menuduhnya macam-macam, tapi dia diajari oleh Allah agar diam saja (QS. Maryam [19]: 26).

Pada bait sya’ir ketiga, Imam Syafi’i rahimahullah menyampaikan analogi menarik mengenai begitu berartinya sikap diam. Diam –dalam kondisi demikian- diibaratkan seperti diamnya singa. Singa diam justru ditakuti. Sedangkan anjing yang menggonggong, justru dihinakan, direndahkan, bahkan diusir dilempar pakai batu. Maka tidak heran jika ada ungkapan: “Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu.” Tidak perlu meladeni omongan orang yang jahil.

Baca: Yang Dibenci karena Bicaranya 

 

Dalam hadits Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bahkan, diam merupakan indikator kuat keimanan seseorang kepada Allah dan Hari Akhir:

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka berkatalah yang baik atau diamlah.” (HR. Bukhari, Muslim).

Namun, yang menjadi catatan penting dalam hadits ini, yang diusahakan terlebih dahulu adalah mengatakan sesuatu yang baik. Jika sudah tidak mampu, maka diam adalah lebih baik.

Dalam dunia maya misalnya, jika seorang muslim tidak bisa menulis, membagikan, dan menyebarkan sesuatu yang baik, maka diam adalah solusi terbaik. Tidak ikut menulis status negatif, nyinyir, menyebar fitnah, membagikan propaganda liar, dan lain sebagainya sehingga gerak-geriknya sebagai muslim menciptakan suasana aman dan tentram bagi lingkungannya. Pada kondisi inilah diam bisa membuat tentram.*/ Mahmud Budi Setiawan | Abu Kafillah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bicaradiamImankeselamatansyair
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perlu Mengubah Pola Pikir Hadapi ‘Kepungan’ Potensi Gempa
Tulisan selanjutnya Kondisi Rumah Mohammad Zohri Pasca Gempa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?